Provokasi OPM Terbantahkan, Apkam Tegaskan Jamin Papua Aman

Papua Tengah — Kelompok separatis bersenjata TPNPB-OPM kembali memanfaatkan hoaks sebagai alat propaganda untuk menyudutkan aparat keamanan.

Setelah melancarkan serangan terhadap Bandara Aminggaru, Ilaga, pada Rabu, 18 Juni 2025, mereka menyebarkan tuduhan palsu mengenai kekerasan terhadap warga sipil oleh TNI-Polri, yang langsung dibantah melalui keterangan resmi pihak berwenang.

Juru Bicara Satgas Damai Cartenz, Komisaris Besar Yusuf Sutejo, menepis klaim yang menyebut aparat membakar rumah warga saat operasi pasca penyerangan berlangsung. Ia menegaskan bahwa langkah yang diambil di lapangan sangat terukur dan tidak menyasar permukiman warga.

“Tidak benar kalau personel kami membakar rumah-rumah warga. Operasi dilakukan secara terbatas, terukur, dan profesional. Tidak ada tindakan yang menyasar warga sipil,” ujar Yusuf.

Situasi di sekitar Bandara Aminggaru kini telah kembali kondusif. Berdasarkan pantauan drone, terlihat tiga anggota milisi TPNPB membawa senjata laras panjang dan pistol sebelum melarikan diri ke dalam hutan. Keberadaan mereka terus dimonitor untuk mencegah potensi ancaman lanjutan.

Sikap tegas juga disampaikan Kepala Satgas Damai Cartenz, Brigjend Pol Faizal Ramadhani,. Ia menilai serangan terhadap bandara sebagai bentuk kejahatan yang serius karena membahayakan warga sipil dan mengganggu fasilitas publik vital.

“Ini adalah serangan terhadap objek vital yang membahayakan warga sipil. Kami tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi mereka untuk menciptakan instabilitas. Penegakan hukum tetap dilakukan secara profesional,” tegas Faizal.

Menanggapi tuduhan pembakaran rumah, Faizal menyebutnya sebagai propaganda klasik yang kerap dimainkan kelompok separatis. Ia menantang pihak yang menyebarkan informasi tersebut untuk membuktikan klaimnya secara terbuka.

“Kalau memang ada bukti pembakaran, silakan disampaikan. Jangan terus mengarang cerita demi menggiring opini publik,” tambah Faizal.

Pemerintah mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi-narasi menyesatkan yang disebar oleh kelompok separatis. Komitmen terhadap perlindungan masyarakat dan stabilitas wilayah terus dipegang teguh aparat keamanan.

Hoaks Kembali Disebarkan OPM, Apkam Tegaskan Komitmen Jaga Keamanan di Papua

Papua Tengah — Kelompok separatis bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) kembali menyebarkan hoaks terkait aktivitas TNI-Polri di Papua. Setelah melakukan serangan di Bandar Udara Aminggaru, Ilaga, Distrik Omukia, Kabupaten Puncak pada Rabu, 18 Juni 2025, OPM kembali melancarkan tuduhan palsu terhadap aparat keamanan dengan menyebarkan narasi kekerasan terhadap warga sipil yang tidak pernah terjadi.

Penyerangan yang dilakukan milisi TPNPB Kodap XVIII Ilaga pimpinan Peni Murib itu sempat mengganggu aktivitas penerbangan. Namun, juru bicara Satgas Damai Cartenz, Komisaris Besar Yusuf Sutejo, menegaskan bahwa penyisiran hanya dilakukan di sekitar kawasan hutan dekat bandara dan tidak memasuki perkampungan.

“Tidak benar kalau personel kami membakar rumah-rumah warga. Operasi dilakukan secara terbatas, terukur, dan profesional. Tidak ada tindakan yang menyasar warga sipil,” ujar Yusuf dalam keterangannya, Kamis (19/6).

Yusuf juga menjelaskan bahwa dari hasil pantauan pesawat nirawak, terlihat tiga anggota milisi TPNPB membawa senjata laras panjang jenis M16, AK-47, dan satu pistol, yang kemudian melarikan diri ke arah hutan. Ia menegaskan situasi di Bandara Aminggaru kini telah kembali aman dan aktivitas penerbangan telah normal kembali.

Sementara itu, Kepala Satgas Damai Cartenz, Brigadir Jenderal Faizal Ramadhani, menyebut serangan terhadap fasilitas publik seperti bandara merupakan bentuk kejahatan serius. Ia memastikan aparat tidak akan membiarkan kelompok bersenjata tersebut mengganggu ketertiban dan keselamatan masyarakat.

“Ini adalah serangan terhadap objek vital yang membahayakan warga sipil. Kami tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi mereka untuk menciptakan instabilitas. Penegakan hukum tetap dilakukan secara profesional,” tegas Faizal.

Menanggapi tuduhan pembakaran rumah warga oleh aparat, Faizal menyatakan hal itu merupakan upaya propaganda yang sering digunakan TPNPB untuk mencemarkan upaya pengamanan di wilayah konflik. Ia menantang pihak yang menuduh untuk menunjukkan bukti jika memang ada kejadian tersebut.

“Kalau memang ada bukti pembakaran, silakan disampaikan. Jangan terus mengarang cerita demi menggiring opini publik,” ucap Faizal.

Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang dan waspada terhadap berbagai informasi menyesatkan yang disebarkan oleh kelompok separatis. Hoaks dan propaganda yang beredar kerap dimanfaatkan untuk menciptakan ketakutan serta memecah kepercayaan publik terhadap aparat keamanan. Pemerintah dan aparat menegaskan komitmennya menjaga stabilitas serta perlindungan terhadap seluruh warga Papua. ()

[edRW]

Stabilitas Papua Prioritas Bangsa, Separatisme OPM Tidak Bisa Ditoleransi

Oleh: Lanny Wonda*

Organisasi Papua Merdeka (OPM) merupakan ancaman nyata terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan menggunakan senjata dan aksi teror, OPM telah berulang kali melakukan tindakan keji yang membahayakan keselamatan warga sipil, merusak fasilitas publik, serta menghambat roda pembangunan yang tengah digalakkan pemerintah di wilayah Papua. Aksi-aksi brutal yang dilakukan kelompok ini tidak lain adalah bentuk separatisme yang harus dilawan secara tegas dan menyeluruh oleh negara. Tidak boleh ada celah bagi upaya memisahkan diri dari Republik Indonesia. Kehadiran negara melalui aparat TNI dan Polri di Papua adalah langkah konstitusional dan sah untuk menjaga keamanan nasional serta melindungi warga dari ancaman kelompok bersenjata.

Serangan yang terjadi di Bandara Aminggaru, Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, pada 18 Juni 2025 adalah bukti bahwa OPM terus berusaha menciptakan ketakutan dan kekacauan. Dua kali letusan senjata api terdengar dari arah hutan di sekitar bandara, diikuti kontak tembak antara aparat keamanan dengan tiga anggota OPM yang membawa senjata api laras panjang jenis M16, AK47, dan satu pistol. Aksi tersebut dilakukan oleh kelompok separatis bersenjata pimpinan Jeki Murib, yang secara sengaja menyerang area vital publik.

Negara tidak tinggal diam. Personel TNI dari Kopasgat dan pasukan Operasi Damai Cartenz segera merespons dengan profesional dan terukur. Penyisiran dilakukan dengan cepat dan tepat sasaran di wilayah hutan sekitar bandara, tanpa melibatkan pemukiman warga. Berkat kesigapan aparat, situasi berhasil dikendalikan dan aktivitas penerbangan kembali berjalan normal tanpa adanya korban jiwa maupun kerusakan fasilitas.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa OPM telah melakukan pelanggaran serius terhadap hukum nasional dengan menyerang fasilitas umum dan membahayakan keselamatan masyarakat. Negara akan menindak setiap tindakan separatis secara hukum, karena tidak ada tempat bagi gerakan yang mengancam integritas bangsa.

Upaya OPM untuk menggoyang stabilitas keamanan tidak hanya terbatas pada aksi bersenjata. Mereka juga kerap menyebarkan propaganda bohong melalui media sosial, menuduh aparat keamanan membakar rumah warga. Namun, tudingan tersebut telah dibantah tegas oleh Kepala Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo. Ia menyampaikan bahwa operasi penyisiran hanya dilakukan di area hutan, tidak menyentuh perkampungan, dan tidak ada pembakaran rumah yang dilakukan aparat. Ia juga memastikan bahwa aktivitas penerbangan di Bandara Aminggaru tetap berjalan aman dan normal.

Ini membuktikan bahwa OPM tidak hanya menggunakan senjata sebagai alat ancaman, tetapi juga mencoba membangun opini publik dengan berita palsu untuk menciptakan kegaduhan. Tindakan ini mencerminkan wajah asli OPM sebagai kelompok pemecah belah bangsa, bukan bagian dari perjuangan yang sah. Justru, OPM adalah ancaman langsung terhadap keselamatan masyarakat Papua yang menginginkan kehidupan damai dan sejahtera.

Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, menegaskan bahwa seluruh tindakan aparat dilaksanakan secara profesional, proporsional, dan terukur. Negara tidak bertindak sewenang-wenang, namun akan terus hadir untuk memastikan rakyat Papua dapat hidup tenang, bebas dari ancaman kelompok separatis. TNI dan Polri menjalankan tugasnya berdasarkan amanat konstitusi untuk menjaga kedaulatan dan keselamatan rakyat.

Papua adalah bagian sah dan tak terpisahkan dari Republik Indonesia. Pembangunan di Papua adalah prioritas nasional yang harus dikawal bersama. Aksi separatis seperti yang dilakukan OPM tidak hanya merugikan negara, tetapi juga merampas hak masyarakat Papua untuk maju bersama. Ancaman bersenjata yang dilakukan OPM bukan bentuk aspirasi, melainkan tindakan kriminal terhadap negara dan warga negara.

Oleh karena itu, seluruh elemen bangsa harus bersatu untuk menolak segala bentuk separatisme. Dukungan terhadap aparat keamanan harus terus diperkuat. Negara tidak akan memberi ruang bagi kelompok mana pun yang ingin memisahkan diri atau menciptakan kekacauan. Tindakan tegas terhadap OPM adalah keharusan demi menjaga persatuan, keamanan, dan keberlanjutan pembangunan di Papua.

Masyarakat juga diminta untuk tidak terprovokasi oleh narasi-narasi menyesatkan yang dilontarkan oleh kelompok separatis. Kita harus percaya pada informasi resmi dari pemerintah dan mendukung langkah-langkah strategis yang diambil untuk mengembalikan stabilitas. Papua harus dijaga sebagai wilayah damai dan produktif, bukan menjadi arena konflik yang terus diperkeruh oleh kepentingan sempit segelintir pihak.

Melalui operasi terukur, perlindungan masyarakat, dan jalur rekonsiliasi damai, Papua akan tetap tegak dalam bingkai NKRI. Tidak boleh ada toleransi terhadap kelompok yang memaksakan kehendak dengan senjata. Sebaliknya, harus dibuka ruang selebar-lebarnya bagi masyarakat Papua yang cinta damai dan ingin hidup tenteram bersama seluruh rakyat Indonesia. OPM harus dihentikan, bukan hanya dengan senjata, tapi juga dengan kekuatan hukum, kebenaran, dan persatuan bangsa.

Menjaga Papua tetap dalam bingkai NKRI adalah tanggung jawab bersama. Negara telah menunjukkan kehadirannya melalui pembangunan, pelayanan publik, dan perlindungan hukum. Kini saatnya kita semua memperkuat barisan untuk menolak separatisme, mengecam terorisme, dan membela keutuhan bangsa. OPM harus dihentikan. Tidak ada tempat bagi kekerasan dan pemecah belah di tanah air yang kita cintai ini.

*Penulis: Jurnalis dan Pemerhati Isu Papua

Tidak Ada Ruang Bagi Separatis OPM di Bumi Cenderawasih

Oleh: Dominggus Alam )*

Penyerangan bersenjata yang dilakukan oleh kelompok separatis Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB–OPM) terhadap aparat TNI-Polri di Bandara Aminggaru, Ilaga, 18 Juni 2025, menjadi bukti bahwa kelompok tersebut terus menjadi ancaman terhadap stabilitas keamanan dan keselamatan masyarakat di Papua Tengah. Tindakan penembakan terhadap objek vital seperti bandara, meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, jelas merupakan aksi yang tidak bisa ditoleransi. Aksi ini menggambarkan betapa kelompok separatis ini tidak lagi membedakan targetnya, sehingga semakin mendesak bagi negara untuk bertindak tegas demi menjamin keselamatan seluruh warga negara.
Dalam situasi seperti ini, pemerintah, melalui aparat keamanan, tidak memiliki pilihan lain selain mengambil langkah-langkah tegas dan terukur. Tindakan penyisiran yang dilakukan oleh Satgas Damai Cartenz dan pasukan TNI dari Kopasgat AU merupakan respons atas serangan tersebut. Penelusuran dilakukan secara hati-hati di wilayah hutan sekitar bandara tanpa memasuki permukiman warga. Hal ini menunjukkan bahwa operasi yang dilakukan tetap mengindahkan prinsip perlindungan terhadap masyarakat sipil.
Sementara itu, tuduhan yang dilontarkan OPM harus disikapi dengan penuh kewaspadaan. Dalam dinamika konflik di Papua, informasi yang berasal dari kelompok bersenjata OPM sering kali sarat dengan kepentingan politis dan tidak berdiri di atas landasan fakta yang dapat diverifikasi secara independen. Pola komunikasi yang dibangun oleh OPM cenderung mengarahkan opini publik untuk meragukan legitimasi negara dan merusak kepercayaan terhadap institusi yang sah.
Penting untuk disadari bahwa di tengah upaya negara menjaga stabilitas dan keselamatan masyarakat, propaganda menjadi salah satu instrumen yang dipakai untuk menggiring narasi, terutama melalui penyebaran informasi yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, publik diimbau untuk tidak terburu-buru mempercayai setiap klaim yang dilontarkan oleh pihak-pihak yang memiliki rekam jejak panjang dalam menentang kedaulatan negara.
Situasi di Bandara Aminggaru kini telah kembali aman dan aktivitas penerbangan pun sudah pulih. Namun, insiden ini memperkuat urgensi keberadaan pasukan pengaman di wilayah rawan konflik seperti Papua Tengah. Kehadiran TNI-Polri bukan untuk menakuti atau menekan masyarakat, melainkan sebagai garda terdepan dalam menjamin bahwa masyarakat Papua dapat hidup tanpa ancaman teror bersenjata yang merusak ketenangan dan menahan pembangunan.
Sebelumnya, operasi militer yang dilakukan di Kampung Aleleng, Distrik Tangma, Kabupaten Yahukimo, menunjukkan keberhasilan aparat dalam mengidentifikasi dan menindak kelompok bersenjata yang bertanggung jawab atas serangan terhadap warga sipil, termasuk pekerja pembangunan gereja. Dalam operasi tersebut, dua anggota OPM tewas setelah melakukan perlawanan bersenjata saat hendak ditangkap. Tindakan aparat ini merupakan bagian dari upaya menjaga kedaulatan negara sekaligus melindungi warga sipil dari ancaman kekerasan yang tidak berperikemanusiaan.
Keberhasilan operasi tersebut juga menyingkap sisi lain dari aktivitas kelompok separatis yang selama ini bersembunyi di balik narasi perjuangan. Ditemukannya barang bukti berupa senjata api, amunisi, serta peralatan komunikasi menegaskan bahwa kelompok ini beroperasi secara sistematis dan terorganisir, bukan sekadar gerakan sporadis. Lebih dari itu, indikasi keterlibatan OPM dalam pengrusakan hutan untuk kepentingan ilegal, seperti pengalihan fungsi hutan menjadi ladang ganja, menunjukkan penyimpangan serius yang tidak hanya merugikan negara, tetapi juga masyarakat Papua sendiri.
Hutan bagi masyarakat Papua bukan hanya sumber ekonomi, tetapi bagian dari identitas budaya dan spiritual. Ketika kawasan hutan dirusak oleh kelompok bersenjata untuk kepentingan ilegal, yang dipertaruhkan bukan hanya kelestarian alam, tetapi juga nilai-nilai luhur masyarakat adat Papua. Dalam konteks ini, langkah aparat keamanan untuk menjaga kelestarian hutan tidak hanya dimaknai sebagai tugas pengamanan, melainkan bagian dari penghormatan terhadap kearifan lokal dan perlindungan terhadap generasi masa depan Papua.
Pemerintah, melalui Panglima Koops Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto menekankan bahwa penegakan hukum terhadap OPM akan dilakukan secara profesional dan terukur. Penegakan hukum akan tetap dikedepankan terhadap pelaku kekerasan, sembari pemerintah tetap terbuka bagi pihak yang menunjukkan itikad baik kembali ke pangkuan NKRI. Sebaliknya, pemerintah tetap membuka pintu bagi siapa pun yang bersedia kembali ke jalan damai dan bersama-sama membangun Papua dalam bingkai NKRI. Pendekatan dialogis dan pembinaan teritorial terus menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah untuk mewujudkan Papua yang aman dan sejahtera.
Dalam semua upaya ini, dukungan terhadap pemerintah merupakan suatu keniscayaan. Di tengah tantangan keamanan yang dihadapi, negara membutuhkan solidaritas dan kepercayaan dari seluruh elemen masyarakat. Dukungan publik terhadap aparat negara yang bekerja di garis depan, serta penolakan terhadap upaya-upaya separatis yang diselimuti propaganda, akan memperkuat posisi pemerintah dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah.
Ketegasan pemerintah dalam menangani aksi-aksi separatisme di Papua sejatinya bukan sekadar soal pertahanan, tetapi juga wujud dari kepedulian terhadap masyarakat Papua itu sendiri. Dengan menghadirkan rasa aman, mendorong rekonsiliasi, dan memastikan tidak ada lagi teror yang menghambat pembangunan, pemerintah menunjukkan keberpihakannya kepada masyarakat. Langkah-langkah yang diambil saat ini bukanlah pilihan yang mudah, namun merupakan langkah yang benar demi masa depan Papua yang damai dan bermartabat dalam lindungan Ibu Pertiwi.
)* Pegiat Literasi – Pemuda Papua Peduli Perdamaian

Gunung Dukono meletus Kamis pagi, semburkan abu setinggi 1.550 meter

Ternate – Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, menyebutkan pada Kamis (19/6) pagi sekitar pukul 06.41 WIT Gunung Dukono erupsi dengan menyemburkan abu vulkanik setinggi 1.550 meter dari puncak gunung.

“Erupsi ini dengan menyemburkan kolom abu yang teramati setinggi 1.550 meter,” kata Petugas PGA Dukono Bambang Sugiono dalam keterangan tertulisnya yang diterima ANTARA di Ternate, Kamis.

Erupsi Gunung Dukono terlihat menyemburkan kolom abu yang teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat laut.

Dia menjelaskan erupsi gunung api setinggi 1.087 meter dari permukaan laut itu (mdpl) itu terekam pada seismogram dengan amplitudo maximum 22 mm dan durasi 86.10 detik.

“Saat ini kondisi Gunung Dukono masih berada pada Status Level II atau Waspada,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, masyarakat di sekitar Gunung Dukono dan pengunjung maupun wisatawan diimbau tidak beraktivitas mendaki dan mendekati Kawah Malupang Warirang dalam radius empat kilometer.

“Mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area landaan abunya tidak tetap,”ungkap Bambang.

Dia meminta kepada masyarakat di sekitar Gunung Dukono untuk selalu menyediakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk digunakan pada saat dibutuhkan guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.

Pewarta: Abdul Fatah
Editor: Risbiani Fardaniah

BRIN: Bioteknologi jadi solusi ketahanan pangan tanah air

Jakarta – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyatakan bioteknologi sebagai salah satu solusi strategis dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional, di tengah tekanan perubahan iklim, keterbatasan lahan, dan meningkatnya kebutuhan pangan.

Peneliti Pusat Riset Teknologi Pengujian dan Standar BRIN Prof Bambang Prasetya dalam diskusi “The Science Behind: Food Security” di Jakarta, Kamis, mengatakan bioteknologi berperan penting dalam mengurangi potensi gagal panen yang diakibatkan perubahan iklim, sekaligus menjadi solusi terhadap tantangan krusial seperti perubahan iklim, penurunan kualitas lahan, dan serangan hama.

“Dengan pengembangan yang bertanggung jawab dan berbasis kebutuhan lokal, teknologi ini dapat mendorong sistem pangan yang lebih tangguh dan berkelanjutan,” katanya.

Bambang menilai pertanian Indonesia saat ini masih tertinggal sekitar 15-20 tahun dibandingkan dengan negara-negara tetangga dalam hal pemanfaatan benih teknologi.

Oleh karena itu, menurutnya kolaborasi antara lembaga riset dan sektor swasta berperan penting dalam mempercepat adopsi teknologi yang aman, terbukti, dan bermanfaat langsung bagi petani di lapangan.

“Diharapkan dengan mulai digunakannya benih jagung bioteknologi, ketahanan pangan nasional dapat terwujud,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Direktur Bayer Indonesia & Country Commercials Lead Indonesia and Malaysia Yuchen Li mengatakan tantangan multidimensi yang dunia hadapi saat ini menuntut sektor pertanian untuk bertransformasi, di mana cara-cara tradisional tidak lagi mencukupi.

Menurutnya, diperlukan terobosan berbasis ilmu pengetahuan, salah satunya melalui pemanfaatan bioteknologi di bidang pertanian.

“Bayer berkomitmen penuh untuk mendukung ketahanan pangan nasional melalui inovasi ilmiah yang bertanggung jawab, serta membangun kolaborasi erat dengan pemerintah, komunitas ilmiah, dan para petani di lapangan,” katanya.

Yuchen memaparkan pihaknya telah mendorong inisiatif dan inovasi berbasis sains untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mendorong ketahanan pangan nasional.

Salah satunya, dengan melahirkan benih jagung bioteknologi DK95 yang telah membantu meningkatkan pendapatan hingga 30 persen berkat hasil panen lebih tinggi dan pengurangan biaya input.

“Dibandingkan dengan benih jagung konvensional, DK95R toleran terhadap herbisida. Herbisida dapat digunakan secara selektif dalam benih jagung DK95R tanpa merusak tanaman jagung. Keunggulan seperti ini menunjukkan potensi besar bioteknologi dalam mendukung praktik pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan,” ucap Yuchen Li.*

LRT Jabodebek Uji Ketahanan Trainset TS 20

Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub bersama PT KAI-INKA menguji ketahanan rangkaian (endurance test) LRT Jabodebek TS 20. Pengujian ini penting sebelum kereta dinyatakan siap mengangkut penumpang dan mendukung layanan mulai Juli 2025.

Executive Vice President LRT Jabodebek Mochamad Purnomosidi mengatakan rangkaian dijalankan seperti operasi normal. Namun tanpa penumpang, untuk memastikan sistem pengereman, kelistrikan, dan komunikasi bekerja stabil.

Pengujian ini menjadi syarat wajib sebelum layanan penumpang bisa dimulai. “Pengujian ini menjadi salah satu syarat penting. Sebelum kereta diizinkan untuk melayani penumpang,” kata Purnomosidi, Rabu (18/6/2025).

Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 49 Tahun 2023 mewajibkan kereta series menempuh 2.000 kilometer non-komersial untuk layak operasi. Standar ini berlaku bagi rangkaian TS 20 kategori series.

Sertifikasi meliputi uji statis untuk memeriksa rem, sistem kelistrikan, serta penggerak saat kereta diam. Kemudian uji dinamis mengevaluasi akselerasi, pengereman, kestabilan, dan tingkat kebisingan selama perjalanan.

Uji integrasi sistem memastikan sinkronisasi sistem kereta dengan jalur dan operasi, termasuk teknologi CBTC (Communication Based Train Control). Sebagai syarat akhir, rangkaian series menempuh minimal 2.000 kilometer non-komersial dan pre-series 4.000 kilometer.

Mochamad Purnomosidi menambahkan uji ketahanan adalah komitmen kesiapan operasional rangkaian. Olehkarennya, pihaknya meminta maaf, jika dalam praktiknya nanti, seandainya menimbulkan ketidaknyamanan dilapangan.

“Kami mohon maaf jika selama proses uji coba ini menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna. Tapi ini langkah penting agar ke depannya layanan LRT Jabodebek bisa lebih baik dan makin andal,” ujarnya.

Untuk memudahkan pengguna mengenali rangkaian uji, pintu kereta diberi garis pembatas dan pengumuman khusus di stasiun. Petugas juga siaga di stasiun dan dalam kereta untuk membantu dan memberi informasi.

Pengguna dapat memantau jadwal dan perkembangan uji coba melalui akun Instagram resmi LRT Jabodebek @lrt_jabodebek. Dengan rangkaian uji dan sertifikasi ini, layanan diharapkan semakin aman, nyaman, dan andal bagi masyarakat.

Dibuka Hari Ini, Inilah Harga Tiket Jakarta Fair

Jakarta: Jakarta Fair 2025 akan dibuka hari ini, Kamis (19/6/2025). Tiket masuk sudah mulai dapat dibeli pengunjung secara daring (online) mulai, Rabu (12/6/2025) lalu.

Dikutip dari laman Jakarta Fair, ada beragam jenis tiket dapat dibeli pengunjung di acara tahunan Kota Jakarta ini. Jenis tiket yang tersedia mulai dari tiket reguler, tiket konser musik, tiket VIP, hingga paket liburan hemat keluarga.

Pengunjung dapat mengunjungi website www.jakartafair.co.id atau www.eventguide.id untuk pembelian tiket secara online. Namun, pengunjung juga tetap dapat membeli tiket secara langsung (offline) langsung di loket yang disediakan.

Berikut adalah harga tiket masuk Jakarta Fair 2025:

1. Tiket masuk reguler

Senin Rp40.000
Selasa-Kamis Rp50.000
Jumat-Minggu Rp60.000
2. Tiket masuk reguler + konser musik Rp80.000 – Rp120.000

3. Tiket masuk vip + konser musik Rp100.000 – Rp150.000

4. Paket tiket liburan hemat dan keluarga (tiket terusan) Rp42.000 – Rp50.000

Untuk pembelian tiket secara online pengunjung tidak perlu mencetak (print) tiket. Pengunjung cukup menyimpan e-ticket di telepon selular kemudian menunjukannya kepada petugas di pintu masuk.

Selain menjadi tujuan belanja, Jakarta Fair juga merupakan salah satu pusat hiburan dan destinasi kuliner nusantara. Selama 25 hari penuh pengunjung akan dihibur oleh musisi papan atas Indonesia di panggung Jakarta Fair Music Concert.

Sama dengan tahun-tahun sebelumnya, kemeriahan Jakarta Fair tahun ini masih digelar di Arena JIEXPO Kemayoran Jakarta Pusat. Acara yang menjadi salah satu ikon HUT Jakarta ini, akan diadakan mulai 19 Juni – 13 Juli 2025. (Afriani Respati)

Kolaborasi Media dan Pemuda dalam Upaya Deradikalisasi Terorisme

BADAN Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT) memiliki peran yang penting untuk melawan narasi radikal terorisme yang semakin marak di dunia digital. Karenanya penting kolaborasi damai antara media dan pemuda dalam upaya deradikalisasi terorisme. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghadapi tantangan di dunia maya yang kerap digunakan oleh kelompok radikal untuk menyebarkan ideologi mereka.

Yang pasti, kolaborasi media dan pemuda menjadi investasi penting untuk menciptakan generasi muda yang mampu menjadi benteng perdamaian di dunia nyata ataupun digital. Sehingga dapat menyebarkan pesan-pesan toleransi, persatuan, dan kearifan lokal melalui konten kreatif, baik secara online maupun offline.

Sinergisitas tersebut dapat mengembangkan terobosan baru untuk mempercepat proses reintegrasi sosial serta meningkatkan produktivitas mitra deradikalisasi melalui pendekatan terpadu dengan memaksimalkan potensi sumber daya alam. Sehingga terjadi transformasi mindset dari radikal dan ekstrim menjadi moderat, toleran dan cinta terhadap Indonesia.

Walaupun angka kasus terorisme di Indonesia terus menurun, namun bukan berarti ancaman itu hilang sepenuhnya. Jika melihat pada data, sejak 2018 hingga 2024, hampir 4.000 tersangka aksi teror telah ditangkap. Lebih dari 8.000 narapidana terorisme dan keluarga telah mengikuti program deradikalisasi, dan 1.191 mantan narapidana terorisme mengikuti program rehabilitasi.

Oleh karena itu, perlu ada sosialisasi yang masif, kreatif, dan sesuai dengan karakter Gen Z, guna membentengi mereka dari pengaruh paham radikal. Oleh karena itu kita perlu mendorong dan mengedukasi generasi muda mengenai pentingnya pemahaman bahaya gerakan radikalisme dan terorisme.

Selain itu pentingnya kesadaran semua pihak dalam menciptakan lingkungan yang damai, toleran, dan bebas dari kekerasan dan menangkal gerakan radikalisme dan terorisme.

Penulis: Syariful Alam