Apresiasi Peran Aktif Masyarakat Bersama TNI–Polri Jaga Stabilitas Keamanan di Peringatan Sumpah Pemuda

Oleh : Gavin Asadit )*

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 tahun 2025 menjadi momentum penting bagi bangsa Indonesia untuk meneguhkan kembali semangat persatuan dan kebersamaan. Di tengah dinamika sosial dan politik yang terus berkembang, sinergi antara TNI, Polri, dan masyarakat menjadi kunci utama terciptanya stabilitas keamanan nasional. Peringatan tahun ini tidak hanya diperingati secara seremonial, tetapi juga menjadi bukti nyata kolaborasi aparat dan rakyat dalam menjaga ketertiban dan ketenteraman di seluruh penjuru negeri.

Di berbagai daerah, aparat gabungan TNI–Polri melakukan pengamanan terpadu yang melibatkan ribuan personel. Mereka bekerja bersama unsur masyarakat, organisasi kepemudaan, dan tokoh lokal untuk memastikan peringatan berlangsung aman dan penuh semangat kebangsaan. Pelibatan aktif warga dalam pengawasan lingkungan dan kegiatan sosial menjadi bentuk nyata kesadaran kolektif menjaga keamanan publik. Di sejumlah kota, pemuda dan ormas ikut membantu pengamanan jalannya acara, membuka posko relawan, hingga memfasilitasi kegiatan budaya yang memperkuat solidaritas nasional.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan apresiasinya terhadap kerja keras seluruh pihak dalam menjaga stabilitas nasional. Ia menegaskan bahwa TNI dan Polri merupakan bagian dari rakyat yang memiliki tanggung jawab moral untuk melindungi bangsa. Menurutnya, pengamanan bukan hanya urusan aparat, melainkan panggilan bersama untuk menjaga ketertiban, menghindari konflik sosial, serta memperkuat rasa persaudaraan di antara sesama anak bangsa. Presiden juga menekankan bahwa kekuatan Indonesia terletak pada persatuan rakyatnya yang mampu berdiri kokoh di atas perbedaan.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyoroti pentingnya memperkuat kolaborasi antara aparat keamanan dan masyarakat sipil. Ia mengatakan bahwa pengamanan nasional akan lebih efektif jika melibatkan masyarakat dalam upaya preventif. Menurutnya, peringatan Sumpah Pemuda merupakan momentum untuk menghidupkan kembali nilai gotong royong dalam konteks keamanan publik. Ia mengajak semua pihak, khususnya generasi muda, untuk menjadi pelopor kedamaian, menolak provokasi, dan melawan penyebaran hoaks yang dapat memecah belah persatuan.

Tema peringatan tahun ini, “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu,” menggambarkan tekad generasi muda untuk berperan aktif menjaga keharmonisan bangsa. Didukung semangat patriotik, berbagai komunitas pemuda di tanah air menyelenggarakan aksi sosial, diskusi lintas agama, aksi bersih lingkungan, hingga kampanye literasi digital. Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa cinta tanah air bukan hanya pekik yel-yel, melainkan keberanian untuk terjun langsung membantu sesama dan menjaga kondusifitas lingkungan.

Kolaborasi keamanan juga tampak dari kemitraan aparat dan warga di tingkat lokal. Di beberapa wilayah, Polri mengadakan patroli bersama warga untuk meningkatkan kepekaan terhadap potensi gangguan keamanan. TNI turut memberikan pelatihan dasar kesiapsiagaan bagi kelompok pemuda agar mampu membantu ketika muncul ancaman ketertiban. Gotong royong dan dialog kebangsaan yang diadakan di kampung-kampung menjadi ruang pertemuan yang menghangatkan kembali rasa persaudaraan.

Namun, di tengah era digital yang serbacepat, tantangan keamanan tidak lagi hanya berbentuk ancaman fisik. Provokasi daring yang memanfaatkan kabar palsu, manipulasi informasi, dan ujaran kebencian menjadi musuh baru yang tak kasat mata. Masyarakat kini dituntut lebih waspada agar tidak terjebak dalam disinformasi yang bisa memecah belah persatuan. Banyak narasi provokatif sengaja dirancang untuk menimbulkan keresahan, merusak kepercayaan kepada institusi negara, bahkan memancing konflik horizontal.

Sinergitas TNI–Polri akan lebih optimal jika masyarakat meningkatkan literasi digital dan kepekaan terhadap informasi mencurigakan. Kesadaran untuk tidak menyebarkan informasi tanpa verifikasi adalah bentuk kontribusi keamanan yang sederhana, tetapi sangat berharga. Masyarakat diimbau berani melapor jika menemukan konten bersifat agitasi yang mengarah pada provokasi atau upaya mengganggu ketertiban umum.

Peringatan Sumpah Pemuda 2025 pada akhirnya menghadirkan pelajaran berharga bahwa keamanan bukan isu yang bisa diserahkan sepenuhnya kepada negara. Masyarakat harus menjadi barisan paling depan dalam mengawal persatuan, karena provokasi tidak memilih tempat dan tidak selalu tampak sebagai ancaman nyata. Kewaspadaan publik terhadap narasi yang memecah belah menjadi pintu utama yang mencegah konflik berkembang menjadi persoalan lebih besar.

Semangat Sumpah Pemuda tahun ini menggarisbawahi bahwa persatuan bukan hanya nilai sejarah, melainkan strategi kebangsaan menghadapi ancaman kekinian. Ketika aparat keamanan dan masyarakat bahu-membahu menjaga kedamaian, Indonesia menunjukkan kepada dunia bahwa stabilitas dapat diraih bukan dengan ketakutan, tetapi melalui kekuatan solidaritas.

Dengan kolaborasi erat antara TNI, Polri, dan seluruh warga, Indonesia kembali membuktikan bahwa keamanan nasional lahir dari rasa saling percaya. Semangat gotong royong menjadi tameng kokoh yang membuat bangsa ini tetap berdiri tegar meski diterpa tantangan zaman. Itulah makna sejati Sumpah Pemuda: tekad untuk terus bersatu, waspada terhadap provokasi, dan menjaga Tanah Air agar tetap damai, berdaulat, serta menjadi rumah yang aman bagi seluruh anak bangsa.

)* Penulis adalah Pemerhati Masalah Sosial dan Kemasyarakatan

Sumpah Pemuda Ajak Masyarakat Waspadai Narasi Provokatif di Media Sosial

Oleh: Puteri Silaban*

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 tahun 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat persatuan di tengah derasnya arus informasi digital yang semakin kompleks. Di era media sosial saat ini, tantangan terbesar generasi muda bukan hanya menjaga semangat kebangsaan, tetapi juga melawan provokasi dan disinformasi yang berpotensi merusak keutuhan bangsa. Narasi provokatif yang beredar di ruang digital sering kali disamarkan dalam bentuk informasi yang tampak meyakinkan, padahal tujuannya adalah menciptakan perpecahan, menimbulkan kebencian, dan menggerus rasa saling percaya antarwarga negara.

Momentum Sumpah Pemuda tahun ini membawa pesan penting bahwa persatuan dan kehati-hatian dalam menerima informasi menjadi benteng utama menghadapi ancaman disinformasi. Pemerintah bersama berbagai elemen masyarakat terus mengajak masyarakat untuk merayakan Sumpah Pemuda secara kondusif dan penuh semangat kebersamaan. Ajakan ini bukan hanya seremonial, melainkan bagian dari upaya strategis menjaga stabilitas sosial di tengah situasi politik dan ekonomi yang dinamis.

Anggota DPRD Kabupaten Balangan, Saiful Arif, menilai bahwa tanggung jawab menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak hanya berada di pundak aparat keamanan, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Di era digital, setiap individu memiliki peran penting sebagai penjaga informasi. Ia mengingatkan bahwa banyak isu dan kabar palsu disebarkan dengan tujuan memecah belah persatuan bangsa. Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan kemampuan berpikir kritis dalam menilai setiap informasi yang diterima.

Menurutnya, komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan dan persatuan harus terus dipupuk di tengah derasnya arus media sosial yang sering kali tidak terverifikasi. Kewaspadaan digital menjadi bagian dari nasionalisme modern, di mana kesadaran untuk tidak menyebarkan kabar bohong adalah bentuk nyata cinta tanah air. Saiful juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, legislatif, aparat keamanan, dan masyarakat agar tercipta suasana yang aman dan kondusif, seperti yang terus diupayakan di Kabupaten Balangan.

Senada dengan itu, Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Ali Hanapiah, mengajak seluruh generasi muda untuk menjadikan peringatan Sumpah Pemuda sebagai ajang memperkuat solidaritas dan rasa tanggung jawab terhadap bangsa. KNPI berkomitmen mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, dengan mendorong kaum muda menjadi garda terdepan dalam menjaga harmoni sosial. Pemuda diharapkan menolak segala bentuk provokasi yang ingin memecah belah rakyat dan aparat. Dengan menjaga suasana yang aman dan damai, generasi muda dapat memastikan bahwa semangat Sumpah Pemuda tetap hidup di tengah tantangan zaman.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi kepemudaan. Menurutnya, stabilitas sosial yang terjaga akan berpengaruh langsung terhadap iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi. Ia menilai bahwa organisasi kepemudaan memiliki peran strategis dalam menjaga kondusifitas sosial sekaligus membantu pemerintah dalam program pengentasan kemiskinan ekstrem. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata semangat gotong royong yang diwariskan para pendiri bangsa.

Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pun telah mengeluarkan pedoman nasional peringatan Sumpah Pemuda 2025 dengan tema “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu.” Tema ini menggambarkan tekad bersama untuk menjadikan pemuda sebagai motor penggerak perubahan, bukan sekadar pengamat di tengah dinamika sosial. Kemenpora mendorong seluruh lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, dan komunitas kepemudaan untuk menggelar kegiatan yang membangun kebersamaan dan memperkuat karakter kebangsaan.

Di sisi lain, tantangan besar yang perlu diwaspadai adalah maraknya penyebaran hoaks dan narasi provokatif di media sosial. Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) mencatat adanya peningkatan signifikan dalam jumlah hoaks selama setahun pemerintahan Prabowo–Gibran, dengan total 1.593 hoaks yang terdata antara Oktober 2024 hingga Oktober 2025. Sebanyak 44,85% di antaranya merupakan hoaks politik, diikuti hoaks lowongan kerja dan hoaks bantuan sosial. Tren penyalahgunaan teknologi deepfake juga meningkat menjadi 12,7%, menunjukkan bahwa penyebaran disinformasi kini semakin canggih dan berbahaya.

Hoaks-hoaks ini tidak hanya menargetkan individu, tetapi juga lembaga besar seperti Pertamina dan BUMN lain di sektor energi. Narasi palsu mengenai kebijakan energi, distribusi BBM bersubsidi, hingga isu pelarangan pengisian BBM bagi kendaraan tertentu sempat menimbulkan keresahan publik. Bahkan, beberapa unggahan palsu yang disertai gambar dan video manipulatif menciptakan persepsi keliru seolah terjadi konflik atau kerusuhan di lapangan. Padahal, setelah diverifikasi, sebagian besar informasi tersebut adalah hasil rekayasa digital yang memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat.

Mafindo juga menyoroti meningkatnya kasus penipuan digital dengan kedok lowongan kerja dan bantuan sosial palsu. Banyak masyarakat menjadi korban karena tergiur janji gaji tinggi atau proses rekrutmen cepat yang ternyata hanyalah modus untuk meminta uang atau data pribadi. Fenomena ini menunjukkan pentingnya literasi digital dan kesadaran masyarakat dalam mengenali tanda-tanda penipuan daring.

Dalam konteks ini, lembaga pemerintah, perusahaan, dan organisasi masyarakat perlu lebih responsif dalam mengklarifikasi isu yang beredar agar masyarakat tidak menjadi korban disinformasi. Keterlambatan dalam memberikan penjelasan justru memberi ruang bagi penyebar hoaks untuk memperluas pengaruhnya. Oleh karena itu, komunikasi publik yang cepat, terbuka, dan berbasis data menjadi keharusan dalam menjaga kepercayaan masyarakat.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda seharusnya menjadi momentum refleksi kolektif bagi bangsa Indonesia untuk tidak hanya mengenang sejarah perjuangan para pemuda 1928, tetapi juga meneguhkan peran generasi kini dalam menjaga persatuan di dunia digital. Tantangan masa depan bangsa tidak lagi berbentuk penjajahan fisik, melainkan kolonialisasi informasi yang dapat menggiring opini publik ke arah yang destruktif.

Dalam semangat Sumpah Pemuda, masyarakat diimbau untuk menjadi pengguna media sosial yang bijak, memeriksa kebenaran setiap informasi sebelum membagikannya, serta menolak segala bentuk ujaran kebencian dan provokasi. Persatuan Indonesia tidak akan tergoyahkan selama rakyatnya bersatu dalam kesadaran, menjaga pikiran tetap jernih, dan menempatkan kepentingan bangsa di atas segalanya.

Melalui sinergi antara pemerintah, pemuda, lembaga masyarakat, dan seluruh lapisan warga negara, semangat “Bersatu, Bangkit, dan Bergerak Maju” akan terus menggelora. Sumpah Pemuda bukan sekadar seruan masa lalu, melainkan kompas moral yang menuntun bangsa Indonesia menghadapi tantangan zaman dengan keteguhan, kebersamaan, dan kebijaksanaan digital.

*Penulis merupakan Jurnalis Independen dan Pemerhati Isu Kebangsaan

Jaga Ruang Digital Tetap Kondusif Cerminkan Semangat Sumpah Pemuda yang Sesungguhnya

Oleh: Juanda Syah)*

Peringatan Sumpah Pemuda menjadi momentum refleksi penting bagi bangsa Indonesia untuk memperkuat semangat persatuan dan mempertegas komitmen dalam membangun generasi penerus yang sehat, cerdas, dan berprestasi. Semangat tersebut kini diwujudkan melalui berbagai langkah nyata pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul. Salah satunya adalah pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didukung oleh DPR RI bersama Badan Gizi Nasional (BGN). Program ini menjadi bentuk nyata dari upaya menciptakan generasi emas menuju Indonesia Emas 2045.

Program MBG tidak sekadar memberikan makanan gratis kepada masyarakat, tetapi memiliki tujuan strategis untuk memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang cukup dan seimbang sejak dini. Dengan gizi yang baik, diharapkan generasi muda Indonesia tumbuh menjadi individu yang sehat secara fisik, kuat secara mental, serta mampu berprestasi di berbagai bidang.

Anggota Komisi VI DPR RI, M Sarmuji mengatakan program Makan Bergizi Gratis merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Menurutnya, keberhasilan pembangunan nasional tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusianya. Melalui program MBG, DPR RI bersama BGN berupaya memastikan bahwa setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh sehat dan cerdas, tanpa terhalang oleh kondisi ekonomi keluarga.

Bagi M Sarmuji, pembangunan sumber daya manusia unggul harus dimulai dari pemenuhan kebutuhan gizi yang memadai. Anak-anak dengan nutrisi yang cukup akan memiliki kemampuan berpikir lebih baik, daya tahan tubuh yang kuat, dan semangat belajar tinggi. Dengan demikian, program MBG tidak hanya menyehatkan masyarakat, tetapi juga menjadi pondasi dalam mencetak generasi berprestasi yang mampu berkontribusi untuk kemajuan bangsa.

Program Makan Bergizi Gratis dirancang menyentuh kelompok sasaran yang luas, mulai dari peserta didik di jenjang PAUD hingga SMA/SMK, hingga kelompok non-didik seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Kelompok-kelompok ini dianggap sangat strategis dalam membentuk generasi masa depan yang berkualitas. Pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga usia sekolah menjadi kunci utama untuk menciptakan generasi yang kuat, produktif, dan siap bersaing di tingkat global.

Selain berdampak positif bagi kesehatan, program MBG juga memiliki kontribusi besar terhadap sektor ekonomi. Pelaksanaan program ini membuka peluang usaha baru, khususnya di bidang pangan lokal. Para petani, nelayan, dan pelaku usaha mikro di berbagai daerah dapat berperan aktif dalam penyediaan bahan makanan bergizi. Dengan demikian, MBG tidak hanya menumbuhkan kesadaran gizi di masyarakat, tetapi juga memperkuat kemandirian pangan nasional serta menggerakkan roda ekonomi daerah.

Dari sisi teknis pelaksanaan, Tenaga Ahli Badan Gizi Nasional, Ade Tias Maulana mengatakan pihaknya berkomitmen memastikan program Makan Bergizi Gratis berjalan efektif, transparan, dan akuntabel. Untuk mendukung hal tersebut, BGN membangun arsitektur digital yang berfungsi mengontrol penggunaan anggaran dan proses distribusi program secara real time. Sistem digital ini memungkinkan setiap tahapan pelaksanaan MBG dapat dipantau dengan baik, mulai dari pengadaan bahan pangan, distribusi ke lapangan, hingga evaluasi manfaatnya bagi masyarakat.

Ade Tias Maulana menegaskan bahwa BGN menerapkan standar pelaksanaan yang ketat dalam program ini, baik dari sisi kecukupan kalori, keseimbangan nutrisi, maupun keamanan pangan. Setiap menu yang disediakan kepada penerima manfaat disusun berdasarkan kajian gizi sesuai usia dan kondisi fisiologis, sehingga manfaatnya benar-benar terasa secara langsung bagi pertumbuhan dan kesehatan masyarakat. Langkah ini sekaligus menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan gizi sebagai salah satu pilar utama pembangunan manusia.

Kolaborasi antara DPR RI dan BGN dalam pelaksanaan program MBG juga menunjukkan bentuk nyata sinergi lintas sektor yang saling memperkuat. DPR RI melalui fungsi legislasi dan pengawasan memastikan kebijakan ini mendapat dukungan regulasi dan pendanaan yang kuat. Sementara BGN berperan sebagai pelaksana teknis yang fokus memastikan program berjalan sesuai standar. Di sisi lain, masyarakat turut dilibatkan dalam pelaksanaan di lapangan, baik sebagai penerima manfaat maupun pelaku usaha dalam ekosistem pangan lokal.

Dalam konteks Sumpah Pemuda, pelaksanaan program MBG memiliki makna yang sangat relevan. Jika pada tahun 1928 para pemuda menyatakan tekad untuk bersatu demi kemerdekaan bangsa, kini semangat itu diterjemahkan melalui komitmen untuk membangun generasi muda yang sehat dan berprestasi. Program ini menjadi wujud nyata semangat kebangsaan dalam bentuk gotong royong modern di mana pemerintah dan masyarakat bersama-sama menciptakan masa depan yang lebih baik bagi anak bangsa.

Keberhasilan MBG tentu membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Pemerintah daerah memperkuat koordinasi dengan BGN untuk memastikan distribusi makanan bergizi menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah terpencil. Dunia usaha juga diharapkan ikut berkontribusi dengan menyediakan bahan pangan lokal berkualitas, sementara lembaga pendidikan dapat berperan sebagai ruang edukasi bagi siswa dalam menanamkan kesadaran pentingnya gizi seimbang dan pola hidup sehat.

Program Makan Bergizi Gratis menjadi bukti konkret bahwa pembangunan bangsa tidak hanya ditopang oleh infrastruktur fisik, tetapi juga oleh kekuatan sumber daya manusia yang sehat dan produktif. Di tengah tantangan global seperti krisis pangan dan perubahan iklim, langkah ini menunjukkan bahwa negara hadir untuk memastikan setiap anak Indonesia memiliki hak yang sama untuk tumbuh sehat dan berprestasi.

Melalui semangat Sumpah Pemuda, program MBG menjadi simbol kebangkitan generasi baru Indonesia generasi yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga memiliki semangat juang, kecerdasan, dan daya saing tinggi. Dengan dukungan berkelanjutan dari seluruh elemen bangsa, program ini diharapkan mampu mencetak anak bangsa yang siap membawa Indonesia melangkah pasti menuju Indonesia Emas 2045..

)* Penulis adalah mahasiswa Jakarta tinggal di Bandung

Program MBG Wujud Nyata Semangat Sumpah Pemuda dalam Membangun Bangsa

Oleh: Citra Kurnia Khudori)*
Setiap 28 Oktober, bangsa Indonesia kembali diingatkan pada semangat persatuan yang dipelopori generasi muda melalui Sumpah Pemuda. Perayaan ini bukan semata nostalgia sejarah, melainkan momentum untuk memperkuat peran pemuda dalam membangun masa depan bangsa. Salah satu fondasi terpenting bagi kemajuan tersebut yaitu pemenuhan gizi yang baik bagi generasi penerus. Dalam kaitan itu, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hadir sebagai langkah nyata pemerintah untuk memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan siap bersaing di masa mendatang.
Semangat pembangunan generasi muda melalui MBG ditegaskan pula oleh Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), Hariqo Wibawa Satria. Ia menekankan program MBG harus dilaksanakan tanpa kesalahan sedikit pun karena menyangkut masa depan bangsa. Ia menyebut program ini wajib memberikan manfaat seluas mungkin mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, anak balita, pelajar hingga santri. Program ini dinilai harus pula menghadirkan peluang ekonomi bagi pelaku UMKM, petani, peternak, pedagang, nelayan dan pekebun sehingga dampaknya tidak hanya menyentuh kebutuhan gizi, tetapi juga memperkuat perekonomian masyarakat.
Pemerintah saat ini menunjukkan komitmen kuat dalam menjalankan program tersebut. Dalam laporan pada 20 Oktober 2025, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa program MBG telah menyentuh 36,7 juta penerima manfaat serta didukung 12.508 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari target 32.000 unit di akhir tahun. Selain itu, lebih dari 1,4 miliar porsi makanan bergizi telah disalurkan dan sebanyak satu juta lapangan kerja tercipta melalui operasional dapur program ini. Capaian tersebut menggambarkan keseriusan pemerintah menjadikan MBG sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Peneliti Indikator Politik Indonesia Bawono Kumoro menyebut Presiden Prabowo Subianto memiliki visi jangka panjang sebagai seorang negarawan melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut dia, Program MBG mencerminkan kepedulian Presiden Prabowo terhadap generasi penerus bangsa agar memiliki kecukupan nutrisi sejak dini.
Ia menambahkan penguatan partisipasi publik akan membantu mengawal tujuan MBG agar berjalan lancar dan minim hambatan. Bawono menilai keterlibatan publik menjadi kunci dalam memastikan keberhasilan program.
Ia juga menyoroti pentingnya platform seperti Indonesia Food Security Review (IFSR) sebagai wadah partisipasi masyarakat. Melalui platform tersebut, publik luas baik guru maupun masyarakat umum diberikan wadah untuk memberikan ulasan langsung terkait menu makanan dan pelaksanaan Program MBG. Sehingga memastikan Program MBG berjalan mulus ke depannya bukan hanya tugas pemerintah, tapi pekerjaan bersama.
Penguatan partisipasi publik ini sangat bagus dan bermanfaat sebagai ikhtiar bersama mengawal dan menjaga agar program dengan tujuan baik dan mulia seperti MBG bisa berjalan lancar, minim hambatan implementasi di lapangan. Bahkan berkali-kali ia menegaskan, Program MBG merupakan salah satu tonggak utama pemerintahan Presiden Prabowo sebagai investasi strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia pada masa depan.
Kemudian, menurut Direktur Promosi dan Edukasi Gizi Badan Gizi Nasional (BGN) Gunalan, Program MBG merupakan fondasi penting dalam membangun generasi muda yang sehat dan sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045. Program ini bertujuan untuk menciptakan generasi yang mampu membawa Indonesia menjadi negara maju melalui pemenuhan gizi yang baik sejak dini.
Implementasi MBG di lingkungan sekolah juga memberikan dampak positif yang signifikan. Salah satunya adalah peningkatan angka kehadiran siswa di sekolah. Dengan tersedianya makanan bergizi secara gratis, siswa tidak perlu khawatir tentang bekal makan mereka, sehingga mereka dapat fokus pada kegiatan belajar. Selain itu, program ini juga membantu mengurangi beban ekonomi orang tua dalam menyediakan makanan sehat bagi anak-anak mereka.
Pernyataan Gunalan diamini oleh Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto yang menegaskan bahwa MBG bukan hanya soal pembagian makanan, melainkan bentuk nyata kepedulian negara terhadap generasi penerus bangsa. Ia mengatakan, pemenuhan gizi sejak dini merupakan fondasi penting untuk membangun generasi Indonesia yang sehat dan unggul. Dengan anak-anak yang sehat dan bergizi baik, kita sedang menyiapkan pondasi kokoh menuju Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menyatakan bahwa MBG merupakan investasi untuk generasi muda. Dengan memastikan anak-anak mendapatkan makanan bergizi, negara sedang mempersiapkan mereka untuk menjadi individu yang sehat dan produktif di masa depan. Hal ini sejalan dengan semangat Sumpah Pemuda yang menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan dalam membangun bangsa.
Hari Sumpah Pemuda seharusnya menjadi momentum untuk merenungkan kembali komitmen kita terhadap pembangunan bangsa, terutama dalam hal pemenuhan gizi bagi generasi muda. Program MBG adalah langkah konkret yang menunjukkan bahwa pemerintah serius dalam menciptakan generasi penerus bangsa yang sehat dan berkualitas. Namun, keberhasilan program ini memerlukan dukungan dan partisipasi aktif dari semua pihak, termasuk masyarakat, sekolah, dan pemerintah daerah.
Dengan semangat Sumpah Pemuda, pentingnya seluruh elemen tersebut bersama-sama mendukung Program MBG sebagai upaya nyata dalam membangun Indonesia Emas 2045. Karena generasi muda yang sehat dan cerdas adalah kunci untuk mencapai masa depan bangsa yang gemilang dan mampu bersaing dengan negara-negara maju.
)* Pemerhati Isu Sosial-Ekonomi

Searah dengan Sumpah Pemuda, MBG Jadi Gerakan Nasional Generasi Indonesia Bebas Gizi Buruk

Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), Hariqo Wibawa Satria, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi (MBG) harus berjalan tanpa kesalahan sedikit pun karena menyangkut masa depan generasi muda Indonesia. Ia menyebut program ini wajib menghadirkan “berjuta manfaat” bagi ibu hamil, ibu menyusui, anak balita, anak PAUD, pelajar, santri hingga para pelaku ekonomi kerakyatan seperti UMKM, petani, peternak, pedagang, nelayan, serta pekebun. Semua itu diyakini sejalan dengan semangat Sumpah Pemuda yang menggerakkan peran anak muda sebagai fondasi Indonesia Emas.

Pernyataan Hariqo tersebut sejalan dengan pandangan Anggota Komisi IX DPR RI, Putih Sari, yang menilai MBG bukan sekadar agenda pembagian makanan, melainkan gerakan nasional untuk menyiapkan generasi bebas gizi buruk. Ia menegaskan, investasi gizi sejak dini merupakan kunci mewujudkan generasi emas Indonesia tahun 2045.

“Program MBG merupakan salah satu investasi jangka panjang demi membentuk generasi muda yang kuat dan sehat. Melalui asupan gizi yang baik dan benar sejak usia dini, kita dapat menekan angka stunting di Indonesia,” ujar Putih Sari.

Menurutnya, keberhasilan MBG membutuhkan keterlibatan semua pihak, tidak hanya pemerintah. Peran keluarga serta komunitas menjadi penentu utama anak-anak menerima nutrisi yang layak untuk tumbuh dan berkembang.

“Kesadaran gizi harus dibangun bersama, baik oleh pemerintah, keluarga, maupun masyarakat. Semua pihak punya tanggung jawab memastikan anak-anak mendapatkan gizi yang cukup agar tumbuh menjadi generasi yang sehat dan produktif,” tambahnya.

Komitmen tersebut diperkuat oleh Badan Gizi Nasional (BGN) yang terus memperluas implementasi MBG hingga ke daerah terpencil di seluruh pelosok Tanah Air. Kolonel Cba Rustandi Wiramanggala dari Sekretariat Deputi Promosi dan Kerja Sama BGN menjelaskan bahwa penerapan konsep Paham Gizi menjadi strategi penting untuk memastikan masyarakat memahami pola makan seimbang setiap hari.

“Ketika masyarakat memahami cara mengatur gizi yang sehat dan benar, kita bersama-sama dapat membangun generasi emas Indonesia. Protein, baik hewani maupun nabati, merupakan komponen penting yang tidak boleh diabaikan dalam tumbuh kembang anak,” tuturnya.

Di tingkat lokal, dukungan antusias juga terlihat dari pemerintah desa. Kepala Desa Dawuan Tengah, Jejen Jaenal Arifin, menyambut MBG sebagai langkah konkret pemerintah dalam memperkuat ketahanan gizi masyarakat. Ia mengajak warganya untuk memanfaatkan program ini sebaik mungkin.

“Program MBG adalah langkah nyata pemerintah yang harus kita dukung bersama. Masyarakat perlu lebih sadar akan pentingnya asupan gizi anak agar mereka tumbuh menjadi generasi yang kuat dan cerdas,” katanya.

Program nasional ini turut diperkuat oleh dukungan organisasi sosial dan keagamaan.

Gelombang dukungan lintas sektor ini memberi optimisme bahwa Program Makan Bergizi akan tumbuh sebagai gerakan moral dan sosial nasional yang memastikan setiap anak Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan siap memimpin masa depan. Semangat kebangsaan Sumpah Pemuda menjadi pengingat bahwa masa depan Indonesia berada di pundak generasi muda, yang hari ini sedang dibentuk melalui upaya menghapus gizi buruk dari negeri.

Dengan sinergi yang terus diperkuat, MBG diharapkan melaju tanpa kesalahan seperti harapan Hariqo, menghadirkan peluang ekonomi baru bagi masyarakat, sekaligus meneguhkan cita-cita Indonesia Emas 2045 dapat diraih dari meja makan anak bangsa. *

Rayakan Semangat Pemuda, Pemerintah Mantapkan Masa Depan Lewat MBG

Jakarta – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terus menunjukkan komitmen kuat dalam membangun masa depan generasi muda yang sehat dan produktif melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam momentum Hari Sumpah Pemuda, Presiden menegaskan bahwa semangat gotong royong yang diwariskan para pendiri bangsa kini diwujudkan dalam kebijakan yang nyata dan berdampak langsung bagi rakyat.

“Program ini lahir dari tekad kita untuk memastikan setiap anak Indonesia tumbuh sehat dan siap bersaing,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden menjelaskan bahwa hingga Oktober 2025, program MBG telah menjangkau lebih dari 36,7 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Ia menilai pencapaian tersebut merupakan hasil kerja keras lintas sektor untuk memperkuat fondasi sumber daya manusia sejak dini.

“Anak-anak harus makan yang bergizi, karena mereka adalah masa depan bangsa,” kata Presiden.

Ia menambahkan, pemerintah akan terus memperluas jangkauan dan memastikan kualitas pangan agar manfaat program dirasakan merata di seluruh daerah.

Lebih lanjut, Presiden menekankan bahwa MBG bukan hanya program bantuan sosial, melainkan investasi strategis untuk mencetak generasi unggul yang akan memimpin Indonesia di masa depan. Ia menilai kesehatan dan gizi menjadi kunci keberhasilan pembangunan jangka panjang.

“Kalau gizi anak-anak baik, maka masa depan bangsa juga akan kuat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Gigi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, berujar Pemerintah terus mempercepat pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia sebagai bagian dari program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Alhamdulillah, sampai hari ini sudah ada 13.245 SPPG yang terbangun, dan kita sedang mengejar target 14.000 unit di akhir Oktober 2025. Serta 25.400 unit hingga akhir Desember untuk wilayah aglomerasi,” ujar Dadan.

Selain itu, pemerintah juga mempercepat pembangunan SPPG di daerah terpencil dengan target 6.000 unit. Saat ini sekitar 4.770 unit telah terealisasi, dan sisanya akan segera diselesaikan.

Ini dilakukan agar seluruh masyarakat, termasuk di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), dapat menikmati manfaat program MBG. “Dari sini kita memastikan makanan sampai tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat sasaran kepada penerima manfaat,” ucap Dadan.

”Kita berikan semangat, evaluasi capaian, dan sosialisasi SOP terbaru agar program SPPG ini bisa dijalankan lebih efektif,” katanya.

Pemerintah menargetkan hingga akhir tahun 2025, pembangunan SPPG dapat menjangkau 82,9 juta penerima manfaat. Keberadaan SPPG diharapkan menjadi tulang punggung pelaksanaan program MBG.

Semangat Kolaborasi Warnai Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97

Jakarta – Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 tahun 2025 membawa pesan bahwa kejayaan Indonesia di masa depan harus diwujudkan melalui kolaborasi lintas elemen bangsa.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir mengatakan, dengan mengusung tema “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu”, pemerintah mengharapkan munculnya para pemuda-pemudi Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai patriotik, gigih, serta penuh empati.

“Semangat ini sejalan dengan arah pembangunan kepemudaan dalam RPJMN dan Asta Cita Prabowo – Gibran yang menegaskan pentingnya sinergi pusat dan daerah, peran organisasi kepemudaan, inovasi generasi muda, serta penguatan jejaring nasional dan global,” urai Menpora.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ini, imbuhnya, bukan hanya sekadar pengingat bagi para pemuda-pemudi masa kini tentang pentingnya persatuan.

“Tetapi juga menjadi pengikat misi para pemuda untuk membangun bangsa dengan nilai patriotik, gigih dan penuh empati,” tambah Menpora Erick.

Dalam puncak acara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 ditampilkan arahan Presiden Prabowo, dilanjutkan Sejarah Sumpah Pemuda dan pembacaan ikrar Sumpah Pemuda oleh Menpora Erick Thohir.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno menilai terciptanya suasana aman dan tertib selama peringatan Hari Sumpah Pemuda mencerminkan meningkatnya kesadaran publik terhadap pentingnya untuk senantiasa menjaga persatuan di tengah kondisi apapun.

Menurut Pratikno, semangat Sumpah Pemuda di masa kini bukan lagi hanya menjadi sebatas perjuangan yang dilakukan secara fisik semata seperti pada tokoh dan pahlawan dulu untuk melawan penjajah, melainkan justru di jaman sekarang, perjuangan dilakukan secara kolektif untuk senantiasa menjaga keutuhan bangsa di tengah derasnya arus informasi digital dan tekanan global.

Kesadaran publik untuk terus bersama-sama ikut dan berpartisipasi dalam menjaga kondusivitas tersebut menjadi bukti konkret bahwa semangat persatuan di jaman kini nyatanya masih hidup dalam jiwa masyarakat Indonesia.

Sementara itu, Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), A. M. Hendropriyono, menilai pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo – Gibran telah berkomitmen menjadikan generasi muda sebagai subjek pembangunan.

Menurutnya, dalam Kabinet Prabowo-Gibran, generasi muda bukan hanya simbol, tapi subjek pembangunan.

“Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh berhenti di satu golongan atau wilayah. Ini sejalan dengan semangat Kongres Pemuda 1928 yang menolak sekat kedaerahan dan menegaskan Indonesia sebagai satu kesatuan nasib,” jelasnya.

Lebih lanjut, Hendropriyono menegaskan semangat Sumpah Pemuda menjadi pondasi moral nasional dalam kepemimpinan Presiden Prabowo, dimana hanya bangsa yang bersatu yang dapat bertahan dalam kompetisi global.

“Nilai Sumpah Pemuda menuntut agar pemuda hari ini tidak hanya bersatu secara slogan, tetapi bersatu dalam produktivitas – menciptakan lapangan kerja, inovasi, dan teknologi yang membangun kemandirian bangsa,” pungkasnya.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-97: Semangat Generasi Muda Menjadi Penggerak Indonesia Bersatu

*Jakarta*- Peringatan Hari Sumpah pemuda (HSP) ke – 97 menjadi momentum bagi gererasi muda Indonesia untuk menjadi penggerak Indonesia agar tetap kokoh bersatu.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengatakan Pemuda Indonesia harus berani dan pantang meyerah dalam menghadapi tantangan zaman dengan ilmu, kerja keras, dan kejujuran dengan semangat yang sama: Indonesia harus berdiri tegak. Indonesia tidak boleh kalah.

Hal tersebut disampaikan Mendiktisaintek Brian Yuliarto dalam pidatonya saat memperingati Hari Sumpah pemuda ke-97 di Jakarta, Selasa, 28/10.

Menurutnya itu adalah kekuatan yang dimiliki bangsa Indonesia sehingga Indonesia dapat berdiri tegak meski bada datang.

“Itulah kekuatan bangsa kita. Kita butuh pemuda patriotik, gigih dan empati yang mencintai tanah air dengan tindakan nyata, yang tetap berdiri ketika badai datang,” ujar Menteri Brian di lapangan upacara kementerian, saat membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).

Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, agar para pemuda tidak takut bermimpi besar, tidak takut gagal, karena kita bukan pelengkap sejarah, namun penentu sejarah berikutnya.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) Ke-97 mengusung tema: Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu. Tema ini mengandung pesan bahwa kejayaan Indonesia di masa depan harus diwujudkan melalui kolaborasi lintas elemen bangsa.

Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Purwadi Arianto. Menurut Wamen PANRB Purwadi Arianto, Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober mengingatkan seluruh elemen pemuda Indonesia yang telah menebar semangat jiwa patriotisme dan berhasil melahirkan sebuah komitmen kebangsaan yaitu bertumpah darah satu tanah air Indonesia, berbangsa satu bangsa Indonesia dan menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia.

“Pemuda jangan takut bermimpi besar, jangan takut gagal, kalian bukan pelengkap sejarah tetapi kalian adalah penentu sejarah berikutnya, seperti yang selalu dinyatakan dan dicerminkan oleh Bapak Presiden” ujar Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Purwadi Arianto diJakarta.

Wamen Purwadi mengatakan bahwa dunia sudah bergerak cepat, pemuda dituntut untuk tetap optimis dalam membangun bangsa. Hal ini sejalan dengan kebijakan pembangunan sumber daya manusia dalam RPJMN yang menekankan penguatan karakter, produktivitas dan daya saing generasi muda.

“Diharapkan dengan semangat dan tekad serta dukungan teknologi, kita jaga api perjuangan dan buktikan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar” ujarnya.

Ditambahkannya seluruh masyarakat Indonesia harus menghormati jasa para pejuang muda dan jasa para pendiri bangsa dan jasa para pahlawannya agar sejarah kebangkitan pemuda dapat dimaknai dengan baik demi tercapainya kemajuan bangsa Indonesia.

Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 ini, Wakil Menteri PANRB mengharapkan setiap elemen masyarakat dapat menghormati jasa para pejuang muda, jasa para pendiri bangsa, dan para pahlawan yang sudah berjuang terdahulu. Sejarah kebangkitan pemuda dapat dimaknai secara utuh demi tercapainya kemajuan bangsa. “Kita tidak lagi mengangkat bambu runcing tetapi mengangkat ilmu, kerja keras dan kejujuran” tutupnya

Apresiasi Peringatan Sumpah Pemuda; Teguhkan Komitmen Generasi Muda Wujudkan Indonesia Emas 2045

Jakarta – Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 menjadi momentum reflektif bagi bangsa Indonesia untuk meneguhkan kembali semangat persatuan, gotong royong, dan dedikasi generasi muda dalam membangun negeri. Di tengah dinamika global yang kian kompleks, generasi muda diharapkan mampu menjadi motor penggerak inovasi, khususnya dalam menjaga kelestarian lingkungan dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming menyampaikan ajakan kepada generasi muda agar terus berinovasi dalam menjaga kelestarian alam dan memperkuat kemandirian bangsa. Dalam kegiatan penanaman mangrove di Taman Mangrove Ketapang, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (27/10), Wapres Gibran menegaskan pentingnya peran pemuda dalam menumbuhkan kesadaran ekologis dan tanggung jawab sosial. “Kan, saat ini Pak Presiden sangat concern masalah swasembada pangan, masalah pengairan, masalah pupuk, masalah bibit, lalu mekanisasi ada yang sudah pakai robot juga, terus peningkatan produksi, peningkatan panen,” ujar Gibran.

Menurutnya, kolaborasi antara pemuda, komunitas lokal, dan pemerintah menjadi kunci dalam memperkuat ketahanan nasional di bidang pangan dan energi. Salah satu upaya konkret adalah pengembangan energi surya bersama Koperasi Merah Putih yang difokuskan untuk mendukung sistem pengairan dan energi berkelanjutan.

“Pak Presiden sudah ada perintah juga terkait solar panel dengan koperasi merah putih, saya kira ini menjadi ide baik nanti untuk bisa dikembangkan ke depan,” tambah Gibran.

Di kesempatan berbeda, Menteri Sosial Saefullah Yusuf menyampaikan bahwa nilai gotong royong yang diwariskan dari Sumpah Pemuda menjadi dasar penting dalam pelaksanaan berbagai program prioritas pemerintah. Ia menilai semangat tersebut sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 yang menempatkan manusia sebagai pusat pembangunan.

“Semangat gotong royong ala Sumpah Pemuda sangat dibutuhkan untuk mendukung program seperti Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, dan ketahanan pangan nasional menuju Indonesia Emas 2045,” tegas Saefullah Yusuf.

Peringatan Sumpah Pemuda juga menjadi ajang memperkuat sinergi lintas sektor. Pemerintah mendorong partisipasi aktif masyarakat dan generasi muda melalui berbagai program sosial seperti Sekolah Rakyat dan Makan Bergizi Gratis (MBG). Kedua program ini menjadi simbol nyata keberpihakan negara terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemerataan kesejahteraan di seluruh daerah.

Saefullah Yusuf menuturkan bahwa Sekolah Rakyat akan terus diperluas sebagai model pendidikan berkeadilan bagi keluarga kurang mampu.

“Sekolah Rakyat hadir agar anak-anak dari keluarga kurang mampu mendapatkan pendidikan yang layak dan berkarakter sosial kuat. Program ini mengintegrasikan kurikulum akademik dengan pembentukan karakter dan kepemimpinan agar lahir generasi yang tangguh dan berjiwa sosial tinggi, ” pungkasnya.

Sementara itu, Anggota DPR RI Mukhamad Misbakhun menilai bahwa keberhasilan Program MBG mencerminkan semangat keadilan sosial sebagaimana diamanatkan dalam Sumpah Pemuda.

“Program MBG adalah manifestasi nyata semangat Sumpah Pemuda untuk keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

Ia menambahkan, dengan keterlibatan pemuda dalam berbagai inisiatif pembangunan, Indonesia semakin siap menghadapi tantangan global. Perpaduan antara kebijakan pemerintah dan inovasi generasi muda diyakini akan menjadi fondasi kuat bagi terwujudnya Indonesia yang berdaulat, maju, dan berkelanjutan.

Peringatan Sumpah Pemuda ke-97 tahun ini bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi menjadi pengingat bahwa semangat persatuan dan inovasi anak bangsa akan selalu menjadi energi utama dalam perjalanan menuju Indonesia Emas 2045. (*)

Peringatan Pelaksanaan Sumpah Pemuda Momentun Penting Membangun Sinergi Pusat dan Daerah

Jakarta, Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 97, mengingatkan seluruh elemen pemuda Indonesia yang telah menebar semangat jiwa patriotisme dan berhasil melahirkan sebuah komitmen kebangsaan yaitu bertumpah darah satu tanah air Indonesia, berbangsa satu bangsa Indonesia dan menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia. Diera globalisasi saat ini peringatan Hari Sumpah Pemuda yang ke 97 sebagai tonggak dalam membangun sinergi antara pusat dan daerah.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Tohir menyampaikan, peringatan Hari Sumpah Pemuda mengandung semangat sejalan dengan arah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional. Hal itu disampaikan saat memberikan sambutan pada HSP ke 97 di Hall Basket, Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta.

Erick Tohir menyampaikan peringatan HSP ke-97 Tahun 2025 ini mengambil tema “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu”. Tema ini mengandung pesan bahwa kejayaan Indonesia di masa depan harus diwujudkan melalui kolaborasi lintas elemen bangsa.

“Semangat ini sejalan dengan arah pembangunan kepemudaan dalam RPJMN dan Asta Cita yang menegaskan pentingnya sinergi pusat dan daerah, peran organisasi kepemudaan, inovasi generasi muda, serta penguatan jejaring nasional dan global,” urai Menpora.

“Pembangunan kepemudaan untuk mewujudkan kemajuan Indonesia membutuhkan kolaborasi, sinergi, dan kebersamaan antar pemangku kepentingan baik di tingkat pusat maupun daerah,” imbuh Menpora Erick.

Sedangkan Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Purwadi Arianto mengatakan pemuda harus memiliki mimpi besar dan janga takut gagal, pemuda bukan pelengkap sejarah, tetapi sebagai penentu sejarah bangsa.

“Pemuda jangan takut bermimpi besar, jangan takut gagal, kalian bukan pelengkap sejarah tetapi kalian adalah penentu sejarah berikutnya, seperti yang selalu dinyatakan dan dicerminkan oleh Bapak Presiden” ujar.

Lebih lanjut Wamen Purwadi mengatakan bahwa dunia sudah bergerak cepat, pemuda dituntut untuk tetap optimis dalam membangun bangsa. Hal ini sejalan dengan kebijakan pembangunan sumber daya manusia dalam RPJMN yang menekankan penguatan karakter, produktivitas dan daya saing generasi muda.

“Diharapkan dengan semangat dan tekad serta dukungan teknologi, kita jaga api perjuangan dan buktikan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar” ujarnya.

Sedangkan Menurut Guru Besar Sekolah Tinggi Intelijen Hendrapriyono, menyampaikan bahwa Sumpah Pemuda mengandung tiga pilar utama:

Pertama ⁠Satu Tanah Air: pengakuan terhadap wilayah Indonesia sebagai satu kesatuan geopolitik yang harus dipertahankan bersama.
Kedua, ⁠Satu Bangsa: pengakuan terhadap identitas kolektif bangsa Indonesia, melampaui identitas kesukuan.
Ketiga Satu Bahasa Persatuan: penegasan bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dan simbol integrasi nasional.

“makna terdalamnya adalah kesetiaan kepada persatuan” ujarnya. Ia menolak fragmentasi, sekat kedaerahan, dan kepentingan sempit. Di situlah letak keabadiannya: meski bentuk zaman berubah, nilai dasarnya tetap relevan – bahwa bangsa ini hanya kuat bila bersatu.