Tokoh Agama Papua Kecam Kekerasan OPM yang Tewaskan Tiga ASN Jayawijaya
PAPUA – Aksi kekerasan kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang menewaskan tiga pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya mendapat kecaman dari tokoh agama Papua. Peristiwa tersebut dinilai sebagai tragedi kemanusiaan yang bertentangan dengan nilai agama, budaya, serta adat masyarakat Papua.
Salah satu tokoh agama di Papua, Kirenius Telenggen, menegaskan bahwa kekerasan tidak dapat dibenarkan dalam kehidupan masyarakat yang menjunjung tinggi nilai ketuhanan. Menurutnya, tindakan terhadap para ASN tersebut menunjukkan bahwa kekerasan justru membawa penderitaan bagi masyarakat dan menghambat terciptanya kehidupan yang damai.
“Sebagai sesama hamba Tuhan, sudah sepatutnya kita mengecam tindakan kekerasan yang bukan hanya melukai sisi kemanusiaan, namun juga mencederai nilai-nilai ketuhanan, agama, budaya dan adat istiadat Papua,” ujar Kirenius Telenggen.
Kirenius juga menyampaikan dukungan terhadap langkah TNI-Polri dalam menjaga keamanan sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat Papua. Menurutnya, korban kekerasan kelompok bersenjata tidak hanya berasal dari luar Papua, tetapi juga orang asli Papua dan para pelayan Tuhan yang menjalankan tugas di tengah masyarakat.
Kondisi tersebut, lanjut dia, telah menimbulkan ketakutan di berbagai kalangan. Intimidasi, penganiayaan hingga pembunuhan dinilai tidak boleh menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Papua karena bertentangan dengan keinginan warga untuk membangun masa depan yang lebih baik.
“Tragedi pembunuhan yang dilakukan OPM harus dihentikan,” tegas Kirenius Telenggen.
Ia menilai aksi kekerasan yang terus terjadi berpotensi semakin menjauhkan OPM dari simpati masyarakat. Sebaliknya, masyarakat Papua dinilai semakin membutuhkan suasana yang aman agar pembangunan dapat berjalan dan berbagai kebutuhan dasar warga dapat terpenuhi.
Kirenius menambahkan, tantangan keamanan di Papua juga dipengaruhi kondisi geografis berupa wilayah pegunungan dan hutan yang luas. Karena itu, diperlukan kerja sama antara aparat, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat dan masyarakat dalam menjaga kedamaian.
Di sisi lain, masyarakat juga diingatkan agar tidak mudah terpengaruh propaganda yang mendorong kekerasan maupun gerakan separatisme. Pendidikan dan pembangunan dinilai menjadi jalan yang lebih penting untuk membuka masa depan generasi muda Papua.
“Mari kita bangun Papua, sekolahkan anak-anak kita, dan manfaatkan berbagai program pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Kirenius berharap keamanan dan kedamaian terus diperkuat sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas tanpa rasa takut. Stabilitas tersebut dinilai menjadi fondasi penting bagi kemajuan Papua melalui pendidikan, pembangunan ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (*)
