Sosialisasi Pengendara Kendaraan yang Belum Melakukan Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Jakarta Barat

JAKARTA – Pemeriksaan kendaraan bermotor lintas sektoral yang diinisiasi oleh Bapenda Provinsi DKI Jakarta berlangsung hari ini di Jakarta Barat. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk Wakil Kepala Bapenda DKI Jakarta, Elvarinsa, Kasatlantas Jakarta Barat, Kompol Mujiyanto, dan pejabat KUPTD dari wilayah Jakarta Barat Hawan Aries Birawa, KUPTD Jakarta Timur Alberto Ali, sert KUPTD wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, dan Jakarta Utara.

Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pengendara kendaraan bermotor terkait kewajiban pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Dalam kegiatan sosialisasi ini, pihak Bapenda, bersama aparat kepolisian dan Jasa Raharja, memberikan edukasi mengenai pentingnya membayar pajak kendaraan tepat waktu sebagai bentuk kepatuhan terhadap peraturan daerah serta untuk mendukung pembangunan daerah melalui pendapatan asli daerah (PAD).

Wakil Kepala Bapenda DKI Jakarta, Elvarinsa, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya untuk mengurangi jumlah kendaraan yang belum melakukan pembayaran PKB, serta memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang mekanisme pembayaran yang lebih mudah dan praktis.

Selain itu, dalam kesempatan ini juga dijelaskan prosedur pembayaran PKB melalui berbagai platform digital, serta layanan-layanan yang tersedia untuk mempermudah masyarakat. Sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan pajak dan mendukung keberlanjutan program-program pembangunan di Jakarta.

Kegiatan ini juga melibatkan PT. Jasa Raharja Perwakilan Jakarta Barat yang turut memberikan informasi mengenai asuransi kendaraan bermotor yang wajib dimiliki setiap pemilik kendaraan. Kepala PT. Jasa Raharja Perwakilan Jakarta Barat, Syafaat Rahman, menyampaikan pentingnya asuransi bagi setiap pengendara sebagai bentuk perlindungan diri di jalan.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan kewajiban membayar PKB, serta manfaat yang dapat diperoleh dari pembayaran pajak yang tepat waktu.

Wuling Bawa Lengkap Lini Produk di Mandiri Utama Finance Gaikindo Jakarta Auto Week

TANGERANG– Wuling Motors (Wuling) berpartisipasi dalam Mandiri Utama Finance GAIKINDO
Jakarta Auto Week (MUF GJAW) 2024, pameran otomotif terbesar dan terlengkap di akhir tahun. Dengan mengusung
semangat “Year End Sale,” Wuling memberikan penawaran terbaik kepada konsumen untuk bisa memiliki lini produk Wuling impian.

Bertempat di ICE BSD City sejak 22 November hingga 1 Desember 2024, Wuling memamerkan berbagai lini produk unggulannya di booth 10A yang memiliki area seluas 880 meter persegi.

“Secara total ada 13 mobil yang kami bawa dan tampilkan di MUF GJAW 2024 yang terbagi dalam tiga segmen, mulai dari segmen EV, segmen ICE dan segmen Hybrid. Kami juga menyediakan berbagai lini produk di area test drive untuk memberikan pengalaman langsung mengendarai produk-produk Wuling kepada para pengunjung,” terang Ricky Christian,
Marketing Operation Direktur Wuling Motors.

 

Dalam segmen kendaraan listrik, Wuling menampilkan rangkaian inovasi ABC Stories, dimulai dengan A yaitu Air ev ‘Drive For A Green Life’, mobil listrik pertama Wuling yang memiliki desain compact, cocok untuk mobilitas harian masyarakat
perkotaan yang membutuhkan solusi ramah lingkungan dan praktis. Kemudian B mewakili BinguoEV ‘Drive Electric, Be
The Icon’ , hatchback listrik berdesain ikonik yang mencerminkan gaya hidup modern dan dinamis.

Menutup rangkaian ini, C adalah Cloud EV ‘Driving the Future of Comfort’, kendaraan listrik medium hatchback dengan keunggulan interior yang menawarkan kenyamanan maksimal bagi penggunanya.

Untuk solusi mobilitas ramah lingkungan lainnya, Wuling membawa serta lini kendaraan hybrid yakni New Almaz RS Hybrid ‘Unlimit Your Life.

Mengusung mesin bensin dan motor listrik, perpaduan ini menghasilkan emisi yang lebih rendah serta meningkatkan efisiensi bahan bakar. Teknologi Dedicated Hybrid Transmission (DHT) yang dimiliki Almaz Hybrid
memiliki peran untuk membagi daya secara cepat dan tanpa jeda dengan pilihan tiga mode berkendara, yaitu EV Mode,
Series Hybrid, dan Parallel Hybrid.
Beralih ke kelas Internal Engine Combustion (ICE), Wuling memamerkan pilihan kendaraan yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan beragam konsumen dengan gaya hidup modern, seperti Wuling Alvez ‘Style and Innovation in One SUV’, mobil ini memadukan desain modern dengan fitur canggih untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan
berkendara sehari-hari. Lalu, ada Wuling Cortez ‘Innovating Comfort Zone yang hadir sebagai medium MPV dengan mesin turbo, ruang kabin luas dan nyaman, serta tampilan eksterior yang stylish cocok untuk perjalanan keluarga maupun
keperluan bisnis.

Disamping deretan produk-produk unggulan selama MUF GJAW 2024, Wuling menyediakan layanan test drive bagi para
pengunjung pameran agar dapat mengeksplorasi produk, teknologi, hingga fitur yang dimiliki oleh kendaraan Wuling.

Tersedia 8 unit kendaran yang terdiri dari 2 (dua) unit Air ev, 2 (dua) unit BinguoEV, 2 (dua) unit Cloud EV, serta masing-masing 1 (satu) unit untuk Alvez dan Almaz Hybrid. Pendaftaran untuk test drive pun cukup mudah, pengunjung
hanya perlu mendaftarkan diri di booth Wuling dan mengikuti prosedur yang telah ditentukan.

“Pameran Mandiri Utama Finance GAIKINDO Jakarta Auto Week 2024 menjadi wadah yang tepat bagi masyarakat yang ingin memiliki kendaraan Wuling di akhir tahun ini. Kami turut mengundang seluruh pengunjung pameran bisa merasakan
langsung keunggulan produk di booth Wuling dan area test drive serta menikmati program pembelian dengan ragam promo menarik. Bersama Wuling, mari wujudkan hidup yang lebih baik dan ramah lingkungan,” tambah Ricky.

Mengenal Amiruddin, Wajah Pemuda Pejuang

Dalam karya sastra, karakter tokoh menjadi unsur penting yang memengaruhi alur dan makna suatu karya. Artikel ini, akan berfokus pada tokoh Amiruddin. Sedikit mengenal tentang Amiruddin, Amiruddin adalah tokoh utama yang digambarkan dalam novel Cinta Tanah Air karya Nur Sutan Iskandar.

Novel ini diterbitkan pada tahun 1944 oleh Balai Pustaka dan berkisar pada kisah Amiruddin, seorang pemuda yang terperangkap dalam dilema cinta dan patriotisme di tengah penjajahan Jepang. Dalam perjalanannya menuju Jakarta, Amiruddin bertemu dengan Astiah, seorang wanita yang membuatnya terpesona, sementara dia juga harus menghadapi panggilan untuk berjuang bagi tanah airnya.

Novel ini mengisahkan cinta sepasang pemuda yang diperkuat oleh cinta tanah air. Latar waktu dalam novel ini berada pada masa penjajahan Jepang, menciptakan konteks yang kaya akan perjuangan dan emosi.

 

Informasi Dasar Novel:

– Jumlah Halaman: 182

– Cetakan pertama: 1945

– Cetakan kesembilan: 2011

– ISBN: 979-666-186-1

– Bahasa: Indonesia

– Penerbit: PT. Balai Pustaka (Persero)

– Berat: 500 Gram

– Dimensi Produk: 14,8 x 21 cm

 

Lebih lanjut, artikel ini akan berfokus pada penggambaran watak tokoh utama, Amiruddin, dengan menggunakan  lima cara yang diusulkan oleh Jakob Sumardjo dan Saini KM untuk memahami bagaimana karakter ini dibangun dalam cerita.

 

a. Melalui apa yang diperbuatnya, tindakan-tindakannya, terutama bagaimana ia bersikap dalam situasi kritis.

Ah, rupanya takkan dapat trem aku ini,” kata seorang anak muda yang berumur kira-kira 23 atau 24 tahun dengan perlahan-lahan, sambil berjalan selangkah-selangkah di pinggir jalan dekat perhentian trem di Gang Kenanga.

“Akan berdesak-desak dengan orang banyak itu, tak mungkin. Sampai di kota tentu sudah basah pakaianku kena peluh.”

Amiruddin menunjukkan sikap yang berhati-hati dan penuh pertimbangan. Dalam situasi menunggu trem yang penuh sesak, ia memilih untuk tidak ikut berdesakan. Tindakan ini mencerminkan bahwa ia peduli pada penampilannya dan tidak ingin terlihat kotor. Ini menunjukkan karakter Amiruddin sebagai seseorang yang menghargai dirinya sendiri dan berusaha untuk menjaga citra yang baik. Ia juga memiliki kemampuan untuk membuat keputusan yang bijak dalam situasi sulit.

b. Melalui ucapan-ucapannya. Dari ucapan dapat mengetahui apakah tokoh tersebut orang tua, orang berpendidikan, wanita atau pria, kasar atau halus.

“Boleh saya duduk di sini, Tuan?”

Amiruddin lalu duduk serta mengucapkan perkataan:

“Terima kasih.”

Ucapan Amiruddin yang sopan ini mencerminkan etika dan nilai-nilai yang dihargai dalam masyarakat. Dengan permintaan izin untuk duduk, ia menunjukkan rasa hormat terhadap orang lain. Tak lupa, Amiruddin juga mengucapkan terima kasih. Hal ini menyoroti karakter Amiruddin sebagai pribadi yang memiliki moralitas tinggi dan kemampuan berinteraksi sosial yang baik, serta menunjukkan bahwa ia dibesarkan dalam lingkungan yang mengajarkan tata krama.

 

c. Melalui penggambaran fisik tokoh.

“… memandangi bajunya dan celananya yang putih bersih dan sepatunya yang hitam berkilat warnanya. Dasinya daripada sutra ungu, terbentang di dadanya di atas kemeja kain poplin yang kuning seperti gading.”

Deskripsi fisik Amiruddin yang terperinci menunjukkan bahwa ia sangat memperhatikan penampilannya. Pakaian yang rapi dan bersih mencerminkan status sosial yang baik serta menunjukkan selera yang tinggi. Penggambaran ini tidak hanya memberikan gambaran fisiknya tetapi juga mencerminkan karakter Amiruddin yang terampil dalam menjaga penampilan dan citra diri di hadapan orang lain.

d. Melalui pikiran-pikirannya

Anak-anak sekolah yang baru naik itu pun bernyanyi dengan gembira, berdengung-dengung, bercampur dengan deru trem yang telah berlari kencang. Amiruddin terus memandang ke luar. Di muka segala rumah dan toko yang dilalui trem itu kelihatan bendera Matahari Terbit berkibar-kibar dengan permai ditiup angin malam.

Di atas Sungai Ciliung yang lebar lagi lurus itu terbentang pelakat daripada kain putih yang bertulisan pelbagai semboyan, berantara-antara 500 meter:

‘Sekutu mesti hancur.

Asia Raya bangkit.

Indonesia! Bela tanah airmu!’

Ketika itu jua lupalah Amiruddin akan apa-apa yang ada di sekelilingnya. Angan-angannya melayang ke masa yang akan datang, ke masa Indonesia berbahagia dalam lingkungan kemakmuran bersama di Asia Timur Raya.

Bela tanah airmu! Siapa yang akan membelamu? Nyanyi anak-anak itu pun menderu pula, ‘Kita, pemuda harapan bangsa ….’ Perasaan Amiruddin bergelora, berkobar-kobar seperti api yang menyala-nyala, sebab disiram dengan minyak … cinta tanah air.”

Dialog ini menggambarkan pikiran dan perasaan Amiruddin yang mendalam. Ketika ia memperhatikan suasana sekitarnya, dengan bendera yang berkibar dan semboyan nasionalisme.

Ia membayangkan masa depan Indonesia yang makmur, itu menunjukkan bahwa Amiruddin adalah seorang pemuda yang optimis dan berkomitmen terhadap perjuangan bangsa. Pikiran dan angan-angannya yang melambung menggambarkan cintanya yang mendalam terhadap tanah air, menjadikannya karakter yang peduli terhadap nasib bangsanya.

 

e. Melalui penerangan langsung

Aku akan jadi serdadu, akan maju ke medan perang, bagaimana perasaan seorang perempuan yang baru kawin melepas suami demikian? Dan kalau singkat pintaku, sampai ajalku di medan perang, tentu aku menjadikan dia randa gadis…. Tidak, Ibu, aku takkan kawin. Aku korbankan cintaku itu untuk tanah air.”

 

 

Dalam dialog ini, Amiruddin secara langsung menyatakan niat dan prinsipnya. Ia rela mengorbankan kebahagiaannya untuk berjuang demi tanah air, menunjukkan sifatnya yang patriotik dan berani. Keputusannya untuk tidak menikah demi mengabdikan diri kepada bangsa menunjukkan dedikasi yang luar biasa. Ini mencerminkan bahwa Amiruddin adalah karakter yang memiliki integritas tinggi, bersedia menanggung risiko demi cita-cita yang lebih besar.

Dalam novel Cinta Tanah Air, Amiruddin tidak hanya sebagai tokoh utama yang mengalami perasaan cinta, tetapi juga mewakili semangat perjuangan generasi muda Indonesia pada masa penjajahan. Melalui tindakan, ucapan, penggambaran fisik, pikiran, dan penerangan langsung, karakter Amiruddin terbangun dengan kompleksitas yang mendalam. Ia adalah sosok yang mengedepankan cinta terhadap tanah air, berani mengambil langkah

Semoga analisis ini dapat memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai karakter Amiruddin dan pesan-pesan yang terkandung dalam karya Nur Sutan Iskandar ini, terima kasih.

DAFTAR PUSTAKA.

Iskandar, Nur Sutan. (2011). Cinta Tanah Air. Jakarta: PT Balai Pustaka (Persero).

Juwati, dan Syaiful Abid. (2021). Teori Sastra. Surabaya: CV Jakad Media Publishing

Alasan Utama Mayoritas Penduduk Indonesia Sukar Menguasai Bahasa Inggris

Kemampuan berbahasa Inggris masyarakat Indonesia terbilang masih rendah sebagai dampak dari ketimpangan akses pembelajaran dan kesenjangan kualitan pengajaran yang ditemukan di berbagai daerah. Laporan indeks kecakapan bahasa Inggris yang dirilis Education First (EF) dalam 2 tahun terakhir, dari tahun 2022 hingga 2023, menunjukkan penduduk Indonesia di wilayah Jawa terlihat lebih baik kecakapan bahasa Inggrisnya ketimbang mereka yang menetap di luar pulau Jawa.

Survei dari lembaga pendidikan global terkemuka ini diadakan terhadap lebih dari 2 juta peserta tes di lebih dari 100 negara untuk mengetahui secara mendalam tingkat kemahiran bahasa Inggris di seluruh dunia. Data Indeks Kemahiran Bahasa Inggris EF 2023 (EF EPI 2023) menyebutkan Indonesia berada di peringkat 79 dari 113 negara dengan tingkat kemahiran bahasa Inggris yang masih berada di kategori rendah.

Dari data diketahui pulau Jawa adalah wilayah dengan kemahiran bahasa Inggris tertinggi. Tingkat kecakapan bahasa Inggris tertinggi di Surabaya dan kemudian di Jakarta. Sementara tingkat kemahiran bahasa Inggris terendah terdapat di Papua.

Dari indeks kecakapan bahasa Inggris yang dirilis EF tiap tahun ini diketahui terdapat kesenjangan generasi dalam kemahiran berbahasa Inggris di Indonesia. Kecakapan berbahasa Inggris disebutkan terdapat di kisaran usia 26-30 tahun dan seterusnya. Pelajar yang duduk di usia sekolah jenjang SMA hingga kuliah diketahui kemahiran berbahasa Inggrisnya masih di bawah kemahiran mereka yang sudah bergabung di dunia kerja.

Masyarakat di wilayah perkotaan memiliki kecakapan berbahasa Inggris lebih baik. ”Di kota lebih banyak kesempatan kerja sehingga kebutuhan berbahasa Inggris pun meningkat,” kata EF Head of Academic Affairs David Bish, seperti dikutip oleh harian KOMPAS.

Kenyataan ini diantaranya adalah karena adanya fakta kesadaran di kalangan pencari kerja dan profesional bahwa kemahiran berbahasa Inggris membuka kesempatan yang lebih besar dalam meningkatkan keterampilan dan jejaring lebih luas.

Sementara kesadaran ini masih rendah apabila dibandingkan dengan mereka yang berada di usia sekolah karena belum melihat langsung dampak bahasa asing terhadap kesuksesan di masa depan.

David Bish menerangkan penguasaan bahasa Inggris yang baik berdampak signifikan di dunia kerja. Daya saing ekonomi, pembangunan sosial, dan inovasi suatu negara juga tinggi, selain pendapatan negara.

Permasalahan dalam proses pembelajaran

Penulis dengan berbekal pengalaman mengajar bahasa Inggris di sekolah dan mata kuliah umum bahasa Inggris di universitas, melihat kegagalan penguasaan bahasa Inggris di kalangan pelajar tidak semata-mata karena kurang tumbuhnya kesadaran akan pentingnya peran bahasa asing bagi kesuksesan masa depan mereka.

Kenyataan yang ditemukan penulis dan beberapa kolega di lapangan menunjukkan fakta baik guru dan siswa masih  menghadapi banyak masalah dalam proses pembelajaran. Indikasi ini terlihat pada sikap siswa dalam mengikuti proses pembelajaran, hasil belajar siswa, dan partisipasi dalam kegiatan kelompok maupun individu.

Kehadiran instruktur bahasa yang profesional diperlukan untuk mencetak peserta  didik yang berkualitas. Tidak hanya itu saja, selain penguasaan materi yang memadai, pengajar bahasa asing juga dituntut untuk mengetahui penguasaan bahasa asing setiap peserta didik. Ini karena setiap siswa memiliki beragam karakteristik yang mencakup teknik belajar dan tingkat penyerapan pelajaran seperti tertuang dalam konsep intelegensi majemuk (Stanford, 2003).

Ada 4 keterampilan yang harus diketahui peserta didik dalam berbahasa, yaitu menyimak, berbicara, membaca, serta menulis. Dalam  proses  pembelajaran  bahasa  Inggris, seorang  siswa  tentu  pernah mengalami hambatan dalam belajar sehingga berdampak ke kurang maksimalnya hasil belajar siswa. Fakta ini dapat terjadi pada siapa saja termasuk pada mahasiswa yang mengambil program studi bahasa Inggris maupun non-bahasa Inggris.

Hasan (2000) menerangkan umumnya kesulitan yang dihadapi oleh pembelajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing adalah ketidakpahaman pada  pengucapan  bahasa   Inggris yang diutarakan dengan kecepatan normal melalui materi listening.

Dalam keterampilan membaca, Rahmawati (2011) berpendapat masalah yang ditemui dalam pemahaman teks bacaan terletak pada kurangnya pengetahuan tentang bahan bacaan dan ketidaktahuan bagaimana cara mengaitkan ide antara kalimat satu dengan yang lain.

Sementara dalam keterampilan berbicara, Megawati & Mandarani (2016) dalam  penelitiannya, menemukan kesulitan yang kerap ditemui siswa dalam berbicara bahasa Inggris  terletak pada minimnya kosa kata bahasa Inggris. Keterampilan menulis menempati tingkat kesulitan tertinggi karena kegiatan ini menuntut proses pemikiran yang kompleks dan sistematis.

Permasalahan pada pembelajaran bahasa Inggris tidak hanya ditemukan di tingkat pendidikan dasar, menengah, dan atas, tetapi juga hingga di perguruan tinggi.

Mahasiswa yang tidak berlatar belakang pengetahuan bahasa Inggris mumpuni sejak SD hingga SMA akan sangat terbebani dengan hal ini. Tidak heran, sebagai pembelajar bahasa Inggris yang tidak mendalami ilmu di bidangnya menunjukkan beragam respon kesulitan dalam proses pembelajaran (Zuomin, 1995)

“Mahasiswa  dapat  dikatakan aktif saat  dalam  proses  pembelajaran turut menjawab pertanyaan, mengajukan pertanyaan, dan sering menjelaskan pendapat saat kegiatan kelompok. Mereka yang kurang aktif dapat diamati  dari  intensitas  interaksi  yang  jarang  terjalin  antara  mahasiswa tersebut  dengan  dosen.  Mereka  hanya  aktif saat diminta  atau  ditunjuk  dosen untuk  menjelaskan  pendapatnya,” jelas Anna Rifaatul Afiah, M.Pd., pengajar mata kuliah umum bahasa Inggris Universitas Pembangunan Jaya.

Sementara koordinator mata kuliah umum bahasa Inggris Universitas Pembangunan Jaya, Andi Dagmarbumi, M.Hum., berpendapat  faktor penyebab   kesulitan   dalam   belajar berbicara bahasa Inggris terlihat dari jumlah frekuensi praktik berbicara bahasa Inggris dan faktor psikologi yang tergolong dalam faktor afektif. “Mahasiswa terbilang pasif dimana mahasiswa hampir tidak pernah berkontribusi secara lisan dalam bahasa Inggris dengan dosen maupun teman kelas, dan nilai kuis atau ujian tengah dan akhir semester rendah,” tutur Andi Dagmarbumi.

Kompetensi instruktur bahasa Inggris

Dr. Li. Nurdiana, S.Psi., M.Hum., dosen tetap Program Studi Magister Linguistik Terapan Universitas Al Azhar Indonesia, berpendapat bahwa masih cukup banyak ditemukan pengajar bahasa Inggris yang kemampuan bahasa Inggrisnya sebenarnya masih belum mumpuni untuk menjadi pengajar. Hal ini diketahui dari hasil observasi Dr. Li. Nurdiana, S.Psi, M.Hum saat mengadakan semiloka dan pelatihan terhadap guru-guru bahasa Inggris yang mengajar di sekolah.

“Sejatinya, guru merupakan sumber language input saat mereka mengajar dan berinteraksi dengan siswa. Pembelajar yang menjadi siswa guru-guru tersebut mendengar dan boleh jadi merekam bahasa yang digunakan oleh guru. Jika yang diingat adalah penggunaan diksi dan tata bahasa yang kurang tepat, maka hal ini akan memberikan dampak yang kurang baik terhadap kemampuan bahasa Inggris siswa,” kata Dr. Li. Nurdiana.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek), Nadiem Makarim, sempat menyampaikan rencana dari kementeriannya tahun lalu untuk menanggapi keprihatinan terhadap kompetensi pengajar bahasa Inggris di Indonesia. Menurut Nadiem, kementeriannya sedang menggagas program peningkatan kemampuan berbahasa Inggris para guru bahasa Inggris di Indonesia dengan menghadirkan penutur asli (native speakers) atau orang yang kemampuannya mendekati (semi-native speakers) untuk memberikan pelatihan.

Pertanyaan yang muncul dari program yang sedang dipertimbangkan Kemendikbudristek itu sekarang adalah apakah benar bahwa lemahnya kecakapan berbahasa Inggris orang Indonesia disebabkan hanya oleh rendahnya kecakapan berbahasa Inggris guru bahasa Inggris. Pertanyaan lain yang tak kalah penting adalah apakah kompetensi guru bahasa Inggris di Indonesia akan secara efektif meningkat apabila mendapatkan pelatihan dari instruktur native speakers atau semi-native speakers.

Hal yang pasti adalah pemerintah tidak dapat secara parsial melihat permasalahan ini tanpa melibatkan para akademisi lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) bahasa Inggris dan fungsionaris organisasi profesi pendidikan bahasa Inggris di tingkat nasional seperti The Association for the Teaching of English as a Foreign Language in Indonesia (TEFLIN) untuk mengatasi permasalahan yang ada secara komprehensif.

Keseriusan pemerintah juga harus terlihat dalam kebijakannya yang benar-benar ditujukan untuk meningkatkan kecakapan bahasa Inggris baik ke kalangan pelajar maupun pengajar. Keseriusan ini sempat dipertanyakan setelah muncul ketentuan pasal 81 RUU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). RUU Sisdiknas ini ternyata tidak memasukkan bahasa Inggris sebagai muatan wajib.

 

 

TEFLIN memprotes kebijakan tersebut karena berpotensi kepada hilangnya acuan resmi untuk memunculkan mata pelajaran bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya dalam struktur kurikulum. Menurut TEFLIN, potensi hilangnya bahasa Inggris dan bahasa asing lain dari kurikulum dapat berdampak kepada ketertinggalan generasi bangsa dalam berkompetisi di kancah internasional.

Pemerintahan baru Indonesia yang akan terbentuk dalam tahun ini harus mengkaji ulang kebijakan yang justru berpotensi melemahkan kemampuan bangsa untuk mengembangkan diri dalam pemerolehan kecakapan bahasa Inggris maupun bahasa asing lainnya.

Keseriusan pemerintah dalam penyusunan kebijakannya merupakan bagian cerminan kesiapan bangsa ini membekali generasinya dengan kecakapan bahasa Inggris untuk menyambut Indonesia Emas 2045, yaitu saat Indonesia diharapkan menjadi negara maju yang siap menghadapi tantangan kompetisi global.

Banda Neira “Selera Wisata Kawula Muda”

“Gue pengen deh, kalo udah gede nanti pengen ke Banda Neira”

“Emangnya di sana ada apa?

“Ada biru. Lautnya, pantainya, awannya berwarna biru”

Begitulah, penggalan potret percakapan anak muda Ibu Kota jika ditanyai “Lo pengen liburan kemana?”. Tentu tidak ada yang salah akan jawaban tersebut. Namun, timbul pertanyaan “Emangnya di Jakarta nggak ada langit biru?” tentu saja birunya tertutup polusi Kota Jakarta yang kini eksistensinya tidak lagi menjelma sebagai Ibu Kota Indonesia. Banda Neira, memiliki satu tempat tersendiri di hati anak muda, mereka menyebutnya dengan konotasi indah seperti “Surga Kecil di Timur Indonesia”.

Banda Neira simbol estetika anak muda

Terlintas terpikir apa yang membuat Banda Neira se-spesial ini di kalangan anak muda, bahkan istilah pulau ini bukan menjadi pulau yang tidak dikenali, melainkan kini menjelma menjadi tujuan wisata anak muda.

Istilah Banda Neira yang kini dikenal, tampak telah mengalami perubahan dari istilah aslinya yakni Banda Naira atau Banda Tengah. Dikutip dari Wikipedia, Banda Neira merupakan salah satu pulau di Kepulauan Banda sebagai pusat administratif Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Indonesia. Secara administratif, Banda Neira terbagi dalam 12 desa, yakni Dwiwarna, Kampung Baru, Merdeka, Nusantara, Rajawali,Tanah Rata, Lonthoir, Walang, Katoro, Kumber, Selamon, Dender, Waer dan Pulau Hatta. Bahkan tiap nama kecamatannya selalu saja estetik.

Ke-estetika-nya ini, membuat istilah Banda Neira digunakan sebagai nama grup musik “Banda Neira” yang diprakarsai oleh Rara Sekar dan Ananda Badudu yang telah menghasilkan lagu-lagu hits di kalangan anak muda seperti “Sampai Jadi Debu” “Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti” “Biru” “Langit dan Laut” dan masih banyak lagi.

 

 

Pun selain digunakan sebagai nama grup musik, istilah Banda Neira turut menjadi lokasi cerita dalam beberapa Novel, salah satunya dalam buku novel “Kata” karya Rintik Sedu yang turut menjadikan Banda Neira menjadi salah satu lokasi dalam alur cerita dari novel tersebut.

Selain itu, Sekar Ayu Asmara menggunakan istilah Banda Neira sebagai judul novelnya yaitu “Akulah Banda Neira”

Istilah Banda Neira memang dikenal luas oleh anak muda karena keindahannya yang turut “memanggil” kawula. muda untuk melihatnya langsung.

Fakta Banda Neira

  1. Pulau Penghasil Rempah
    Banda Neira selain kaya dengan keindahan, pulau ini juga merupakan penghasil rempah-rempah utamanya lada lalu cengkeh, dan lada. Bahkan Banda Neira dinilai sebagai pulau penghasil pala terbaik di dunia. Tak heran jika pada masa penjajahan, Banda Neira menjadi “rebutan” bangsa Inggris dan Belanda.
  2. Tempat Pengasingan
    Siapa tahu jika dibalik keindahannya, Banda Neira pernah menjadi saksi bisu bagi sejarah bangsa Indonesia pada masa penjajahan. Banda Neira, menjadi lokasi pengasingan Bung Hatta dan Sutan Sjahrir.
  3. Digambarkan dalam pecahan uang
    Ada yang ingat gambar uang pecahan Rp1.000 edisi 2016? Ya! Itu adalah Banda Neira yang dengan indah didokumentasikan dalam uang pecahan.

Itulah sepotong surga dari timur yang dibawa melalui artikel ini. Kini, Banda Neira tidak hanya digambarkan melalui uang pecahan saja, namun dikenang melalui Grup musik, lagu, tokoh cerita dan lain sebagainya yang semakin membuat terbayang-bayang akan keindahannya yang eksotis.

Wisatawan Bogor Resah Aksi Premanisme dan Pengamen, 20 Orang Ditangkap Artikel ini telah tayang di Idntimes.com dengan judul “Wisatawan Bogor Resah Aksi Premanisme dan Pengamen, 20 Orang Ditangkap”. Klik untuk baca: https://www.idntimes.com/news/indonesia/linna-susanti/wisatawan-bogor-resah-aksi-premanisme-dan-pengamen-20-orang-ditangkap.

Polresta Bogor Kota bersama Sat Pol PP, dan Dinas Sosial menggelar operasi penertiban premanisme, pengamen, serta pengemis di beberapa titik strategis di Kota Bogor pada Sabtu (23/11/2024).

Kegiatan ini dilaksanakan untuk menanggapi laporan masyarakat yang meresahkan akibat tindakan premanisme dan pengamen yang memaksa meminta uang. Operasi ini bertujuan untuk menciptakan kenyamanan bagi wisatawan domestik dan asing yang berkunjung ke Kota Bogor.

“Kami akan terus melakukan kegiatan ini sampai aksi premanisme hilang di Kota Bogor, sehingga para wisatawan domestik maupun asing nyaman dan aman berada di Kota Bogor,” kata Kasatreskrim Polresta Bogor Kota AKP Aji Rizaldi.

Belajar Aspek Kehidupan via 7 Komunitas Filsafat Indonesia, yuk! Artikel ini telah tayang di Idntimes.com dengan judul “Belajar Aspek Kehidupan via 7 Komunitas Filsafat Indonesia, yuk!”. Klik untuk baca: https://www.idntimes.com/science/discovery/fadhel-fikri/komunitas-filsafat-indonesia-c1c2.

Di Indonesia, filsafat masih menjadi studi yang cukup asing di masyarakat. Bagi sebagian orang, filsafat masih dipandang sebagai studi bagi mereka yang kuliah jurusan filsafat saja. Namun, hal tersebut keliru, lho. Rupanya, filsafat begitu penting bagi berbagai kalangan terutama untuk mengetahui aspek kehidupan

Kabar baiknya, beberapa tahun belakangan, filsafat mulai diminati. Bahkan, wadah untuk belajar kajian ini mulai bermunculan di Indonesia. Hampir di setiap daerah memiliki komunitas filsafatnya sendiri.

Bagi kamu yang tertarik dengan filsafat dan sedang mencari komunitas untuk mempelajari studi tersebut, mari simak deretan komunitas filsafat di Indonesia ini, yuk!

1. Lingkar Studi Filsafat Cogito

Lingkar Studi Filsafat Cogito (lsfcogito.org)
Lingkar Studi Filsafat Cogito (lsfcogito.org)

Lingkar Studi Filsafat Cogito (LSF Cogito) adalah komunitas pelajar filsafat yang dibentuk dan dikembangkan oleh sekelompok mahasiswa filsafat di lingkungan akademik Universitas Gadjah Mada pada 14 Mei 2014 di Bulaksumur, Yogyakarta.

LSF Cogito mencoba menghadirkan wacana filosofis yang peka terhadap fenomena dan praktik sehari-hari. Selain itu, LSF Cogito juga merupakan salah satu anggota komunitas Sophia Indonesia (Sophia ID), sebuah komunitas perhimpunan nasional yang menaungi para komunitas filsafat di seluruh Indonesia.

Di samping membuat website keilmuan yaitu lsfcogito.org dan beberapa kinerja komunitas filsafat pada umumnya, LSF Cogito mempunyai satu keistimewaan khusus yaitu menjadi komunitas filsafat yang dapat menerbitkan jurnal kefilsafatan dalam setiap tahunnya.

2. Sophia Institute

Sophia Institute (sophiainstitute.id)
 Sophia Institute (sophiainstitute.id)

Sophia Institute merupakan komunitas epistemik dan non-profit yang berada di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Komunitas ini bergelut dalam bidang literasi dan kajian mendalam mengenai studi kefilsafatan dan juga berbagai aspeknya dalam kehidupan sehari-hari.

Sophia Institute didirikan dan dikembangkan oleh beberapa mahasiswa filsafat UIN Datokarama Palu dalam usaha untuk menghadirkan narasi filsafat yang bukan hanya rasional dan kritis semata, namun juga praktis (terapan) dalam memahami masalah keseharian, dengan cita-cita untuk kembali membumikan filsafat di atas mimbar akademik dan sosial-kemasyarakatan.

FYI, Sophia adalah satu-satunya komunitas filsafat yang aktif bergerak mendistribusikan pengetahuan filsafat di Sulawesi Tengah, lho. Selain itu, komunitas ini juga sudah berhasil membawakan senimar di beberapa ajang filsafat bergengsi di Indonesia yakni Festival Philofest ID.

3. Ze-No, Center for Logic and Metaphysics

Ze-No, Center for Logic and Metaphysic (instagram.com/zeno.clm)
Ze-No, Center for Logic and Metaphysic (instagram.com/zeno.clm)

Ze-No, Center for Logic and Metaphysics (CLM) adalah komunitas independen yang mempromosikan isu-isu mendalam dan komprehensif tentang logika dan metafisika, baik secara populer maupun akademis, terutama yang berkaitan dengan sains, teknologi, pikiran, dan bahasa; dan menyediakan lingkungan penelitian yang mendukung bagi para peneliti.

Usaha sentral dari komunitas ini adalah mengadakan acara dan kegiatan penting, termasuk mengadakan kuliah tamu internasional dan seminar publik, melaksanakan proyek penelitian yang komprehensif, dan menyebarluaskan ide-ide yang menggugah pikiran melalui media populer.

Ze-No bermarkas di Yogyakarta dan terdiri dari enam divisi utama yakni logika filosofis, logika dan semantik, metafisika dan sains, metafisika dan pikiran, metafisika dan teknologi, serta metafisika dan filsafat kontinental.

4. Lingkar Studi Filsafat Discourse

Lingkar Studi Filsafat Discourse (lsfdiscourse.org)
Lingkar Studi Filsafat Discourse (lsfdiscourse.org)

Lingkar Studi Filsafat Discourse (LSF Discourse) merupakan komunitas pelajar filsafat di kota Malang yang memiliki bentuk sederhana dalam setiap kegiatan pembelajaran.

Komunitas ini memiliki momen spesial dimana semua anggotanya bisa duduk dan belajar bersama, berbagi ilmu dan pengalaman yang menjadi bahan renungan sehari-hari. Selain itu, komunitas ini terus berupaya untuk mempelajari dan mengembangkan pemahaman dasar filosofis seperti metafisika, epistemologi, aksioma, logika, dan sejarah pemikiran tanpa melepaskan diri dari keragaman filsafat kontemporer.

Salah satu yang menjadi keistimewaan dari komunitas LSF Discourse yaitu komunitas ini sudah menjadi media penerbitan buku, terutama mengenai filsafat.

Baca Juga: 7 Filsafat yang Berikan Perspektif Berbeda tentang Makna Kehidupan

5. Ngaji Filsafat Masjid Jenderal Sudirman

Ngaji Filsafat Masjid Jenderal Sudirman (instagram.com/ngajifilsafat_official)
Ngaji Filsafat Masjid Jenderal Sudirman (instagram.com/ngajifilsafat_official)

Ngaji Filsafat Mesjid Jenderal Sudirman (MJS) merupakan perkumpulan pelajar yang menginisiasi media dakwah serta penyebaran informasi kajian dan ngaji yang diselenggerakan Masjid Jendral Sudirman.

MJS kini berfokus pada serangkaian kegiatan dalam bingkai spiritual, mengasah intelektual, sembari menguri-uri kebudayaan. Ketiganya menjadi semacam movement memakmurkan masjid, bahwa sebuah masjid tak sekadar sebagai tempat sujud, tetapi juga menjadi tempat kaji, ngaji, dan literasi.

6. Antinomi Institute

Antinomi Institute (antinomi.org)
Antinomi Institute (antinomi.org)

Antinomi Institute merupakan sebuah organisasi non profit yang mendedikasikan untuk pengembangan pengetahuan agar dapat dinikmati oleh semua kalangan.

Salah satu hal yang menjadi keistimewaan dari komunitas yang berlokasi di Yogyakarta ini adalah menerbitkan buku, bahkan merilis e-book yang dibagikan secara gratis agar para pegiat filsafat dapat mengakses ilmu pengetahuan tanpa rintangan.

7. Betang Filsafat

Betang Filsafat (betangfilsafat.org)
Betang Filsafat (betangfilsafat.org)

Betang Filsafat lahir dari kegelisahan dan minat para mahasiswa di STKIP Pamane Talino Ngabang untuk belajar dan menekuni kajian-kajian filsafat. Melalui Betang Filsafat, mereka berharap akan semakin banyak diskusi, kajian dan telaah kritis-filosofis yang bisa dihadirkan di Kalimantan Barat.

Tak hanya mengadakan seminar, komunitas ini juga aktif membagikan kajian berupa tulisan atau hasil rangkuman dari kegiatan seminar yang mereka buat. Tentu hasil tulisan tersebut diharapkan bisa membuka cakrawala baru pembaca, nih.

Setelah mengetahui beberapa komunitas filsafat di Indonesia, kamu tertarik gak, nih, untuk bergabung? Jadi tunggu apa lagi, yuk, mulai belajar filsafat dengan bergabung komunitas yang ada di Indonesia, guna mewujudkan masyarakat yang berintelektual, beretika, dan berkemajuan.

 

Arrasyid, M.Ag (Dosen Filsafat UIN IB)

Filsafat Itu Asyik

(Dosen Filsafat UIN IB)

Sejarah filsafat terdiri dari tiga periode, periode pertama adalah abad klasik sebagai kelanjutan era kuno ini dimulai dari Atena Alexanderia, dan pusat-pusat pemikiran helenistik dan roma. periode kedua abad pertengahan. Dan periode ketiga abad modern dan di lanjutkan dengan periode post-modern. Filsafat lahir ketika orang mulai tidak percaya dengan jawaban-jawaban mitos terhadap problem hidupnya, sehingga pindah ke model nalar-logos, logos menyelesaikan masalah dengan rasio dengan akal sehat sedangkan mitos dengan jawaban-jawaban konfensi jawaban dongeng jawaban legenda jawaban intuisi.

Filsafat adalah metode berpikir, bedakan filsafat sebagai sebuah metodologi berpikir dengan filsafat sebagai produk pemikiran, banyak orang tidak suka filsafat suka mengakafir-kafirkan filsafat bahkan mengatakan filsafat itu sesat  karena orang melihat filsafat sebagai produk pemikiran, orang tidak melihat filsafat sebagai alat metode berpikir. Sedangkan filsafat itu adalah alat dengan alat yang sama bisa membuat orang anti agama dengan alat filsafat yang sama juga bisa membuat orang menjadi sangat religious, lalu kenapa ada orang anti filsafat karena orang melihat filsafat sebagai produk pemikiran bukan melihat sebagai alat metode berpikir.

Pada hakekatnya, jika ada orang anti filsafat berarti dia anti kebenaran karena filsafat itu yang dikejar adalah kebenaran, dan orang yang anti kebenaran katanya Al-Kindi adalah orang kafir, kalau dicermati sebenarnya orang tidak akan menolak filsafat, kanapa.? Jika orang menerima filsafat maka dia akan lapang dada mendengar kata filsafat, jika orang menolak filsafat maka dia harus berfilsafat untuk membuat argumen tentang kebenaran argumentasinya.

Filsafat itu asyik, karena mampu mengungkapkan suatu hal yang belum terungkap dan mengantarkan kita kepada hal yang selama ini kita anggap suatu hal yang biasa akan menjadi makna yang luar biasa dengan metode analisis kritisnya. Contoh misalnya tentang hanphone atau HP pengetahuan orang tentang HP selama ini hanya alat untuk komunikasi alat untuk berfoto membuka sosial media dan lain sabagainya. Tetapi ketika HP dilihat menggunakan metode analisis kritis Filsafat HP akan menjadi makna yang luar biasa. Di Hp yang terlihat apa,? Ada plastik ada camera dibungkus dengan casing. Dibalik HP ada apa,? Ada manusia kalau tidak ada manusia HP tidak akan ada, dibalik manusia ada apa,? Ada kosmologi karena bahan-bahan tersebut dari unsur kosmologi tetapi kosmologi dan antropologi baru ada kalau ada teologi, jadi HP itu sebenarnya bermakna teologis, jadi jangan dipakai untuk caci maki dan membuli orang.

Tidak ada yang berbahaya dari pemikiran apapun, yang ada pemikiranmu itulah yang berbahaya. Terimakasih

Prabowo-Gibran Tegas Berantas Judi Online, Fokus Lindungi Generasi Muda

Jakarta – Pemberantasan judi online terus menjadi fokus utama pemerintahan Prabowo-Gibran. Terkait hal itu, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menegaskan komitmen pemerintah dalam memerangi praktik ilegal ini demi melindungi masyarakat dan mengurangi dampak negatifnya.

“Tentu (gencar menurunkan judi online). Kekomdigi telah menguatkan kerja sama atau pun kesepahaman bukan hanya dengan kepolisian tapi juga OJK untuk memantau rekening yang diduga terkait judi online,” ujar Meutya.

Selain itu, kolaborasi juga diperluas dengan institusi lainnya seperti Kementerian Pertahanan dan TNI dari perspektif keselamatan negara.

“Artinya; ya ini masih menjadi fokus hingga menurun drastis,” tambahnya.

Meutya juga menyampaikan bahwa kementeriannya telah menggencarkan literasi digital sebagai salah satu langkah strategis melawan judi online. Ia mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam upaya ini.

“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu Kemkomdigi menyebarluaskan literasi melawan judi online,” katanya.

Lebih lanjut, Meutya menyebut bahwa banyak sekolah kini secara sukarela menggiatkan kampanye anti-judi online di lingkungan masing-masing, menyadari tingginya angka korban di kalangan pelajar.

“Kami mendapat informasi saat ini banyak sekolah secara sukarela menggiatkan kampanye di dalam lingkup masing-masing karena angka korban judol di pelajar juga cukup tinggi,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Golkar DPR, Muhammad Sarmuji, turut menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan Presiden Prabowo dalam pemberantasan judi online.

“Fraksi Partai Golkar mendukung penuh arahan Presiden Prabowo Subianto supaya kita segera mengatasi judi online ini untuk membenahi perekonomian kita, supaya tidak terhambat lagi pertumbuhan ekonominya, juga di samping itu agar mental anak bangsa kita tidak rusak,” ujar Sarmuji.

Menurutnya, upaya pemberantasan judi online harus dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan aparat negara serta elemen masyarakat.

“Fraksi Partai Golkar akan mendukung penuh setiap usaha pemberantasan judi online, baik yang dilakukan oleh aparat negara maupun melibatkan unsur masyarakat,” tegas Sarmuji.

Judi Online Ancaman yang Lebih Mematikan dari Narkoba dan Merusak Perekonomian

Oleh: Ratna Soemirat )*

 

Judi online telah menjadi momok baru yang mengancam masyarakat Indonesia. Dampaknya tidak hanya merusak kesehatan mental dan finansial, tetapi juga menciptakan kerusakan sosial yang jauh lebih masif dibandingkan narkoba. Maraknya praktik ini menunjukkan bahwa judi online bukan sekadar masalah individu, melainkan bencana sosial yang perlu segera diatasi.

Pengamat telekomunikasi Heru Sutadi menegaskan bahwa judi online tidak memberikan keuntungan nyata bagi siapa pun. Sebaliknya, ia memicu kerugian finansial yang seringkali mengarah pada kebangkrutan dan masalah sosial lainnya. “Judi online hanya memicu kerugian finansial dan sosial,” jelasnya. Heru, yang juga Direktur Eksekutif Information and Communication Technology (ICT) Institute, menyoroti pentingnya edukasi untuk masyarakat, terutama generasi muda, guna melindungi mereka dari godaan judi online.

Heru mengimbau agar orang tua memberikan pemahaman kepada anak-anak tentang pentingnya nilai kerja keras. Generasi muda perlu diajarkan untuk menghindari jalan pintas yang merugikan, seperti berjudi, dan memahami bahwa kesuksesan hanya bisa dicapai melalui usaha yang gigih. Selain itu, ia mendorong pemerintah untuk menggelar kampanye anti-judi online yang dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat, mulai dari sekolah hingga komunitas lokal.

Data menunjukkan bahwa lebih dari 8 juta orang Indonesia telah terjerat dalam lingkaran kecanduan judi online. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat bahwa sepanjang tahun ini, total transaksi dari aktivitas judi online mencapai Rp283 triliun. Ini bukan hanya angka yang mengejutkan, tetapi juga mencerminkan besarnya potensi ekonomi yang hilang akibat praktik ini.

Kebanyakan korban judi online berasal dari masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menyebut bahwa 80 persen pelaku judi online adalah masyarakat dengan kondisi ekonomi rentan. Menurutnya, judi online telah menjadi bencana sosial yang tidak bisa dibiarkan berkembang tanpa kendali.

Judi online tidak hanya berdampak pada individu yang kecanduan, tetapi juga merusak stabilitas ekonomi keluarga. Banyak keluarga kehilangan sumber penghasilan utama karena salah satu anggotanya terjerat hutang akibat judi online. Hal ini semakin memperburuk masalah ekonomi, khususnya bagi keluarga di kelas menengah ke bawah.

Selain merusak ekonomi, judi online juga berdampak serius pada kesehatan mental. Kepala Divisi Psikiatri Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Kristiana Siste, mengungkapkan bahwa dampak kecanduan judi online setara dengan kecanduan narkoba. Penderita kecanduan judi sering mengalami kecemasan dan kegelisahan yang parah ketika tidak berjudi, mirip dengan gejala putus zat pada pecandu narkoba.

RSCM mencatat peningkatan jumlah pasien yang mencari perawatan akibat kecanduan judi online sepanjang Januari hingga Oktober 2024. Sebanyak 172 pasien mendapatkan perawatan intensif, dan beberapa di antaranya bahkan menunjukkan gejala depresi berat yang berujung pada percobaan bunuh diri. Kondisi ini menggambarkan bahwa kecanduan judi online bukan hanya masalah finansial, tetapi juga masalah kesehatan mental yang serius.

Maraknya judi online tidak terlepas dari kemajuan teknologi yang semakin mempermudah akses ke platform perjudian. Menurut Heru Sutadi, salah satu penyebab utama sulitnya memberantas judi online adalah agresivitas promosi yang dilakukan di berbagai platform digital. Selain itu, perbedaan regulasi antarnegara turut memperumit upaya pemberantasan.

Muhaimin Iskandar menambahkan bahwa bandar judi online sering kali mendapatkan perlindungan dari pihak tertentu. Hal ini membuat jaringan mereka sulit untuk diungkap. Kendati demikian, langkah-langkah tegas telah dilakukan oleh pihak berwenang. Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya baru-baru ini menangkap dua pelaku judi online yang diduga memiliki keterlibatan dengan pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Pemerintah, melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), menyediakan berbagai kanal pelaporan bagi masyarakat untuk melaporkan situs atau aplikasi judi online. Kanal-kanal tersebut mencakup situs aduankonten.id dan dua nomor WhatsApp resmi, yaitu 0811-9224-545 serta 0811-1001-5080. Selain itu, masyarakat juga dapat melaporkan penyalahgunaan rekening bank yang terkait dengan judi online melalui situs Cekrekening.id.

Heru Sutadi mendorong masyarakat untuk aktif melaporkan aktivitas judi online kepada pihak berwenang. Kesadaran untuk melaporkan aktivitas ini, menurutnya, akan sangat membantu dalam memerangi judi online. Selain itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta untuk menciptakan lingkungan digital yang lebih aman.

Kampanye anti-judi online perlu diperluas cakupannya agar menjangkau komunitas-komunitas kecil di daerah. Melalui pendekatan ini, masyarakat diharapkan dapat lebih memahami bahaya judi online dan terlibat aktif dalam upaya pemberantasannya.

Judi online telah menunjukkan dampak destruktif yang meluas, baik pada level individu, keluarga, maupun masyarakat. Dengan potensi kerusakan yang lebih besar dari narkoba, ancaman ini tidak bisa diabaikan begitu saja. Penanganan yang menyeluruh membutuhkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan institusi pendidikan untuk mengedukasi generasi muda serta memperketat regulasi.

Jika dibiarkan, judi online tidak hanya akan terus menghancurkan kehidupan individu, tetapi juga melemahkan fondasi ekonomi dan sosial bangsa. Penanganan yang tegas, edukasi yang meluas, serta kesadaran kolektif adalah kunci untuk memutus rantai kerusakan yang ditimbulkan oleh judi online.

 

*) Peneliti Masalah Sosial – Lembaga Kajian Sosial Nusantara