Sekolah Rakyat Bertambah, Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Bermutu

Bogor – Upaya memperkuat pemerataan pendidikan terus dilakukan melalui penambahan Sekolah Rakyat di berbagai wilayah. Langkah ini menjadi bagian dari strategi untuk memastikan akses pendidikan yang lebih merata, khususnya bagi masyarakat prasejahtera, sehingga tidak ada lagi kesenjangan dalam memperoleh layanan pendidikan yang layak.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menyampaikan bahwa penambahan Sekolah Rakyat merupakan langkah percepatan dalam memperluas jangkauan pendidikan. Ia menegaskan bahwa program ini dirancang agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat.

“Penambahan Sekolah Rakyat ini ditujukan untuk mempercepat pemerataan pendidikan, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan akses pendidikan yang lebih dekat dan terjangkau,” ujarnya.

Menurutnya, penambahan tersebut berada di luar tahapan pengembangan yang telah berjalan sebelumnya. Hal ini dilakukan sebagai respons cepat terhadap kebutuhan di lapangan.

“Ini merupakan tambahan di luar tahap satu hingga tiga, dan harus segera dilaksanakan agar target pemerataan pendidikan dapat tercapai lebih cepat,” kata Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono.

Salah satu lokasi yang tengah disiapkan adalah Pusat Pengembangan SDM Aparatur Perhubungan (PPSDMAP) milik Kementerian Perhubungan di Kabupaten Bogor. Pemanfaatan aset kementerian dan lembaga menjadi solusi efektif dalam mempercepat operasional sekolah.

“Fasilitas yang selama ini digunakan untuk pelatihan akan dioptimalkan menjadi Sekolah Rakyat guna mendukung pemerataan pendidikan,” jelasnya.

Secara bertahap, pengembangan Sekolah Rakyat telah dilakukan melalui beberapa tahap. Pada tahap pertama, Pemerintah telah mengembangkan 166 titik rintisan. Tahap kedua berfokus pada pembangunan sekolah permanen di 104 lokasi, sementara tahap ketiga menyiapkan sekitar 100 titik tambahan.

Dalam pelaksanaannya, aspek fungsional menjadi prioritas utama agar proses belajar mengajar dapat segera berjalan. Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menekankan pentingnya kesiapan fasilitas dasar.

“Yang utama adalah tersedianya ruang kelas, asrama, dan ruang makan. Fasilitas pendukung lainnya akan disesuaikan secara bertahap,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Sarana dan Prasarana Strategis Kementerian PU Essy Asiah memastikan kesiapan infrastruktur terus dimatangkan.

“Secara umum lokasi sudah layak digunakan, hanya diperlukan pembenahan kecil agar dapat segera difungsikan,” ujarnya.

Di sisi lain, Kepala PPSDMAP sekaligus Plt Sekretaris BPSDM Perhubungan Kemenhub Ali Fikri menyebutkan bahwa fasilitas yang tersedia cukup memadai.

“Dengan kapasitas yang ada, fasilitas ini mampu menampung lebih dari 150 siswa, bahkan dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Melalui penambahan Sekolah Rakyat, Pemerintah optimistis pemerataan pendidikan akan semakin kuat dan mampu membuka peluang yang lebih luas bagi masyarakat untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas. *

Sekolah Rakyat Bertambah, Harapan Baru Pendidikan Masyarakat

*) Oleh: Yoga Prasetyo

Kebijakan penambahan Sekolah Rakyat menandai langkah progresif pemerintah dalam mempercepat pemerataan akses pendidikan di Indonesia. Di tengah tantangan kesenjangan sosial dan ekonomi yang masih membayangi sebagian masyarakat, kehadiran Sekolah Rakyat menjadi instrumen strategis untuk menjangkau kelompok prasejahtera secara langsung. Program ini tidak hanya mencerminkan keberpihakan negara terhadap kelompok rentan, tetapi juga menunjukkan komitmen konkret dalam memperkuat fondasi sumber daya manusia. Pendidikan pun tidak lagi menjadi hak yang sulit dijangkau, melainkan peluang yang semakin terbuka luas bagi seluruh lapisan masyarakat.

Lebih lanjut, langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan percepatan penyediaan akses pendidikan dalam waktu singkat. Arahan tersebut tidak berdiri dalam ruang hampa, melainkan dilandasi oleh kesadaran bahwa pendidikan adalah kunci mobilitas sosial dan pengentasan kemiskinan, serta perluasan Sekolah Rakyat juga menjadi kebijakan yang relevan dan tepat sasaran. Dengan pendekatan yang adaptif dan cepat, pemerintah berupaya memutus rantai ketertinggalan pendidikan yang selama ini dialami masyarakat prasejahtera.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menegaskan bahwa percepatan ini merupakan bagian dari instruksi langsung Presiden untuk memastikan akses pendidikan bagi masyarakat yang paling membutuhkan. Penambahan Sekolah Rakyat bahkan dilakukan di luar tahapan pengembangan yang telah direncanakan sebelumnya. Hal ini menunjukkan fleksibilitas kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan lapangan. Dengan memanfaatkan gedung yang tersedia pada tahap awal, pemerintah mampu mempercepat realisasi program tanpa harus menunggu pembangunan infrastruktur dari nol.

Selanjutnya, tahapan pengembangan yang telah berjalan memperlihatkan adanya perencanaan yang sistematis dan berkelanjutan. Pada tahap pertama, rintisan Sekolah Rakyat telah hadir di 166 titik, memberikan akses awal bagi ribuan siswa dari keluarga prasejahtera. Tahap kedua kemudian berfokus pada pembangunan sekolah permanen di 104 lokasi, yang akan memperkuat kualitas fasilitas dan proses pembelajaran. Sementara itu, tahap ketiga dengan penyiapan sekitar 100 titik baru menunjukkan bahwa ekspansi program ini dirancang secara berlapis dan terukur. Dengan demikian, pertumbuhan Sekolah Rakyat tidak hanya cepat, tetapi juga terarah.

Di sisi lain, target besar pembangunan 500 Sekolah Rakyat hingga tahun 2029 menjadi indikator kuat keseriusan pemerintah dalam menjalankan program ini. Target tersebut bukan sekadar angka, melainkan representasi dari visi besar untuk menciptakan akses pendidikan yang inklusif. Dengan kapasitas tiap sekolah yang dirancang mampu menampung hingga 1.000 siswa, potensi penerima manfaat mencapai setengah juta anak. Angka ini mencerminkan skala intervensi yang signifikan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

Lebih jauh, perkembangan jumlah siswa Sekolah Rakyat juga menunjukkan tren yang positif. Saat ini, jumlah siswa telah mencapai sekitar 15.000 orang dan ditargetkan meningkat menjadi 30.000 pada akhir 2026. Peningkatan ini menandakan tingginya kebutuhan sekaligus kepercayaan masyarakat terhadap program tersebut. Seiring dengan bertambahnya jumlah sekolah, akses pendidikan yang sebelumnya terbatas kini semakin terbuka. Hal ini memberikan harapan baru bagi keluarga yang selama ini menghadapi kendala ekonomi dalam menyekolahkan anak-anak mereka.

Kemudian, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa akumulasi siswa Sekolah Rakyat diproyeksikan mencapai lebih dari 45.000 dalam periode 2025-2026. Proyeksi ini didasarkan pada ketersediaan infrastruktur yang terus ditingkatkan oleh pemerintah. Dengan asumsi pembangunan berjalan lancar, angka tersebut menjadi indikator bahwa program ini memiliki daya jangkau yang semakin luas. Selain itu, peningkatan jumlah siswa juga mencerminkan efektivitas kebijakan dalam menarik partisipasi masyarakat.

Gus Ipul juga menegaskan bahwa pembangunan yang dilakukan secara bertahap setiap tahun menunjukkan adanya strategi jangka panjang yang terstruktur. Konsistensi ini menjadi kunci utama dalam mencapai target 500 Sekolah Rakyat pada 2029. Tanpa keberlanjutan, program sebesar ini berpotensi kehilangan momentum. Oleh karena itu, komitmen pemerintah untuk menjaga ritme pembangunan menjadi faktor krusial.

Dalam perspektif yang lebih luas, keberadaan Sekolah Rakyat memiliki dampak multidimensional terhadap pembangunan nasional. Selain meningkatkan akses pendidikan, program ini juga berkontribusi dalam menekan angka putus sekolah dan meningkatkan kualitas tenaga kerja di masa depan. Pendidikan yang lebih merata akan menciptakan peluang ekonomi yang lebih inklusif. Dengan demikian, Sekolah Rakyat tidak hanya berfungsi sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai instrumen transformasi sosial.

Di samping itu, pendekatan yang mengedepankan keberlanjutan dan skalabilitas menjadikan program ini memiliki daya tahan terhadap dinamika kebijakan. Pemerintah tidak hanya fokus pada kuantitas, tetapi juga memastikan kualitas melalui pembangunan sekolah permanen dan pengelolaan yang lebih baik. Hal ini penting agar Sekolah Rakyat tidak sekadar menjadi solusi jangka pendek, melainkan investasi jangka panjang bagi bangsa. Dengan manajemen yang tepat, program ini berpotensi menjadi model pendidikan inklusif yang dapat direplikasi di berbagai daerah.

Penambahan Sekolah Rakyat menghadirkan optimisme baru dalam lanskap pendidikan nasional. Kebijakan ini menunjukkan bahwa negara hadir secara nyata dalam menjawab kebutuhan masyarakat yang paling rentan. Dengan perencanaan yang matang, target yang ambisius, serta komitmen yang konsisten, Sekolah Rakyat berpotensi menjadi pilar penting dalam mewujudkan keadilan sosial di bidang pendidikan. Pada akhirnya, harapan besar bertumpu pada keberlanjutan program ini agar mampu melahirkan generasi yang lebih berdaya dan berdaya saing, sekaligus memperkuat masa depan Indonesia yang lebih inklusif dan berkeadilan.

*) Pengamat Pendidikan dan Transformasi Sosial.

BBM Aman, Tak Perlu Panic Buying di Tengah Isu Global

Oleh : Antonius Utomo *)
Di tengah dinamika global yang terus bergerak cepat, isu mengenai ketersediaan energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM), kerap menjadi perhatian publik. Ketegangan geopolitik di berbagai kawasan, fluktuasi harga minyak dunia, hingga gangguan rantai pasok global sering kali memicu kekhawatiran masyarakat. Namun demikian, pemerintah memastikan bahwa pasokan BBM nasional dalam kondisi aman dan terkendali, sehingga masyarakat tidak perlu melakukan panic buying yang justru berpotensi menimbulkan masalah baru.

Kondisi global saat ini memang tidak bisa dilepaskan dari berbagai ketidakpastian. Konflik di sejumlah wilayah penghasil minyak dunia serta kebijakan produksi dari negara-negara eksportir utama memberikan dampak langsung terhadap harga minyak mentah internasional. Meski demikian, pemerintah Indonesia telah mengantisipasi situasi ini dengan strategi yang matang, termasuk penguatan cadangan energi nasional, diversifikasi sumber pasokan, serta optimalisasi produksi dalam negeri.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia dalam kondisi aman. Kondisi cadangan BBM berada di atas standar nasional. Semuanya di atas standar minimun nasional, baik itu solar, maupun bensin, termasuk dengan gas, termasuk dengan avtur, termasuk LPG.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama dengan BUMN sektor energi terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi pasokan dan distribusi BBM. Hasil pemantauan terbaru menunjukkan bahwa stok BBM nasional berada pada level yang aman, bahkan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka waktu yang relatif panjang. Distribusi juga berjalan lancar di berbagai daerah, termasuk wilayah yang selama ini dikenal memiliki tantangan geografis.

Selain itu, kesiapan infrastruktur energi juga menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pasokan. Kilang-kilang minyak beroperasi secara optimal, sementara fasilitas penyimpanan dan distribusi terus diperkuat. Pemerintah juga memastikan bahwa jalur logistik BBM tetap terjaga, sehingga tidak terjadi hambatan dalam penyaluran ke masyarakat. Dengan langkah-langkah tersebut, potensi gangguan akibat faktor eksternal dapat diminimalisasi.

Di sisi lain, pemerintah juga aktif melakukan komunikasi publik untuk memberikan pemahaman yang utuh kepada masyarakat. Informasi yang transparan dan akurat menjadi kunci dalam meredam kekhawatiran yang berlebihan. Dalam beberapa kesempatan, pejabat terkait menegaskan bahwa tidak ada alasan bagi masyarakat untuk melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Panic buying justru dapat menciptakan kelangkaan semu di lapangan, yang pada akhirnya merugikan masyarakat itu sendiri. Fenomena panic buying sering kali dipicu oleh persepsi, bukan kondisi nyata. Ketika masyarakat melihat antrean panjang atau mendengar isu kelangkaan, muncul dorongan untuk membeli lebih banyak dari kebutuhan.

Lebih jauh, upaya menjaga ketahanan energi nasional juga dilakukan melalui berbagai program strategis, seperti pengembangan energi baru dan terbarukan, peningkatan efisiensi energi, serta pengurangan ketergantungan pada impor. Langkah-langkah ini tidak hanya bertujuan untuk menghadapi kondisi saat ini, tetapi juga untuk memastikan keberlanjutan energi di masa depan. Dengan demikian, Indonesia memiliki fondasi yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan global.

Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pelaku usaha dan masyarakat, juga menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ini. Pelaku usaha di sektor transportasi, logistik, dan industri diharapkan tetap menjalankan aktivitasnya secara normal tanpa melakukan penimbunan BBM. Sementara itu, masyarakat diimbau untuk menggunakan BBM secara bijak dan sesuai kebutuhan. Kolaborasi ini akan menciptakan ekosistem yang sehat dan stabil dalam sektor energi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Republik Indonesia, Airlangga Hartarto memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman di tengah dinamika global yang terus berkembang. Perlu ditekankan kepada masyarakat bahawa kondisi perekonomian nasional tetap stabil dengan fundamental yang kokoh, stok BBM nasional dalam kondisi aman dan stabilitas fiscal tetap terjaga.

Dalam konteks yang lebih luas, stabilitas pasokan BBM juga berkontribusi terhadap stabilitas ekonomi nasional. Ketersediaan energi yang terjamin akan mendukung aktivitas produksi, distribusi barang, serta mobilitas masyarakat. Hal ini pada akhirnya akan menjaga daya beli dan pertumbuhan ekonomi tetap berada pada jalur yang positif. Oleh karena itu, menjaga ketenangan dalam menghadapi isu global menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat ketahanan nasional.

Ke depan, pemerintah akan terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai kemungkinan. Pemantauan terhadap perkembangan global akan dilakukan secara berkelanjutan, sementara kebijakan yang adaptif akan terus disiapkan. Dengan pendekatan yang proaktif dan terukur, Indonesia diharapkan mampu menjaga stabilitas energi di tengah ketidakpastian global.

Dengan seluruh upaya yang telah dilakukan, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM. Kondisi saat ini menunjukkan bahwa pasokan dalam keadaan aman, distribusi berjalan lancar, dan pemerintah siap mengambil langkah cepat jika diperlukan. Oleh karena itu, panic buying bukanlah solusi, melainkan potensi masalah yang harus dihindari. Sikap tenang, rasional, dan percaya pada informasi resmi menjadi kunci dalam menghadapi situasi ini secara bijak.

)* Pengamat Ekonomi

BBM Aman, Indonesia Tangguh di Tengah Gejolak Dunia

Oleh : Maulana Rahmat

Ketegangan geopolitik di kawasan Timur tengah telah memicu fluktuasi harga minyak yang cukup tajam, bahkan berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi negara-negara yang bergantung pada impor energi. Dalam situasi seperti ini, ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) yang aman dan terjangkau menjadi fondasi penting bagi ketahanan nasional. Indonesia patut bersyukur karena hingga saat ini pemerintah mampu menjaga pasokan BBM tetap stabil, sehingga aktivitas masyarakat dan roda perekonomian dapat terus berjalan dengan baik.

Pemerintah melalui berbagai kebijakan strategis telah menunjukkan komitmen kuat dalam memastikan distribusi BBM tetap lancar hingga ke seluruh pelosok negeri. Langkah-langkah antisipatif, seperti penguatan cadangan energi nasional dan optimalisasi rantai pasok, menjadi bukti keseriusan dalam menghadapi potensi krisis global. Tidak hanya itu, koordinasi lintas sektor juga terus diperkuat agar setiap potensi gangguan dapat segera diatasi. Upaya ini mencerminkan bahwa pengelolaan energi tidak hanya menjadi tanggung jawab satu lembaga, melainkan kerja bersama yang melibatkan banyak pihak.

Menteri Sekretaris Negara (Mesnesneg), Prasetyo Hadi menjelaskan pemerintah memastikan belum ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), baik subsidi maupun nonsubsidi, per 1 April 2026. Mensesneg menambahkan, keputusan tersebut diambil setelah adanya koordinasi antara pemerintah dengan Pertamina serta adanya petunjuk dari Presiden Prabowo Subianto untuk selalu mengedepankan kepentingan rakyat dalam setiap pengambilan keputusan.

Keberhasilan menjaga stabilitas BBM juga tidak lepas dari peran infrastruktur energi yang semakin berkembang. Pemerintah terus mendorong pembangunan kilang, depo penyimpanan, serta jaringan distribusi yang lebih merata. Dengan infrastruktur yang memadai, risiko kelangkaan BBM dapat diminimalisir, bahkan di wilayah terpencil sekalipun. Hal ini sangat penting untuk memastikan keadilan energi, di mana seluruh masyarakat memiliki akses yang sama terhadap kebutuhan dasar tersebut.

Selain aspek teknis, pemerintah juga menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat melalui kebijakan subsidi yang tepat sasaran. Dalam kondisi harga minyak dunia yang cenderung tidak stabil, kebijakan ini menjadi penyangga penting agar daya beli masyarakat tetap terjaga. Subsidi BBM bukan hanya sekadar bantuan ekonomi, tetapi juga bentuk kehadiran negara dalam melindungi warganya dari dampak gejolak global. Dengan pengelolaan yang lebih transparan dan akuntabel, kebijakan ini diharapkan semakin efektif dan berkelanjutan.

Di sisi lain, pemerintah juga terus mengedukasi masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan energi. Kampanye efisiensi energi dan dorongan untuk beralih ke energi alternatif menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam mengurangi ketergantungan pada BBM. Langkah ini penting agar Indonesia tidak hanya kuat dalam jangka pendek, tetapi juga tangguh menghadapi tantangan energi di masa depan. Kesadaran kolektif masyarakat menjadi kunci dalam mendukung keberhasilan kebijakan tersebut.

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad meminta masyarakat tidak panik seiring dengan keputusan pemerintah yang memastikan tidak ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada 1 April 2026 ini. Pihaknya juga mengapresiasi langkah pemerintah yang tidak menaikkan harga BBM setelah berkomunikasi dan mendengar masukan dari berbagai pihak. Dasco menyebut hasil komunikasi dengan pemerintah juga tidak ada rencana pembatasan pembelian Pertalite dan Pertamax.

Stabilitas BBM yang terjaga juga memberikan dampak positif bagi sektor industri dan usaha kecil menengah. Biaya produksi yang relatif stabil memungkinkan pelaku usaha untuk tetap beroperasi tanpa tekanan yang berlebihan. Hal ini pada akhirnya berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih inklusif. Ketika sektor usaha bergerak dengan baik, lapangan kerja pun tetap terbuka, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat.

Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi, menilai keputusan tersebut sebagai pilihan yang tepat di tengah situasi yang serba sulit. Ia menyoroti dilema pemerintah antara menjaga beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan risiko inflasi. Keputusan mempertahankan harga BBM dinilai mampu meredam potensi lonjakan inflasi. Selain itu, kebijakan ini juga berperan penting dalam menjaga konsumsi rumah tangga yang menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Tidak dapat dipungkiri bahwa tantangan ke depan akan semakin kompleks, terutama dengan adanya perubahan iklim dan transisi energi global. Namun, dengan fondasi yang telah dibangun saat ini, Indonesia memiliki modal kuat untuk menghadapi berbagai kemungkinan tersebut. Kebijakan energi yang adaptif dan responsif menjadi kunci agar Indonesia tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu memanfaatkan peluang di tengah perubahan global.

Pada akhirnya, keberhasilan menjaga BBM tetap aman adalah cerminan dari ketangguhan bangsa dalam menghadapi tekanan eksternal. Dukungan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah menjadi faktor penting yang tidak dapat diabaikan. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, Indonesia dapat terus melangkah maju sebagai negara yang mandiri dan berdaulat di bidang energi. Di tengah gejolak dunia, Indonesia menunjukkan bahwa dengan perencanaan yang matang dan kerja sama yang solid, ketahanan nasional dapat tetap terjaga.

Ke depan, optimisme terhadap ketahanan energi Indonesia perlu terus dijaga dengan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Dukungan terhadap kebijakan pemerintah, penggunaan energi secara bijak, serta keterlibatan dalam berbagai program efisiensi energi akan menjadi faktor penentu keberhasilan jangka panjang. Dengan semangat gotong royong dan kepercayaan terhadap arah kebijakan yang diambil, Indonesia diyakini mampu tetap tangguh, bahkan semakin kuat, di tengah berbagai tantangan global yang terus berkembang.

)* Pemerhati Isu Sosial-Ekonomi

Di Tengah Gejolak Global, Stok BBM Nasional Dipastikan Aman

Jakarta- Di tengah gejolak konflik global, pemerintah terus memastikan stok energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM) tetap aman dan stabil. Hal ini dilakukan agar masyarakat tidak merasa khawatir sehingga menimbulkan panic buying.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, kondisi stok BBM tetap aman di Tengah ketidakpastian global akibat konflik di Timur Tengah. Eskalasi konflik antara AS-Israel dan Iran berdampak pada rantai pasok global, namun Indonesia masih mampu bertahan.

“Stok BBM nasional dalam kondisi aman dan stabilitas fiskal tetap terjaga. Untuk itu, kebijakan berikut ini diambil agar masyarakat tetap tenang dan tetap produktif,” ujar Airlangga.

Dalam hal ini, pemerintah resmi menerapkan kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap Jumat dan membatasi penggunaan kendaraan dinas dan perjalanan dinas.

Terkait harga dengan BBM, PT Pertamina (Persero) memastikan tidak ada penyesuaian harga BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi, sesuai arahan pemerintah. Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan pihaknya siap menjalankan kebijakan pemerintah guna menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan krisis energi global.

“Pertamina siap menjalankan kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah krisis energi global,” ungkap Baron.

Ia menambahkan, prioritas utama perusahaan saat ini adalah memastikan ketersediaan energi serta mengoptimalkan rantai pasok agar distribusi energi menjangkau seluruh wilayah.

Lebih lanjut, Pertamina juga sudah berkoordinasi dengan Badan Pengaturan (BP) BUMN guna memastikan ketahanan energi nasional serta kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) di seluruh wilayah Indonesia tetap terjaga.

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria menuturkan, langkah tersebut menjadi bagian upaya untuk menjamin stabilitas pasokan BBM di dalam negeri. “ini menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan energi nasional agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi secara aman, merata, dan berkelanjutan,” ungkapnya.

BP BUMN juga menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan sektor energi sebagai fondasi penting dalam menjaga aktivitas ekonomi dan pelayanan publik bagi masyarakat.

Sementara, sisanya dipasok dari berbagai negara, termasuk kawasan Afrika, Amerika Latin, Amerika Serikat, Malaysia, serta sejumlah negara lainnya. Selain impor minyak mentah, Indonesia juga menjalin kerja sama jangka panjang dengan Singapura dan Malaysia untuk pasokan produk bahan bakar minyak (BBM).

Selain itu, di tengah dinamika geopolitik global, pemerintah mulai mengkaji diversifikasi sumber impor minyak mentah guna mengurangi ketergantungan pada kawasan Timur Tengah.

Tekanan Global Meningkat, Ketersediaan BBM Tetap Terjaga

Jakarta – Di tengah meningkatnya tekanan global akibat dinamika geopolitik dan fluktuasi harga energi dunia, pemerintah memastikan bahwa ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional tetap aman dan terjaga. Langkah strategis terus dilakukan guna menjamin stabilitas pasokan serta melindungi daya beli masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pihaknya memastikan kondisi perekonomian nasional dan stok bahan bakar minyak (BBM) tetap aman di tengah ketidakpastian global akibat konflik di Timur Tengah.

Eskalasi konflik antara AS-Israel dan Iran berdampak pada rantai pasok global, namun Indonesia dinilai masih mampu bertahan dengan fundamental ekonomi yang kuat.

“Perlu ditekankan kepada masyarakat bahwa kondisi perekonomian nasional tetap stabil dengan fundamental yang kokoh. Stok BBM nasional dalam kondisi aman dan stabilitas fiskal tetap terjaga. Untuk itu, kebijakan berikut ini diambil agar masyarakat tetap tenang dan tetap produktif,” ujar Airlangga.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan pihaknya siap menjalankan kebijakan pemerintah guna menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan krisis energi global.

“Pertamina siap menjalankan kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah krisis energi global,” ujar Baron.

Ia menambahkan, prioritas utama perusahaan saat ini adalah memastikan ketersediaan energi serta mengoptimalkan rantai pasok agar distribusi energi menjangkau seluruh wilayah.

Lebih lanjut, Pertamina Patra Niaga sebagai badan usaha di sektor hilir energi melakukan berbagai langkah strategis guna memastikan distribusi energi berjalan optimal di seluruh wilayah.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV. Dumatubun mengatakan bahwa Pertamina Patra Niaga senantiasa melaksanakan kebijakan pemerintah, termasuk dalam hal penetapan harga BBM.

Di sisi lain, dilakukan juga berbagai upaya strategis seperti negosiasi dengan supplier dan optimalisasi distribusi untuk memastikan ketersediaan energi tetap terjaga bagi masyarakat.

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan energi secara bijak sesuai kebutuhan dan tidak terpengaruh oleh informasi yang dapat memicu panic buying,” ujar Roberth.

Masyarakat juga diimbau untuk menggunakan energi secara bijak dan efisien. Pemerintah terus mengedukasi publik mengenai pentingnya konservasi energi sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan nasional.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah optimistis ketersediaan BBM akan tetap stabil, sehingga aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat dapat terus berjalan tanpa hambatan.*

Asta Cita dan Komitmen Layanan untuk Kesejahteraan Buruh

Oleh: Bara Winatha*)

Upaya mewujudkan kesejahteraan buruh dan masyarakat luas terus menjadi perhatian utama pemerintah melalui berbagai program strategis yang terintegrasi dalam visi Asta Cita. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menekankan pemerataan akses terhadap layanan keuangan, perlindungan tenaga kerja, serta penguatan daya beli masyarakat. Negara hadir tidak hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai fasilitator yang memastikan setiap kebijakan berjalan efektif dan menyentuh kebutuhan riil masyarakat, khususnya kelompok pekerja.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli menyampaikan bahwa perlindungan terhadap hak pekerja merupakan fondasi utama dalam membangun kesejahteraan buruh. Ia mengatakan bahwa tunjangan hari raya merupakan hak normatif yang wajib dipenuhi oleh setiap perusahaan tanpa pengecualian. Dalam pandangannya, pemenuhan hak ini bukan hanya kewajiban administratif, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap kontribusi pekerja dalam menjaga produktivitas ekonomi nasional.

Ia menjelaskan bahwa praktik pemotongan atau keterlambatan pembayaran THR tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun, termasuk kondisi keuangan perusahaan. Pemerintah telah menetapkan mekanisme sanksi berupa denda untuk memastikan kepatuhan. Selain itu, pengawasan melalui posko pengaduan dan inspeksi lapangan menjadi langkah konkret dalam menjamin implementasi aturan berjalan sesuai ketentuan.

Lebih jauh, perlindungan terhadap buruh harus dilihat secara menyeluruh, tidak hanya pada aspek pengupahan, tetapi juga pada jaminan sosial, kepastian kerja, dan lingkungan kerja yang layak. Negara berperan aktif memastikan bahwa hubungan industrial berjalan secara adil dan berimbang antara pekerja dan pengusaha.

Komitmen terhadap kesejahteraan buruh juga diperkuat melalui dukungan sektor keuangan dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Hery Gunardi mengatakan bahwa pihaknya terus berperan aktif dalam mendukung program pemerintah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan. Ia menyampaikan bahwa penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi.

Keberhasilan penyaluran bantuan sosial sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur layanan. Dengan jaringan yang luas hingga pelosok daerah, BRI memastikan bahwa masyarakat, termasuk buruh dan keluarganya, dapat mengakses bantuan secara cepat dan tepat sasaran. Hal ini dinilai sebagai bentuk nyata kontribusi sektor perbankan dalam mendukung agenda pembangunan nasional.

Selain penyaluran bantuan sosial, Hery juga menyoroti pentingnya akses pembiayaan bagi masyarakat sebagai upaya meningkatkan kemandirian ekonomi. Penyaluran Kredit Usaha Rakyat menjadi salah satu program unggulan yang membuka peluang bagi pelaku usaha kecil, termasuk buruh yang ingin meningkatkan taraf hidup melalui kegiatan produktif. Dengan dukungan pembiayaan yang inklusif, transformasi ekonomi masyarakat dapat berjalan lebih cepat dan merata.

Sementara itu, beberapa waktu lalu Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pemenuhan hak buruh dan stabilitas iklim investasi. Ia mengatakan bahwa buruh memiliki hak untuk memperjuangkan kepentingannya, namun hal tersebut perlu dilakukan dengan tetap mempertimbangkan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi. Iklim investasi yang kondusif merupakan faktor penting dalam menciptakan lapangan kerja baru.

Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi antara buruh, pemerintah, dan dunia usaha untuk menciptakan lingkungan yang saling mendukung. Komunikasi dan dialog sosial menjadi kunci dalam menyelesaikan berbagai persoalan ketenagakerjaan secara konstruktif. Ia juga menyoroti peran program hilirisasi yang tengah didorong pemerintah sebagai peluang strategis dalam meningkatkan penyerapan tenaga kerja. Dengan pengolahan sumber daya alam di dalam negeri, nilai tambah ekonomi dapat meningkat sekaligus membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat.

Dalam perspektif yang lebih luas, Asta Cita menjadi kerangka utama dalam mengintegrasikan berbagai kebijakan tersebut. Visi ini menekankan pentingnya pembangunan yang inklusif, di mana setiap lapisan masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Bagi buruh, hal ini berarti adanya jaminan perlindungan hak, akses terhadap layanan publik, serta peluang ekonomi yang lebih luas.

Di sisi lain, kebijakan ketenagakerjaan yang tegas dalam melindungi hak pekerja mencerminkan komitmen negara dalam menciptakan keadilan sosial. Sinergi antara berbagai pihak menjadi elemen kunci dalam keberhasilan implementasi Asta Cita. Kolaborasi ini memastikan bahwa setiap program dapat berjalan efektif dan memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat.

Lebih dari itu, partisipasi aktif buruh dan masyarakat juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan pembangunan. Kesadaran akan hak dan kewajiban, serta keterlibatan dalam proses pembangunan, akan memperkuat posisi buruh sebagai bagian dari aktor utama dalam perekonomian nasional. Dengan berbagai upaya yang terus dilakukan, Asta Cita tidak hanya menjadi visi jangka panjang, tetapi juga panduan konkret dalam setiap langkah pembangunan.

Komitmen terhadap layanan yang inklusif, perlindungan yang kuat, serta pemberdayaan ekonomi menjadi fondasi dalam menciptakan kesejahteraan buruh yang berkelanjutan. Melalui sinergi yang terus diperkuat dan komitmen yang konsisten dari seluruh pemangku kepentingan, harapan untuk menciptakan kehidupan yang lebih layak bagi buruh semakin terbuka lebar. Asta Cita menjadi simbol dari tekad bersama untuk membangun Indonesia yang lebih adil dan sejahtera. Buruh adalah bagian integral dari pembangunan yang terus dilindungi, diberdayakan, dan diberikan kesempatan untuk berkembang secara optimal.

*) Penulis merupakan pengamat sosial dan kemasyarakatan

Layanan Andal, Komitmen Kesejahteraan Buruh Terjaga

Oleh : Abdul Razak)*

Upaya menjaga kesejahteraan buruh terus menjadi perhatian serius berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga serikat pekerja. Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan, penguatan layanan publik yang andal serta hubungan industrial yang harmonis menjadi kunci utama dalam memastikan hak-hak pekerja tetap terlindungi.

Di tingkat nasional, komitmen penguatan perlindungan buruh juga ditegaskan oleh pemerintah melalui peningkatan kualitas layanan publik di sektor ketenagakerjaan. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menekankan bahwa layanan strategis seperti Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), pelatihan kerja, serta akses pasar kerja harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara cepat dan responsif.

Yassierli menyampaikan bahwa layanan publik tidak boleh mengalami gangguan, baik dari sisi teknis maupun aksesibilitas. Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada lagi aplikasi yang mengalami gangguan maupun saluran komunikasi yang sulit diakses oleh masyarakat.

Menurut Yassierli, kendala dalam layanan publik bukan sekadar persoalan teknis, melainkan dapat berdampak langsung terhadap akses masyarakat terhadap perlindungan sosial. Oleh karena itu, negara harus hadir melalui sistem layanan yang andal, mudah diakses, dan terintegrasi dengan baik.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi internal di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan. Yassierli menilai bahwa satu layanan publik umumnya melibatkan banyak unit kerja, sehingga perbaikan harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak parsial. Selain itu, ia mendorong penerapan pola kerja yang lebih efisien, ramah lingkungan, serta hemat energi sebagai bagian dari adaptasi terhadap tantangan global, termasuk tekanan ekonomi dan krisis energi.

Komitmen serupa juga terlihat di tingkat daerah, seperti yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Pasuruan dalam menjaga stabilitas hubungan industrial. Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026, pemerintah daerah menggandeng serikat pekerja dan pengusaha untuk memperkuat kolaborasi.

Melalui kegiatan halal bihalal yang digelar di Pendopo Kabupaten Pasuruan, Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo bersama perwakilan buruh dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) membangun komunikasi yang konstruktif. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memastikan hubungan industrial tetap kondusif di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu ketenagakerjaan.

Rusdi Sutejo menyampaikan apresiasi kepada para pekerja yang dinilai mampu menjaga stabilitas dunia usaha di Kabupaten Pasuruan. Ia menilai bahwa hubungan yang harmonis antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah menjadi faktor penting dalam menjaga iklim investasi.

Rusdi Sutejo juga menegaskan bahwa pemerintah daerah siap hadir membantu pekerja yang menghadapi persoalan ketenagakerjaan. Ia membuka ruang komunikasi langsung sebagai bentuk komitmen pelayanan kepada masyarakat, khususnya kalangan buruh.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Pasuruan, Rakhmat Syarifudin, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dihadiri oleh puluhan perwakilan serikat pekerja. Selain sebagai ajang silaturahmi, forum tersebut juga dimanfaatkan untuk membahas persiapan peringatan May Day agar dapat berlangsung aman dan tertib.

Rakhmat Syarifudin menyampaikan bahwa koordinasi lintas pihak sangat penting guna memastikan peringatan May Day tidak hanya menjadi ajang peringatan, tetapi juga memperkuat hubungan industrial yang harmonis. Ia menegaskan dukungan penuh terhadap peran buruh dalam menjaga kondusivitas daerah.

Di sisi lain, upaya penghormatan terhadap perjuangan buruh juga diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur edukatif. Proyek pembangunan Museum Marsinah di Kabupaten Nganjuk menjadi salah satu simbol nyata komitmen tersebut. Hingga akhir Maret 2026, progres pembangunan museum telah mencapai 95 persen dan memasuki tahap penyelesaian akhir.

Pelaksana proyek, Edi Cahyono, menyampaikan bahwa pembangunan museum berjalan sesuai rencana dan ditargetkan rampung pada pertengahan April 2026. Ia optimistis peresmian museum dapat dilakukan tepat pada peringatan May Day.

Edi Cahyono menjelaskan bahwa museum ini dirancang dengan konsep interior bergaya industrial yang merepresentasikan karakter dunia buruh. Selain sebagai ikon daerah, museum tersebut juga diharapkan menjadi pusat edukasi sejarah perjuangan buruh bagi generasi muda.

Menurutnya, kondisi cuaca yang sebelumnya sempat menjadi kendala kini tidak lagi berpengaruh signifikan karena proses pembangunan telah berfokus pada pekerjaan interior. Ia memastikan bahwa tahapan akhir proyek dapat diselesaikan tepat waktu.

Kehadiran Museum Marsinah menjadi pengingat bahwa perjuangan buruh memiliki nilai sejarah yang penting bagi bangsa. Lebih dari itu, pembangunan tersebut juga mencerminkan komitmen berkelanjutan dalam menghargai kontribusi pekerja sekaligus memperkuat kesadaran kolektif tentang pentingnya perlindungan tenaga kerja.

Berbagai langkah yang dilakukan, baik melalui penguatan layanan publik, penyelesaian kasus ketenagakerjaan, maupun pembangunan simbol perjuangan buruh, menunjukkan bahwa komitmen terhadap kesejahteraan pekerja terus dijaga. Sinergi antara pemerintah, serikat pekerja, dan dunia usaha menjadi fondasi utama dalam menciptakan hubungan industrial yang sehat dan berkelanjutan.

Dengan layanan yang semakin andal serta koordinasi yang semakin solid, harapan akan terwujudnya kesejahteraan buruh yang lebih baik bukanlah hal yang mustahil. Momentum ini menjadi penting untuk terus memperkuat perlindungan tenaga kerja sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Indonesia.

)* Penulis merupakan Pengamat Isu Strategis

Asta Cita Diperkuat, Komitmen Layanan Ketenagakerjaan Diperbaiki untuk Buruh

Jakarta – Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat agenda Asta Cita melalui peningkatan kualitas layanan ketenagakerjaan yang lebih inklusif, modern, dan responsif terhadap kebutuhan buruh. Upaya ini diwujudkan melalui langkah strategis Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dalam meningkatkan kualitas dan akses layanan publik sepanjang tahun 2026.

Transformasi layanan ini dinilai menjadi langkah penting untuk memastikan masyarakat, khususnya para pekerja dan pencari kerja, dapat mengakses berbagai program ketenagakerjaan secara lebih mudah, cepat, dan tepat sasaran. Dengan pendekatan yang berorientasi pada pelayanan publik, pemerintah berupaya menjadikan sektor ketenagakerjaan sebagai pilar utama dalam meningkatkan kesejahteraan buruh sekaligus memperkuat daya saing nasional.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan bahwa fokus utama pembenahan layanan terletak pada optimalisasi program strategis seperti Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), pelatihan kerja, serta penguatan pasar kerja. Menurutnya, ketiga aspek tersebut menjadi kunci dalam menjawab tantangan dunia kerja yang semakin dinamis.

“Layanan harus cepat, mudah, dan responsif. Oleh karena itu, kami memberikan perhatian serius pada peningkatan kualitas sistem dan layanan digital agar masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” ujar Yassierli.

Digitalisasi menjadi salah satu pilar utama dalam transformasi layanan ini. Melalui penerapan sistem digital yang terintegrasi antarunit kerja, proses administrasi dapat dipersingkat secara signifikan. Masyarakat kini dapat mengakses berbagai layanan ketenagakerjaan dengan lebih efisien tanpa harus menghadapi prosedur yang berbelit-belit. Hal ini tidak hanya meningkatkan kepuasan pengguna layanan, tetapi juga memperkuat transparansi dan akuntabilitas birokrasi.

Selain itu, Kemnaker juga mendorong penerapan pola kerja yang efisien dan ramah lingkungan sebagai bagian dari reformasi internal. Efisiensi dinilai penting untuk memastikan pemanfaatan sumber daya kementerian berjalan optimal, sekaligus mendukung upaya penghematan energi yang relevan dengan tantangan global saat ini.

“Pembenahan internal perlu dilakukan seiring dengan tantangan global yang terus berubah, mulai dari tekanan ekonomi hingga krisis energi di sejumlah negara,” tegas Yassierli. Pernyataan ini menegaskan bahwa reformasi layanan ketenagakerjaan tidak hanya berorientasi pada kebutuhan domestik, tetapi juga responsif terhadap dinamika global.

Langkah ini sejalan dengan visi besar pemerintah dalam menghadirkan layanan publik yang modern, berkelanjutan, dan berorientasi pada hasil. Integrasi sistem dan efisiensi operasional juga berdampak pada penurunan biaya layanan, sehingga anggaran dapat dialokasikan secara lebih efektif untuk program-program yang langsung menyentuh kebutuhan buruh.

Melalui sinergi antara kebijakan strategis dan inovasi layanan, Asta Cita kian diperkuat sebagai fondasi dalam membangun masa depan ketenagakerjaan Indonesia yang lebih inklusif, produktif, dan berdaya saing tinggi di tingkat global.

Pemerintah Perkuat JKP dan Pelatihan Kerja untuk Lindungi Buruh

Jakarta — Pemerintah terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan perlindungan dan pemberdayaan tenaga kerja melalui optimalisasi layanan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) serta penguatan program pelatihan kerja. Upaya ini menjadi langkah strategis untuk memastikan pekerja tetap terlindungi sekaligus memiliki daya saing di tengah dinamika pasar kerja yang terus berkembang.

Program JKP berperan sebagai instrumen perlindungan sosial yang memberikan manfaat berupa bantuan tunai, akses informasi pasar kerja, serta pelatihan bagi pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja. Dalam konteks ini, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli menegaskan perlunya peningkatan mutu layanan publik di Kementerian Ketenagakerjaan agar semakin mudah dijangkau masyarakat.

Berbagai layanan seperti JKP, pelatihan kerja, serta pasar kerja ditempatkan sebagai prioritas utama guna memastikan pekerja dapat mengaksesnya secara optimal. Adapun layanan tersebut harus tersedia secara cepat, mudah, dan responsif karena berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat, sehingga peningkatan kualitas layanan menjadi fokus serius bagi seluruh jajaran Kemnaker.

“Saya menginginkan layanan tidak boleh bermasalah. Kondisi memang tidak mudah, dan saya tidak menginginkan masih ada layanan dan aplikasi yang bermasalah, yang down, serta kontak informasi yang tidak bisa dijangkau,” ujar Yassierli.

Seiring itu, penguatan pelatihan kerja terus didorong melalui revitalisasi balai latihan kerja, pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri, serta perluasan kemitraan dengan sektor swasta. Pelatihan tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis, tetapi juga penguatan soft skills yang relevan dengan tuntutan dunia kerja modern.

Sebelumnya, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa Polri tidak hanya bertugas menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga turut berperan aktif dalam mendukung peningkatan kualitas hidup pekerja. Pemanfaatan fasilitas Sekolah Polisi Negara (SPN) juga diberikan sebagai peluang untuk mendukung pelatihan vokasi tenaga kerja.

“Program ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dan keterampilan tenaga kerja Indonesia agar lebih siap menghadapi tantangan serta persaingan global,” ujar Kapolri Listyo Sigit.

Penguatan layanan ini turut didukung pemanfaatan teknologi informasi yang memungkinkan proses pendaftaran hingga penyaluran manfaat dilakukan lebih efisien dan transparan. Integrasi data antarinstansi juga mempercepat penyaluran bantuan dan meningkatkan akurasi penerima manfaat.

Melalui langkah tersebut, layanan JKP dan pelatihan kerja diharapkan menjadi fondasi dalam menciptakan tenaga kerja yang tangguh, kompeten, dan siap bersaing, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan pekerja di Indonesia.*