Peringatan Sumpah Pemuda ke-97: Komitmen Bangun Generasi Muda Lewat Sekolah Rakyat

 

Jakarta – Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 tahun 2025 menjadi momentum reflektif bagi bangsa Indonesia untuk memperkuat semangat persatuan dan meneguhkan tekad membangun generasi muda unggul. Di berbagai kementerian, upacara berlangsung khidmat dengan pesan senada bahwa pemuda Indonesia harus tangguh, berilmu, dan berkarakter dalam menghadapi tantangan zaman.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, menyerukan agar semangat perjuangan para pemuda 1928 diwujudkan dalam kerja keras dan integritas.

“Kita butuh pemuda patriotik, gigih, dan empati yang mencintai tanah air dengan tindakan nyata, yang tetap berdiri ketika badai datang,” ujar Menteri Brian saat membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga di halaman kantor kementerian, Selasa (28/10).

Brian juga mengingatkan pesan Presiden Prabowo Subianto agar para pemuda tidak takut bermimpi besar dan tidak takut gagal, sebab generasi sekarang bukan pelengkap sejarah, melainkan penentu sejarah berikutnya.

“Itulah kekuatan bangsa kita. Indonesia tidak boleh kalah,” tegasnya.

Peringatan tahun ini mengusung tema “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu”, yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas elemen bangsa untuk memajukan Indonesia. Upacara juga diikuti oleh jajaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) serta Kementerian Kebudayaan (Kemenbud).

Mendikdasmen Abdul Mu’ti menambahkan bahwa semangat Sumpah Pemuda harus diwujudkan dengan kebanggaan terhadap bahasa, budaya, dan persatuan Indonesia.

“Mari kita bersama-sama, khususnya generasi muda, meningkatkan semangat ke-Indonesiaan. Dengan semangat itu, kita bisa menjadi Indonesia sebagaimana ditetapkan para pendiri bangsa,” ujarnya.

Mendikdasmen juga menekankan kebijakan Trigatra Bahasa: mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing sebagai bentuk kesiapan menghadapi dunia global.

Di sisi lain, Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang memimpin upacara di Museum Sumpah Pemuda menyerukan agar generasi muda meneladani keberanian pemuda 1928 dalam konteks kekinian.

“Hari ini tugas kita berbeda, kita tak lagi mengangkat bambu runcing, tapi mengangkat ilmu, kerja keras, dan kejujuran. Namun semangatnya tetap sama, Indonesia harus berdiri tegak. Indonesia tak boleh kalah,” kata Fadli.

Semangat Sumpah Pemuda juga terasa di daerah. Puluhan pelajar Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 2 Aceh Besar menggelar upacara dengan khidmat sebagai bagian dari pendidikan karakter dan nasionalisme.

Wakil Kepala SRMA 2 Aceh Besar, Nurul Aufa, mengatakan peringatan ini bertujuan menanamkan nilai perjuangan dan cinta tanah air di kalangan pelajar.

“Dari upacara ini diharap tertanam jiwa nasionalis dan semangat pemuda dalam diri pelajar guna memberikan kontribusi sebagai generasi muda,” ujarnya.

Program Sekolah Rakyat, yang diinisiasi langsung oleh Presiden Prabowo, kini telah berdiri di 165 lokasi dan menjadi simbol pemerataan pendidikan nasional. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut, pemerintah ingin memastikan semua anak Indonesia mendapat hak pendidikan yang sama.

“Bapak Presiden ingin semua anak-anak Indonesia berhak dan dapat bersekolah. Yang dulu tidak sempat sekolah karena kesulitan ekonomi, kini diberi kesempatan lagi untuk belajar dan berlatih keterampilan,” jelas Teddy.

Senada, Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Robben Rico menjelaskan, Sekolah Rakyat lahir dari kepedulian Presiden terhadap lambatnya penurunan angka kemiskinan dan tingginya jumlah anak tidak sekolah.

“Sebagian besar anak putus sekolah karena alasan ekonomi. Program Sekolah Rakyat diharapkan menjawab persoalan itu melalui pendidikan gratis berasrama yang komprehensif,” katanya.

Peringatan Sumpah Pemuda tahun ini menegaskan bahwa semangat 1928 tidak hanya diperingati lewat seremoni, tetapi diwujudkan dalam langkah konkret membangun generasi muda melalui pendidikan yang merata, berkarakter, dan berkeadilan sosial sebagaimana cita-cita Presiden Prabowo dalam mewujudkan Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045.

[]

Merajut Semangat Sumpah Pemuda, Prabowo-Gibran Siapkan Generasi Tangguh Lewat Asta Cita

Jakarta — Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 pada 28 Oktober 2025, semangat membangun generasi muda Indonesia yang unggul kembali menjadi sorotan utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Melalui dua program unggulan dalam Asta Cita — Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Rakyat — pemerintah menunjukkan keseriusan dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, dan berkarakter.

Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai program MBG sebagai bentuk keberpihakan negara kepada rakyat kecil. “Ini bukan sekadar kebijakan populis, tetapi investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi Indonesia muda yang sehat dan kuat,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa perbaikan gizi nasional akan berdampak langsung pada peningkatan produktivitas dan daya saing bangsa di masa depan.

Selain memperhatikan aspek gizi, pemerintahan Prabowo-Gibran juga memperkuat pondasi pendidikan melalui program Sekolah Rakyat. Program ini diinisiasi sebagai bagian dari Asta Cita yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemerataan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya Kementerian Sosial dalam memperluas akses pendidikan yang berkeadilan. “Melalui Sekolah Rakyat, kita ingin menanamkan karakter sosial dan semangat kebersamaan sejak dini, agar generasi muda tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki empati sosial yang tinggi,” jelasnya.

Program ini menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu agar mereka memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh pendidikan berkualitas. Kepala Sentra Paramita Mataram, Arif Rohman, menegaskan bahwa Sekolah Rakyat hadir untuk mewujudkan pemerataan pendidikan di seluruh wilayah Indonesia. “Kami ingin memastikan tidak ada anak Indonesia yang tertinggal hanya karena keterbatasan ekonomi. Sekolah Rakyat menjadi jalan pemerataan bagi generasi muda di seluruh pelosok negeri,” ujarnya.

Kehadiran program MBG dan Sekolah Rakyat menunjukkan kesinambungan visi pemerintahan Prabowo-Gibran untuk mencetak sumber daya manusia unggul, yang menjadi prioritas utama dalam Asta Cita. Momentum Hari Sumpah Pemuda tahun ini pun menjadi simbol penting bagi semangat kolektif membangun bangsa melalui pemberdayaan generasi muda.

Dengan memastikan gizi seimbang dan akses pendidikan merata, pemerintah berupaya menanamkan nilai-nilai nasionalisme, kerja keras, dan kepedulian sosial yang selaras dengan semangat Sumpah Pemuda 1928. Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi penerus bangsa, tetapi juga pelaku utama dalam mewujudkan Indonesia yang maju, berdaulat, dan berkeadilan.

Melalui implementasi nyata Asta Cita, pemerintahan Prabowo-Gibran membuktikan bahwa membangun masa depan bangsa dimulai dari menyiapkan generasi muda hari ini — generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter kuat demi mewujudkan cita-cita besar menuju Indonesia Emas 2045. (*)

Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2025 : Semangat Persatuan dan Cita-Cita Prabowo Membangun Indonesia

Salah satu program unggulan pemerintahan Prabowo yang mendapat sorotan adalah Sekolah Rakyat, sebuah inisiatif pendidikan inklusif yang memberikan akses belajar kepada anak-anak dari berbagai latar belakang sosial dan ekonomi.

Dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara, Jakarta, beberapa waktu lalu, Presiden Prabowo menyebut pendidikan sebagai bentuk investasi jangka panjang yang paling penting bagi masa depan bangsa.

Selain pendidikan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menjadi pilar penting dalam kebijakan sosial pemerintah. Program ini bertujuan memastikan semua anak Indonesia mendapatkan asupan gizi seimbang demi tumbuh kembang optimal.

“Program ini dirancang tidak hanya untuk mengatasi persoalan gizi, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia dan masa depan bangsa,” ungkap Presiden Prabowo.

Senada, Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, mengatakan program MBG adalah bentuk nyata keberpihakan negara kepada rakyat kecil.

“Ini investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi Indonesia muda yang sehat dan kuat menuju Indonesia Emas 2045,” imbuhnya.

Tidak kalah penting, pemerintahan Prabowo juga fokus pada kemandirian pangan melalui program Swasembada Pangan. Melalui dukungan pada petani lokal dan teknologi pertanian modern, Indonesia diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, menilai keberhasilan menuju swasembada tidak hanya bergantung pada produksi, tetapi juga pada inovasi dan peran generasi muda.

“Transformasi pertanian harus melibatkan digitalisasi dan kreativitas anak muda. Kita ingin pertanian menjadi sektor yang menarik, modern, dan berdaya saing,” ucap Wapres.

Di sisi lain, untuk menjawab tantangan dunia kerja, pemerintah meluncurkan Program Magang Nasional yang memberikan kesempatan kepada generasi muda memperoleh pengalaman kerja langsung di berbagai sektor industri.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, mengatakan Pemerintah mempercepat pelaksanaan Program Magang Nasional sebagai bagian dari strategi besar peningkatan kualitas tenaga kerja muda di Indonesia.

Menurutnya, program ini menjadi salah satu upaya nyata pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam menyiapkan generasi muda menghadapi dunia kerja dengan kompetensi yang lebih matang.

Dengan sinergi program-program tersebut, Hari Sumpah Pemuda ke-97 bukan hanya peringatan sejarah, melainkan momentum memperkuat tekad bangsa menuju Indonesia yang lebih maju, mandiri, dan berdaulat.

Pemerintahan Prabowo optimis bahwa melalui pendidikan, pangan, dan peluang kerja yang merata, cita-cita para pemuda pada 28 Oktober 1928 akan terwujud dengan nyata. (*)

Dari Sumpah Pemuda ke Asta Cita, Prabowo–Gibran Wujudkan Generasi Emas

Jakarta — Peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2025, semangat kebangkitan generasi muda kembali menemukan maknanya dalam kerja nyata pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Melalui berbagai program prioritas dalam kerangka Asta Cita, pemerintah menunjukkan kesungguhan untuk membangun generasi muda yang unggul, sehat, dan berdaya saing global.

Dari pendidikan hingga ketahanan pangan, kebijakan pemerintah tidak berhenti pada slogan, tetapi diwujudkan dalam program konkret yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat muda di seluruh pelosok negeri. Salah satu yang paling terasa adalah Program Sekolah Rakyat, Swasembada Pangan berbasis petani milenial, serta Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar anak-anak dan remaja usia sekolah.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan, Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya Kementerian Sosial dalam meningkatkan akses pendidikan yang berkeadilan dan menanamkan karakter sosial bagi generasi muda.

“Program tersebut merupakan bagian dari upaya Kementerian Sosial dalam meningkatkan akses pendidikan yang berkeadilan serta menanamkan karakter sosial bagi generasi muda,” ujarnya.

Senada, Kepala Sentra Paramita Mataram, Arif Rohman, menyebut Sekolah Rakyat hadir agar generasi muda dari keluarga kurang mampu dapat mengenyam pendidikan seperti anak-anak dari keluarga yang mampu secara ekonomi.

“Sekolah Rakyat ini hadir agar generasi muda dari keluarga kurang mampu dapat mengenyam pendidikan seperti anak-anak dari keluarga yang mampu secara ekonomi. Pemerataan pendidikan menjadi landasan utama program ini hadir di tengah masyarakat,” katanya.

Selain pendidikan, pemerintahan Prabowo–Gibran juga membuka ruang luas bagi anak muda untuk terjun ke sektor pertanian modern. Transformasi pertanian kini tak lagi dipandang kuno, tetapi menjadi ruang inovasi dan teknologi yang digerakkan generasi muda.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming menekankan bahwa pertanian masa depan harus menarik bagi anak muda dan berbasis teknologi.

“Transformasi pertanian harus melibatkan digitalisasi dan kreativitas anak muda. Kita ingin pertanian menjadi sektor yang menarik, modern, dan berdaya saing,” tegas Gibran.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pun mengajak organisasi kepemudaan dan masyarakat untuk ikut membangun kemandirian pangan melalui generasi muda.

“Kami mengajak luntuk menjadi bagian dari kebangkitan pertanian nasional. Gerakan ini diharapkan menjadi penggerak utama program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan melalui pemberdayaan petani milenial,” ujarnya.

Sementara di bidang kesehatan dan gizi, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan investasi jangka panjang untuk kualitas generasi muda Indonesia.

“Program Makan Bergizi Gratis merupakan langkah strategis pemerintah untuk memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat dan cerdas. Program ini dirancang tidak hanya untuk mengatasi persoalan gizi, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia dan masa depan bangsa,” tegas Presiden Prabowo.

Momentum Sumpah Pemuda tahun ini menjadi refleksi bahwa semangat kebangsaan tidak hanya hidup dalam kata-kata, tetapi hadir nyata dalam kebijakan yang berpihak kepada masa depan anak muda Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. []

Sumpah Pemuda Momentum Pemerintah Pragib Ciptakan Sumber Daya Manusia Unggul

Jakarta – Peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober menjadi momentum penting bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk mempercepat pembangunan sumber daya manusia unggul. Pemerintah terus melakukan akselerasi melalui program magang nasional guna menciptakan generasi muda yang tangguh dan mampu berkompetisi di tengah ketidakpastian situasi global.

Hari Senin (20/10/2025) adalah hari pertama dimulainya program Pemagangan Nasional Lulusan Perguruan Tinggi Batch I alias magang kerja bergaji upah minimum kota/kabupaten. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat, ada 1.668 perusahaan mendaftar dengan total usulan 26.181 posisi magang.

Menteri Tenaga Kerja Yassierli mengatakan pemerintah menciptakan program magang nasional sebagai bagian strategi dari peningkatan kualitas tenaga kerja muda Indonesia.

Pemerintah akan terus meningkatkan kualitas masyarakat melalui program-program yang tepat. Tenaga kerja muda merupakan usia produktif dan mampu berkopetisi. Magang nasional akan terus dilaksanakan untuk mencetak tenaga muda yang siap bersaing. Program magang nasional bergaji itu ditargetkan bisa dimulai pada pertengahan November 2025 nanti.

” Untuk Batch I ini, pemerintah membuka kuota bagi 20.000 peserta magang bergaji tersebut” katanya.

Dengan begitu, ujar Yassierli, target 100.000 peserta magang nasional dapat tercapai tahun 2025 ini.

Jelang hari Sumpah Pemuda Pemerintah, Kabupaten Nabire kembali memperluas layanan program Makan Bergizi (MBG) dengan meresmikan Dapur Sekolah Penggerak Pangan Gizi (SPPG) Siriwini 01 pada Senin, 13 Oktober 2025.

Peresmian dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Nabire, Burhanuddin Pawennari, menandai dapur ketiga yang resmi beroperasi di wilayah tersebut. Dalam sambutannya, Burhanuddin menyampaikan rasa bangga atas terselenggaranya program yang menjadi bagian dari kebijakan nasional dalam pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi anak usia sekolah. Ia menegaskan bahwa dapur SPPG bukan sekadar tempat penyedia makanan, melainkan wujud nyata investasi bagi masa depan generasi muda.

“Program makanan bergizi ini bukan sekadar bagi-bagi makanan, tetapi merupakan investasi masa depan bangsa. Anak-anak yang tumbuh dengan gizi yang cukup akan menjadi generasi yang cerdas, kuat, dan pintar,” ungkapnya.

Program ini diharapkan mampu menjangkau lebih dari 870 siswa dari tiga sekolah penerima manfaat, yaitu TK Al Muhajirin (58 siswa), TK Raudhatul Athfal Smoker (135 siswa), dan SD Negeri Inpres Siriwini (677 siswa).

Ke depan, sejumlah program terus dioptimalkan guna meningkatkan kualitas hidup generasi muda di masa depan.***

Apresiasi Aparat Keamanan atas Ketegasan TNI Tumpas OPM demi Papua Damai dan Aman

PAPUA – Keberhasilan TNI dalam menumpas kelompok separatis bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) di wilayah Pegunungan Tengah Papua mendapat apresiasi luas dari berbagai kalangan. Langkah tegas dan terukur aparat keamanan (Apkam) dinilai sebagai bukti nyata komitmen negara dalam menjaga kedaulatan serta menghadirkan kedamaian di Bumi Cenderawasih.

Komando Operasi (Koops) Habema memastikan bahwa Undius Kogoya, Panglima Kodap VIII Soanggama, tewas dalam operasi penegakan hukum pada 22 Oktober 2025. Kematian tokoh penting jaringan OPM ini menjadi simbol keberhasilan TNI dalam menegakkan hukum secara profesional dan melindungi masyarakat dari ancaman kekerasan bersenjata. Pangkoops Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto, menyebut operasi tersebut dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan berlandaskan pada prinsip kemanusiaan.

“Operasi ini tidak hanya menegakkan hukum, tetapi juga memastikan rakyat Papua dapat hidup damai dan terlindungi. Keselamatan masyarakat adalah hukum tertinggi bagi kami,” ujar Mayjen Lucky Avianto di Intan Jaya.

Dari laporan lapangan, Undius Kogoya diketahui melarikan diri dalam kondisi terluka setelah kontak tembak di Kampung Soanggama pada 15 Oktober 2025. Dalam operasi tersebut, 14 anggota kelompoknya berhasil dilumpuhkan tanpa menimbulkan korban dari warga sipil. Setelah kehilangan dukungan masyarakat dan logistik, Undius akhirnya meninggal di wilayah Wandai.

Keberhasilan ini disambut gembira oleh masyarakat setempat. Tokoh masyarakat Soanggama, Marinus Lawiya, menuturkan bahwa warga kini bisa beraktivitas dengan tenang. “Dulu kami takut ke kebun karena sering diancam. Sekarang setelah TNI hadir, kami bisa tidur nyenyak dan mulai membangun kampung kembali,” ungkapnya penuh haru.

Pemerintah juga memberikan apresiasi atas ketegasan aparat dalam menjaga stabilitas keamanan. Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional, Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, menilai operasi di Papua menunjukkan profesionalisme tinggi prajurit TNI dalam menegakkan hukum tanpa melanggar nilai-nilai kemanusiaan.

“Langkah TNI di Papua adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi seluruh warga, tanpa membeda-bedakan asal dan latar belakangnya,” tegas Dudung di Jakarta.

Selain di Intan Jaya, operasi serupa juga berhasil menumpas kelompok OPM pimpinan Lamek Alipky Taplo di Kiwirok, Pegunungan Bintang. Keberhasilan beruntun ini mempersempit ruang gerak kelompok bersenjata dan memperkuat optimisme bahwa Papua akan segera pulih sepenuhnya.

Kini, wilayah Intan Jaya mulai bangkit. Proyek pembangunan jalan Trans Papua kembali berjalan, pasokan listrik aktif hingga 12 jam per hari, dan aktivitas ekonomi masyarakat perlahan menggeliat. Masyarakat menyebut keberhasilan TNI sebagai tonggak baru menuju Papua yang aman, damai, dan sejahtera.

Seperti disampaikan Mayjen Lucky Avianto, “Kami akan terus menjaga keamanan Papua agar seluruh rakyat bisa merasakan kedamaian. Inilah wujud nyata pengabdian TNI untuk Indonesia.”

Dengan keberhasilan ini, apresiasi terhadap aparat keamanan terus mengalir. Penegakan hukum yang dilakukan dengan ketegasan, kemanusiaan, dan keberpihakan kepada rakyat menjadi bukti bahwa Papua kini melangkah menuju babak baru: Papua damai dalam pangkuan Indonesia.

Operasi Terukur Aparat Lumpuhkan Pimpinan OPM, Papua Berangsur Kondusif

Jakarta — Kematian salah satu pimpinan kelompok separatis OPM di Yahukimo, Papua, menjadi sorotan publik setelah aparat keamanan melakukan operasi terukur menggunakan pesawat nirawak atau drone pada akhir Oktober 2025.

Insiden tersebut menandai kelanjutan upaya penegakan hukum terhadap kelompok bersenjata yang kerap melakukan aksi kekerasan di wilayah Papua. TNI-Polri memastikan operasi dilakukan secara profesional untuk menjaga stabilitas keamanan dan melindungi masyarakat sipil di daerah rawan konflik.

Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional, Dudung Abdurachman, menyampaikan bahwa insiden ledakan yang menewaskan tokoh OPM tersebut terjadi akibat bom yang dijatuhkan melalui pesawat nirawak. Menurut informasi yang ia terima dari Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal Maruli Simanjuntak, bom tersebut awalnya tidak meledak ketika mendarat, namun kemudian meledak saat ditemukan oleh kombatan OPM.

“Tokoh kelompok bersenjata lalu menemukan bom itu, pada saat ditemukan baru meledak,” ujar Dudung, Sabtu (25/10/2025).

Ia menilai peristiwa tersebut sebagai takdir, mengingat kelompok bersenjata itu selama ini menimbulkan penderitaan bagi masyarakat, termasuk tenaga kesehatan dan guru yang mengabdi di Papua.

“Jadi memang sudah nasibnya, bayangkan kalau yang menemukan itu anak-anak,” tambahnya.

Dudung menegaskan bahwa kehadiran pasukan TNI di Papua semata-mata untuk mendukung kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan dan memberikan perlindungan bagi warga. Ia menyebut situasi di Papua masih menghadapi gejolak akibat ulah kelompok bersenjata, namun aparat tetap menjalankan operasi dengan prinsip terukur dan profesional.

Sebelumnya, Komandan OPM wilayah Kodap XV Ngalum Kupel, Lamek Alipky Taplo, dilaporkan tewas dalam operasi kontra TNI Koops Swasembada di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, pada Minggu (19/10/2025).

Asisten Intelijen Teritorial Koops Swasembada Papua, Letnan Kolonel Inf Renaldy H, menjelaskan bahwa operasi ini merupakan tindak lanjut atas laporan intelijen mengenai aktivitas kelompok bersenjata di wilayah tersebut.

“Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemulihan stabilitas keamanan di wilayah perbatasan negara, khususnya di Distrik Kiwirok,” ujar Renaldy.

Ia menambahkan bahwa tewasnya Lamek Taplo merupakan pukulan telak bagi struktur OPM di wilayah Pegunungan Bintang. Taplo dikenal sebagai sosok yang aktif melakukan aksi teror, pemerasan, dan intimidasi terhadap masyarakat sipil.

Pascaoperasi tersebut, kondisi keamanan di Distrik Kiwirok dilaporkan berangsur kondusif. Aparat gabungan TNI-Polri tetap bersiaga dan melakukan patroli di sejumlah titik strategis untuk mencegah gangguan keamanan lanjutan.

“Aparat gabungan terus melakukan pengamanan dan patroli untuk memastikan situasi tetap aman dan masyarakat bisa beraktivitas dengan tenang,” pungkasnya. * * *

Kedamaian Papua Terjaga Berkat Pendekatan Humanis Aparat Keamanan

Oleh : Loa Murib

Upaya menjaga stabilitas keamanan di Tanah Papua kembali menunjukkan hasil nyata melalui keberhasilan Tentara Nasional Indonesia (TNI) menumpas kelompok separatis bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) di wilayah Pegunungan Tengah. Keberhasilan tersebut bukan hanya mencerminkan ketegasan aparat keamanan, tetapi juga menggambarkan perubahan paradigma dalam menjaga kedamaian di Papua—yakni dengan mengedepankan pendekatan humanis yang mengutamakan keselamatan rakyat.

Operasi yang dipimpin Pangkoops Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto, menjadi tonggak penting dalam penegakan hukum terhadap kelompok bersenjata yang selama ini meresahkan masyarakat. Dalam operasi yang berlangsung pada 22 Oktober 2025, TNI berhasil melumpuhkan Undius Kogoya, salah satu tokoh penting OPM yang menjabat sebagai Panglima Kodap VIII Soanggama. Keberhasilan ini tidak datang secara instan, melainkan melalui perencanaan matang, strategi presisi, dan disiplin tinggi dalam menjaga agar setiap tindakan di lapangan tetap berorientasi pada perlindungan warga sipil.

Pendekatan yang diterapkan aparat keamanan di Papua saat ini tidak lagi bersifat represif, melainkan menekankan pada keseimbangan antara ketegasan dan kemanusiaan. TNI dan Polri memahami bahwa stabilitas keamanan hanya dapat bertahan lama jika masyarakat merasa dilindungi, bukan ditakuti. Oleh sebab itu, setiap operasi di lapangan dijalankan dengan prinsip kehati-hatian dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Pendekatan inilah yang membedakan penanganan konflik Papua saat ini dibandingkan masa lalu.

Selepas kontak tembak di Kampung Soanggama pada 15 Oktober 2025, Undius Kogoya melarikan diri dalam kondisi terluka bersama kelompoknya. TNI terus melakukan pengejaran dengan strategi menutup seluruh jalur pelarian tanpa merugikan warga. Hasilnya, kelompok tersebut berhasil dilumpuhkan tanpa ada korban sipil. Keberhasilan ini disambut dengan rasa lega oleh masyarakat yang selama ini hidup dalam ancaman kekerasan. Rasa aman kini kembali tumbuh, menjadi bukti bahwa operasi keamanan yang dijalankan dengan cara humanis mampu menciptakan kedamaian sejati.

Dengan membaiknya situasi keamanan, kehidupan masyarakat di Intan Jaya berangsur normal. Petani kembali ke kebun, anak-anak dapat bersekolah dengan tenang, dan pasar rakyat kembali ramai. Pemerintah daerah bersama aparat keamanan kini berfokus pada pemulihan sosial dan percepatan pembangunan infrastruktur yang sempat tertunda. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan aparat keamanan bukan hanya menghapus ancaman bersenjata, tetapi juga membuka ruang bagi percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Apresiasi terhadap keberhasilan aparat keamanan juga datang dari berbagai pihak, termasuk pemerintahan pusat. Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional, Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, menilai bahwa langkah TNI di Papua mencerminkan profesionalisme prajurit dalam menjalankan mandat konstitusi. Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata negara hadir untuk melindungi rakyat dan menjaga kedaulatan wilayah, sekaligus menandai komitmen pemerintah dalam mengakhiri konflik dengan cara yang berkeadilan dan bermartabat.

Kebijakan keamanan di Papua kini bukan hanya simbol kekuatan militer, melainkan manifestasi dari tanggung jawab negara dalam menegakkan perdamaian. Pemerintah memahami bahwa keamanan dan pembangunan tidak dapat dipisahkan. Keamanan menciptakan stabilitas, sedangkan pembangunan menghadirkan kesejahteraan. Keduanya menjadi fondasi utama bagi Papua untuk tumbuh sejajar dengan daerah lain di Indonesia.

Keberhasilan operasi di Intan Jaya juga membawa dampak positif bagi kelangsungan pembangunan di wilayah Pegunungan Tengah. Jalan Trans Papua yang sempat tertunda kini dapat kembali dikerjakan, memudahkan mobilitas warga dan distribusi logistik. Di beberapa kampung, pasokan listrik aktif lebih lama dan aktivitas perdagangan kembali menggeliat. Kondisi ini menjadi bukti bahwa kedamaian yang dijaga aparat keamanan memiliki efek langsung terhadap kemajuan ekonomi masyarakat.

Pemerintah pusat terus berupaya memastikan hasil operasi keamanan berlanjut pada proses rekonstruksi sosial dan ekonomi. Kementerian dan lembaga terkait bersinergi dengan TNI, Polri, dan pemerintah daerah untuk memperkuat infrastruktur dasar, membuka lapangan kerja, serta memberikan akses pendidikan dan kesehatan yang lebih merata. Pendekatan menyeluruh ini memperlihatkan bahwa penyelesaian masalah Papua dilakukan melalui kombinasi antara keamanan, kesejahteraan, dan keadilan sosial.

Selain di Intan Jaya, operasi di Pegunungan Bintang yang menargetkan kelompok pimpinan Lamek Alipky Taplo juga menunjukkan hasil positif. Keberhasilan ini semakin mempersempit ruang gerak kelompok bersenjata dan memulihkan kepercayaan publik terhadap negara. Masyarakat kini melihat bahwa Papua tidak lagi menjadi wilayah dengan ketidakpastian, melainkan bagian integral dari Indonesia yang terus dijaga agar damai dan sejahtera.

Ketegasan TNI dan Polri dalam menumpas kelompok separatis bukanlah bentuk kekerasan, melainkan wujud tanggung jawab negara dalam menjamin hak hidup damai bagi seluruh rakyat Indonesia. Prinsip ini menjadi pondasi moral dalam setiap langkah aparat keamanan di Papua. Melalui kombinasi antara tindakan tegas dan pendekatan humanis, aparat keamanan berhasil menciptakan rasa aman yang berkelanjutan tanpa harus mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan.

Apresiasi masyarakat terhadap keberhasilan aparat keamanan menjadi tanda bahwa pendekatan humanis telah diterima dan dipercaya. Ketika rakyat merasa dilindungi, ketika anak-anak dapat bersekolah tanpa rasa takut, dan ketika aktivitas ekonomi berjalan normal, di sanalah makna sejati dari kedamaian. Papua kini menatap masa depan dengan optimisme baru—damai, aman, dan sejahtera di bawah perlindungan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

*Penulis adalah Mahasiswa Papua di Jawa Timur

Aparat Keamanan Tegas dan Humanis Jaga Kedamaian Bumi Cenderawasih

Oleh : Yohanes Wandikbo )*

Keberhasilan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam menumpas kelompok separatis bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) di wilayah Pegunungan Tengah Papua mendapat apresiasi luas dari berbagai kalangan. Ketegasan dan profesionalisme aparat keamanan dalam menjalankan operasi penegakan hukum tersebut menjadi bukti nyata bahwa negara hadir sepenuhnya untuk melindungi rakyat dan menjaga kedaulatan wilayah Republik Indonesia.

Operasi yang dipimpin oleh Pangkoops Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto, berhasil menumpas salah satu tokoh penting jaringan OPM, Undius Kogoya, yang diketahui sebagai Panglima Kodap VIII Soanggama. Operasi yang berlangsung pada 22 Oktober 2025 itu merupakan puncak dari serangkaian langkah strategis yang dilakukan TNI dengan penuh perencanaan dan kehati-hatian. Pendekatan yang digunakan tidak hanya menekankan aspek militer, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kemanusiaan agar keselamatan warga sipil tetap terjamin.

Keberhasilan ini menunjukkan bahwa penegakan hukum di Papua kini dilakukan dengan cara yang lebih terukur, presisi, dan berorientasi pada perlindungan rakyat. Dalam beberapa tahun terakhir, TNI dan Polri mengubah paradigma pendekatan keamanan di Papua dari sekadar operasi militer menjadi operasi kemanusiaan berbasis perlindungan masyarakat. Prinsip tersebut menjadi pedoman dalam setiap tindakan di lapangan sehingga keamanan dapat ditegakkan tanpa menimbulkan korban dari pihak yang tidak bersalah.

Setelah kontak tembak di Kampung Soanggama pada 15 Oktober 2025, Undius Kogoya melarikan diri dalam kondisi terluka bersama kelompoknya. TNI berhasil menekan ruang gerak mereka hingga akhirnya kelompok tersebut lumpuh total di wilayah Wandai. Dari laporan lapangan, tidak ada korban sipil dalam operasi itu. Sebaliknya, masyarakat justru merasa lega dan aman karena ancaman kekerasan bersenjata yang selama ini menghantui telah berakhir.

Kondisi keamanan yang mulai kondusif membuat aktivitas warga di Intan Jaya kembali normal. Petani dapat kembali mengolah kebun, anak-anak kembali bersekolah, dan roda perekonomian lokal mulai bergerak. Pemerintah daerah bersama aparat keamanan kini fokus pada pemulihan sosial dan pembangunan infrastruktur dasar yang sebelumnya terhambat akibat gangguan keamanan. Ketenangan masyarakat menjadi indikator utama bahwa operasi penegakan hukum tersebut berhasil mencapai tujuannya: menghadirkan Papua yang damai, aman, dan produktif.

Apresiasi terhadap keberhasilan TNI juga datang dari kalangan pemerintahan pusat. Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional, Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, menilai bahwa langkah TNI di Papua merupakan wujud profesionalisme prajurit dalam menjalankan mandat konstitusi. Keberhasilan itu menegaskan bahwa negara tidak akan pernah menyerah terhadap upaya separatisme dan terorisme bersenjata yang mengancam integritas bangsa.

Penegasan kebijakan keamanan tersebut tidak hanya menjadi simbol kekuatan militer, tetapi juga bentuk komitmen pemerintah dalam menegakkan keadilan dan menciptakan ruang damai bagi seluruh warga Papua. Dalam konteks yang lebih luas, langkah TNI memperlihatkan sinergi antara kekuatan militer dan pendekatan sosial, di mana keamanan dipulihkan bukan semata melalui senjata, melainkan melalui kehadiran negara yang melindungi dan melayani.

Keberhasilan operasi di Intan Jaya juga membuka jalan bagi kelanjutan pembangunan di wilayah Pegunungan Tengah. Proyek jalan Trans Papua yang sempat tertunda kini kembali dilanjutkan, membawa dampak positif terhadap mobilitas warga dan distribusi logistik. Di sejumlah kampung, pasokan listrik aktif hingga 12 jam per hari, dan kegiatan perdagangan di pasar rakyat kembali menggeliat. Stabilitas keamanan terbukti menjadi fondasi utama bagi percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah pusat melalui kementerian terkait terus mendorong integrasi pembangunan di Papua agar sejalan dengan visi Papua damai dan sejahtera. Sinergi antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan dalam memastikan hasil operasi keamanan tidak berhenti pada aspek militer, melainkan berlanjut pada proses rekonstruksi sosial dan ekonomi masyarakat.

Langkah terukur dan konsisten aparat keamanan juga menunjukkan kemampuan Indonesia dalam mengelola isu keamanan dengan pendekatan modern yang menghormati nilai-nilai hak asasi manusia. TNI tidak hanya berperan sebagai penjaga kedaulatan, tetapi juga pelindung rakyat dan fasilitator pembangunan di wilayah rawan konflik. Profesionalisme prajurit dalam setiap operasi mencerminkan transformasi besar dalam tubuh TNI yang kini semakin berorientasi pada kepentingan kemanusiaan dan kedamaian nasional.

Selain di Intan Jaya, operasi serupa di wilayah Pegunungan Bintang yang menargetkan kelompok pimpinan Lamek Alipky Taplo juga menunjukkan hasil positif. Dengan keberhasilan beruntun ini, ruang gerak kelompok separatis semakin sempit. Keadaan tersebut memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap negara serta menegaskan bahwa Papua tidak lagi menjadi daerah yang dibiarkan dalam ketidakpastian, melainkan wilayah yang terus dijaga agar damai dan sejahtera.

Ketegasan TNI dalam menumpas kelompok separatis bersenjata bukanlah bentuk kekerasan, melainkan ekspresi tanggung jawab negara dalam melindungi seluruh rakyat Indonesia. Komitmen itu menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk mengakhiri konflik bersenjata dan membuka lembaran baru bagi Papua yang aman dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Apresiasi dari berbagai elemen bangsa terhadap keberhasilan aparat keamanan menunjukkan bahwa masyarakat semakin percaya pada peran TNI dan Polri sebagai garda terdepan penjaga kedaulatan. Ketika rakyat merasakan kedamaian, ketika anak-anak bisa bersekolah tanpa rasa takut, dan ketika ekonomi kembali tumbuh, maka di sanalah makna sejati dari kehadiran negara. Papua kini melangkah menuju masa depan yang lebih cerah—damai, aman, dan penuh harapan di bawah perlindungan merah putih.

)* Penulis merupakan Pengamat Pembangunan Papua

Semangat Sumpah Pemuda, Presiden Prabowo Bangun Generasi Unggul Lewat Sekolah Rakyat dan Petani Milenial

Jakarta – Memperingati Hari Sumpah Pemuda, pemerintahan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan komitmennya membangun generasi muda yang unggul, tangguh, dan berdaya saing.

Melalui program Sekolah Rakyat dan gerakan Petani Milenial, pemerintah membuka ruang luas bagi pemuda untuk menjadi pelaku utama pembangunan bangsa.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan, Sekolah Rakyat merupakan langkah nyata dalam pemerataan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Program ini adalah model pendidikan sosial yang menanamkan karakter empati, gotong royong, dan kepedulian sosial bagi generasi muda,” ujarnya.

Program ini merepresentasikan semangat Sumpah Pemuda yang menegaskan kesetaraan dan persatuan bangsa. Jika pada 1928 pemuda bersatu lewat tekad “satu bangsa dan satu bahasa”, maka kini generasi muda disatukan oleh kesempatan untuk maju bersama melalui pendidikan yang berkeadilan.

Sementara itu, Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad menegaskan bahwa pemerintah terus mendorong pemberdayaan generasi muda menjadi lebih baik.

Raffi juga mengungkapkan bahwa akan ada terobosan baru dalam meningkatkan kualitas pemuda pada akhir tahun nanti.

“Mohon doanya supaya semuanya lebih baik terutama untuk generasi muda. Semangat selalu. Akan ada gebrakan di akhir tahun 2025,” pungkasnya.

Di sisi lain, semangat kemandirian dan inovasi pemuda juga diwujudkan lewat program Petani Milenial.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut sudah ada 27 ribu anak muda yang saat ini menjadi petani berpendapatan mencapai Rp15 juta hingga Rp20 juta per bulan.

Menurut Amran, minat anak muda generasi milenial dan Gen Z terhadap sektor pertanian mulai meningkat seiring dengan masuknya teknologi modern ke dalam sistem pertanian. Pemerintah memberikan dukungan berupa fasilitas dan alat pertanian secara hibah, sehingga para petani muda dapat langsung berproduksi dengan efisien.

“Mereka dari Merauke, dari Kalimantan dan Aceh itu pendapatannya rata-rata Rp15 juta sampai Rp20 juta. Kami berikan fasilitas, kami berikan alat pertanian hibah untuk mereka. Dan nanti ini Insya-Allah berkelanjutan,” katanya.

Dukungan terhadap generasi muda ini juga diperkuat oleh peran BUMN di sektor pangan.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menegaskan, kolaborasi lintas generasi menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem inovasi pertanian nasional. Ia menekankan pentingnya peran anak muda dalam menghadirkan solusi kreatif dan berkelanjutan bagi masa depan pangan Indonesia.

“Oleh karena itu, Pupuk Indonesia memberikan peluang selebar-lebarnya bagi para talenta muda, peneliti, startup, hingga profesional untuk bisa berkontribusi mendukung target tersebut melalui ide-ide riset dan teknologi di bidang pertanian dan pangan,” ujar Rahmad.

Dengan semangat Sumpah Pemuda kali ini, pemerintahan Prabowo–Gibran membuka babak baru pembangunan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045. * * *