Mengapresiasi Aparat Keamanan Sukses Kawal Pilkada dengan Aman dan Damai

Oleh : Edo Setiadi )*

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) adalah momentum penting dalam kehidupan demokrasi suatu bangsa. Dalam proses demokrasi ini, masyarakat diberi kesempatan untuk menentukan pemimpin mereka melalui jalur pemilihan yang bebas dan adil. Pilkada yang sukses tidak hanya ditentukan oleh antusiasme masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya, tetapi juga oleh jaminan keamanan yang diciptakan agar proses pemilihan berjalan lancar, tanpa adanya gangguan atau kerusuhan. Dalam konteks ini, keberhasilan aparat keamanan dalam mengawal Pilkada dengan aman dan damai merupakan prestasi besar yang patut diapresiasi.

Aparat keamanan, yang terdiri dari Polri, TNI, serta berbagai unsur pemerintah daerah dan relawan, memainkan peran yang sangat vital dalam menjaga kelancaran Pilkada. Tugas mereka tidak hanya terbatas pada pengamanan fisik di tempat-tempat pemungutan suara, tetapi juga mencakup deteksi dini terhadap potensi gangguan, penanganan situasi darurat, serta penyuluhan kepada masyarakat agar tetap menjaga ketertiban dan kedamaian.

Penata Kehumasan Polri Utama Tingkat II Divhumas Polri, Brigjen Pol. Saptono Erlangga Waskitoroso mengatakan Pilkada adalah momen penting dalam demokrasi, namun sering kali menimbulkan polarisasi sosial yang dapat memengaruhi stabilitas daerah. Oleh karena itu, pihaknya menekankan kepada seluruh elemen masyarakat agar mengaja kondusivitas pasca pelaksanaan Pilkada.

Salah satu keberhasilan terbesar aparat keamanan adalah dalam menjaga situasi tetap kondusif di tengah dinamika politik yang cukup tinggi. Di banyak daerah, Pilkada sering kali menjadi ajang persaingan ketat antara calon yang satu dengan lainnya, yang bisa menimbulkan tensi politik. Namun, aparat keamanan dengan profesionalisme dan kewaspadaan tinggi, berhasil meredam potensi kerusuhan atau gesekan antar pendukung yang bisa saja memicu ketegangan. Dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan komunikasi yang baik antara pihak berwajib dan masyarakat, mereka mampu menciptakan suasana yang aman dan damai sepanjang rangkaian Pilkada.

Tentu saja, kesuksesan ini tidak terjadi secara kebetulan. Banyak persiapan yang dilakukan oleh aparat keamanan jauh sebelum hari H Pilkada. Pelatihan dan simulasi pengamanan menjadi hal yang penting untuk memastikan kesiapan mereka dalam menghadapi berbagai situasi yang mungkin muncul. Selain itu, koordinasi yang solid antara Polri, TNI, dan lembaga terkait lainnya, seperti Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Komisi Pemilihan Umum (KPU), serta pemerintah daerah, menjadi kunci utama untuk menciptakan pengamanan yang efektif dan terkoordinasi dengan baik.

Sementara itu, Wakil Menteri Agama, Dr. Romo H.R. Muhammad Syafi’i, mengatakan pihaknya memberikan apresiasi kepada aparat keamanan serta pihak-pihak terkait karena telah berpartisipasi dalam pelaksanaan Pilkada yang aman dan damai. Pihaknya juga memuji Polri yang terus mengawal proses pemilihan dan mampu mendorong serta menciptakan iklim kondusivitas sosial di tanah air.

Salah satu faktor penunjang keberhasilan aparat keamanan dalam mengawal Pilkada dengan aman dan damai adalah adanya komunikasi yang intens dengan masyarakat. Polisi dan TNI tidak hanya hadir sebagai kekuatan pengaman, tetapi juga sebagai sahabat dan mitra bagi masyarakat. Mereka sering terlibat dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada warga tentang pentingnya menjaga kedamaian selama Pilkada. Selain itu, mereka juga mengedukasi masyarakat untuk tetap berpartisipasi aktif dalam proses pemilihan dengan menggunakan hak pilihnya secara bijak, tanpa terprovokasi oleh isu-isu yang bisa memicu kerusuhan. Melalui pendekatan humanis ini, aparat keamanan berhasil membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat, sehingga menciptakan situasi yang lebih stabil dan aman.

Wakil Kepala Operasi Cooling System Nusantara, Brigjen Pol. Yuyun Yudhantara menjelaskan, tantangan utama mengawal 2 pemilu besar di 2024 ini adalah masalah polarisasi di masyarakat dalam berbagai segi. Untuk itulah, Operasi Cooling System Nusantara diarahkan untuk mencegah polarisasi di masyarakat, dengan membentuk satgas-satgas melalui pendekatan humanis dan persuasif. Polri bersyukur dapat mengawal dua gelaran pemilu besar di tanah air, yang diikuti dengan pergantian pemimpin nasional berlangsung aman dan damai.

Pada akhirnya, keberhasilan aparat keamanan dalam mengawal Pilkada yang aman dan damai ini bukan hanya mencerminkan profesionalisme dan integritas mereka, tetapi juga menunjukkan betapa pentingnya peran mereka dalam menjaga stabilitas sosial dan politik di Indonesia. Dalam dunia yang semakin kompleks dan penuh tantangan, keberadaan aparat keamanan yang bisa diandalkan menjadi salah satu pilar utama bagi kelangsungan demokrasi yang sehat. Tanpa pengamanan yang efektif, proses demokrasi dapat terancam, dan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pemilihan bisa tergerus. Namun, dengan keberhasilan mereka dalam mengawal Pilkada dengan aman dan damai, kita semua semakin yakin bahwa Indonesia memiliki aparat keamanan yang tangguh dan siap melindungi nilai-nilai demokrasi.

Sebagai masyarakat, kita tentu harus memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada aparat keamanan yang telah bekerja keras demi tercapainya Pilkada yang aman dan damai. Tanpa mereka, penyelenggaraan Pilkada yang sukses seperti ini tidak akan terwujud. Oleh karena itu, mari kita dukung mereka dengan terus menjaga kedamaian, menjauhi provokasi, dan berpartisipasi aktif dalam proses demokrasi yang sehat. Apresiasi dan dukungan kita kepada aparat keamanan adalah bentuk penghargaan terhadap dedikasi mereka yang luar biasa dalam menjaga keutuhan bangsa.

)* Penulis adalah pengamat politik dalam negeri

Pemerintah Pastikan Kelancaran Akses Jalan Jelang Natal dan Tahun Baru

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya persiapan maksimal dalam menyambut libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru).

Instruksi ini disampaikan kepada seluruh kementerian dan lembaga terkait untuk memastikan koordinasi yang optimal.

“Saya yakin kita mampu menyelenggarakan semua persiapan dengan sebaik-baiknya. Kita yakinkan masyarakat bisa menghadapi tahun baru dengan aman, tertib, dan lancar. Ini juga momentum untuk meningkatkan perekonomian kita,” ujar Presiden.

Sebagai tindak lanjut, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah mempersiapkan langkah strategis untuk menjamin kelancaran lalu lintas selama masa libur.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengungkapkan bahwa sejumlah ruas tol akan dibuka secara fungsional sementara.

“Kami akan membuka ruas tol sepanjang 120,4 km, dengan rincian 90,42 km di Sumatera dan 29,98 km di Jawa,” katanya.

Ruas tol fungsional di Sumatera mencakup Tol Sigli-Banda Aceh Seksi 1 (Padang Tiji–Seulimeum), Tol Binjai–Langsa Seksi 3 (Tanjung Pura–Pangkalan Brandan), Tol Pekanbaru–Padang Seksi Padang–Sicincin, serta Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi Parapat Seksi Kuala Tanjung–IC Indrapura.

Di Jawa, tol fungsional mencakup Tol Jakarta–Cikampek II Selatan Seksi Kutanegara–Sadang, Tol Solo–Yogyakarta Segmen Klaten–Prambanan, dan Tol Probolinggo–Banyuwangi Tahap I (Probolinggo–Besuki).

Selain itu, seluruh pekerjaan preservasi jalan akan dihentikan sementara mulai 15 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025.

Kementerian PU juga memastikan kondisi jalan tol dan nasional dalam keadaan mantap serta menyediakan 124 rest area di seluruh jalur tol.

Untuk mengantisipasi bencana, 393 posko tanggap darurat telah disiapkan, lengkap dengan alat berat dan material di lokasi rawan bencana seperti banjir dan longsor.

Sementara itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga memastikan kesiapan infrastruktur transportasi.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menyampaikan langkah mitigasi, termasuk penyiapan kantong parkir di pelabuhan, kapal navigasi tanggap darurat, dan pengaturan lalu lintas di bandara.

“Kami juga menyelenggarakan program mudik gratis untuk mengurangi kepadatan jalan, dengan kapasitas total 38.772 penumpang dan 2.320 sepeda motor,” jelasnya.

Selain transportasi darat, laut, udara, dan kereta api, Kemenhub juga mengajak sinergi lintas sektor, termasuk dengan pemerintah daerah dan dinas terkait, guna menyukseskan angkutan Nataru.

“Diperlukan sinkronisasi kebijakan dan sosialisasi melalui media agar masyarakat terinformasi dengan baik,” tambah Menhub.

Dengan kolaborasi lintas kementerian dan dukungan semua pihak, pemerintah optimis bahwa masa libur akhir tahun dapat berlangsung lancar, aman, dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Pemerintah Optimal Cegah Kenaikan Harga Pangan Jelang Nataru

Jakarta – Pemerintah berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga pangan menjelang libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, dengan menerapkan serangkaian kebijakan dan langkah antisipasi guna mencegah lonjakan harga yang dapat membebani masyarakat. Pemerintah melalui sejumlah instansi terkait telah menyusun rencana yang terstruktur untuk memastikan pasokan pangan tetap tersedia dan harga tetap terjangkau selama periode liburan yang sering kali diiringi dengan peningkatan konsumsi masyarakat.
Menteri Perdagangan, Budi Santoso mengatakan pemerintah terus memantau secara intensif pergerakan harga kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, daging, ayam, telur, serta sayur-sayuran dan buah-buahan. Stabilitas harga pangan merupakan prioritas utama untuk memastikan masyarakat dapat merayakan liburan tanpa harus khawatir dengan lonjakan harga yang tidak terkendali.
“Untuk menjaga kestabilan harga, kami melakukan pemantauan harga secara berkala di seluruh pasar tradisional dan modern, serta memperkuat pengawasan distribusi barang. Kami juga akan memperluas program operasi pasar dan distribusi pangan melalui Badan Urusan Logistik (Bulog),” ujar Budi.
Sementara itu, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi mengatakan pemerintah akan selalu memastikan ketersediaan pangan pokok strategis menjelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 bagi masyarakat, serta menjaga harga pangan tetap dari lonjakan.
“Jelang Natal dan Tahun Baru nanti, stok pangan pokok strategis kita pastikan mencukupi. Terkait harga, Pemerintah tentunya selalu menjaga tingkat harga agar tidak terlalu rendah dan tidak terlalu tinggi,” kata Arief.
Arif juga mengatakan bahwa pihaknya akan terus menjaga kestabilan agar kalangan petani tidak mengalami keterpurukan.
“Keseimbangan harga bagi produsen dan konsumen ini yang menjadi fokus Badan Pangan Nasional,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi Indonesia berbeda dengan negara lain yang tidak memiliki petani dan peternak, sehingga kewajaran harga harus senantiasa diwujudkan. Untuk itu perlu ada keseimbangan harga antar lini.

“Jadi stok tidak perlu dikhawatirkan. Justru malah kita harus jaga beberapa komoditas supaya harganya tidak jatuh di tingkat petani. Itu challenge kita di Indonesia yang berbeda dengan negara lain yang tidak memiliki petani dan peternak,” bebernya.

Arief juga menyatakan bahwa kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bahwa petani, peternak hingga nelayan tidak boleh menderita, akibat produknya tidak terserap.

“Kemudian harga di tingkat konsumen juga harus dijaga. Semua harus di tahapan wajar, sehingga ada keseimbangan antara harga di tingkat petani sampai ke masyarakat,” jelasnya.
Di lain tempat, Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menyiapkan berbagai langkah untuk menjaga harga dan inflasi tetap stabil jelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.
Hal ini akan menjadi perhatian khusus TPID Denpasar yang akan mempersiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas harga dan inflasi. Untuk itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Denpasar terus menggencarkan monitoring harga bahan pokok.
Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Denpasar, I Nyoman Artayasa mengatakan bahwa strategi yang dilakukan adalah mengoptimalkan ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif.
“Berbagai strategi pemulihan perekonomian sudah dilaksanakan dalam upaya mendorong perekonomian Kota Denpasar agar terus tumbuh positif, terlebih di akhir tahun dan hari besar Natal dan tahun baru 2025,” ucap Artayasa.
Untuk diketahui, stok gula konsumsi di akhir 2024 dihitung masih ada di angka 1,478 juta ton. Untuk daging ayam ras sampai akhir 2024 diestimasi masih ada hingga 283 ribu ton. Lalu telur ayam ras stok akhir 2024 masih ada 177 ribu ton. Daging sapi dan kerbau hingga akhir tahun ini diperkirakan masih terdapat 68 ribu ton.
Estimasi stok hingga akhir 2024 untuk cabai besar dan cabai rawit masing-masing masih terdapat stok 53 ribu ton dan 26 ribu ton. Untuk bawang merah 22,9 ribu ton dan bawang putih 22,4 ribu ton. Sementara minyak goreng di 336 ribu liter dan kedelai 372 ribu ton.

Dengan langkah-langkah tersebut, pemerintah berupaya menciptakan kondisi yang kondusif bagi masyarakat untuk merayakan Natal dan Tahun Baru dengan penuh kebahagiaan tanpa adanya beban harga pangan yang memberatkan. [*]

Pemerintahan Prabowo-Gibran Pastikan Ketersediaan Energi Selama Nataru

Oleh: Bobby Prasetyo )*

Sebagai negara dengan populasi terbesar keempat di dunia, Indonesia memiliki kebutuhan energi yang terus meningkat, terutama saat momentum penting seperti Natal dan Tahun Baru (Nataru). Pada momen ini, kebutuhan energi melonjak signifikan karena peningkatan aktivitas masyarakat, baik untuk transportasi, perayaan, maupun konsumsi rumah tangga. Pemerintahan Prabowo-Gibran, melalui sinergi lintas sektor, telah menunjukkan komitmennya dalam memastikan keamanan energi selama periode ini.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah penguatan kesiapan kilang-kilang minyak nasional. Subholding Refining & Petrochemical PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) Kilang Dumai, telah mengambil peran penting dalam menjaga stabilitas energi. Area Manager Communication, Relations, & CSR PT KPI Kilang Dumai, Agustiawan mengatakan pihaknya telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk mengawasi operasional kilang. Pihaknya memastikan kegiatan operasional kilang berjalan dengan andal tanpa kendala, sesuai target, dan tetap mengedepankan aspek keselamatan.

Kilang Dumai juga memastikan bahwa infrastruktur dan distribusi energi berada dalam kondisi optimal. Upaya ini sangat krusial mengingat kilang minyak memproduksi bahan bakar yang menjadi urat nadi transportasi dan aktivitas masyarakat. Dengan pengawasan ketat, PT KPI menjamin produk energi berkualitas tinggi dapat didistribusikan secara merata ke seluruh wilayah Indonesia.

Tak hanya Kilang Dumai, Kilang Balikpapan yang memiliki kapasitas produksi 260 hingga 360 ribu barel per hari juga mengambil langkah serupa. Manager HSSE PT KPI RU V Balikpapan, Binsar Butar Butar mengatakan bahwa kilang ini memenuhi sekitar 25 persen kebutuhan energi nasional. Menurutnya jika terjadi gangguan di Kilang Balikpapan, potensi dampaknya sangat besar terhadap suplai energi nasional. Oleh karena itu, pengamanan terhadap operasional kilang ini dilakukan secara ketat demi menjaga stabilitas suplai energi.

Lebih dari sekadar tanggung jawab korporasi, langkah ini mencerminkan kepedulian terhadap kebutuhan energi masyarakat. Dengan ketersediaan energi yang terjamin, masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan nyaman tanpa khawatir akan gangguan pasokan energi.

Selain sektor minyak dan gas, pemerintah juga memastikan ketersediaan energi listrik selama Nataru. Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai persiapan matang. Di antaranya melakukan asesmen dan pemeliharaan jauh-jauh hari terhadap pembangkit-pembangkit listrik, pasokan energi primer, transmisi, distribusi, serta seluruh sistem pendukung lainnya.

PLN telah mengerahkan 81.000 personel yang siaga di 1.900 posko di seluruh Indonesia. Tak hanya itu, perangkat pendukung seperti genset, Uninterruptible Power Supply (UPS), dan Unit Gardu Bergerak juga telah disiapkan untuk menghadapi kemungkinan gangguan. Langkah ini memastikan suplai listrik tetap stabil di tengah lonjakan konsumsi selama Nataru.

Komitmen PLN dalam menjaga keamanan energi juga terlihat dari kesiapan infrastruktur mereka. Dari pembangkit listrik hingga jaringan distribusi, semuanya dipastikan beroperasi dengan optimal. Kehadiran posko-posko siaga di berbagai lokasi strategis menjadi bentuk konkret kesiapan PLN dalam menghadapi potensi kendala yang mungkin terjadi selama periode kritis ini.

Keberhasilan dalam menjaga keamanan energi selama Nataru tidak lepas dari koordinasi yang solid antara pemerintah, BUMN, dan sektor swasta. Pemerintahan Prabowo-Gibran telah memberikan arahan jelas agar seluruh pihak terkait bekerja sama demi memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi. Dalam konteks ini, pemerintah tidak hanya berfokus pada kelancaran pasokan energi, tetapi juga pada aspek keselamatan dan keberlanjutan operasional.

Langkah proaktif yang dilakukan oleh PT KPI dan PLN menjadi bukti nyata bahwa pemerintah serius dalam menjaga ketahanan energi nasional. Di sisi lain, masyarakat juga memiliki peran penting dalam mendukung upaya ini, seperti dengan bijak menggunakan energi dan mematuhi aturan yang ada.

Pemerintahan Prabowo-Gibran telah membuktikan bahwa menjaga keamanan energi bukanlah sekadar tanggung jawab teknis, melainkan sebuah upaya strategis untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi seluruh rakyat Indonesia. Dengan persiapan yang matang dan pelaksanaan yang konsisten, masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan penuh sukacita tanpa terganggu oleh masalah energi.

Sebagai penutup, mari kita terus percaya kepada pemerintah dalam menjaga ketahanan dan keamanan energi nasional. Upaya yang dilakukan hari ini adalah wujud komitmen jangka panjang untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri energi dan berkelanjutan. Dengan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, tidak diragukan lagi bahwa pemerintahan Prabowo-Gibran akan mampu menjawab tantangan kebutuhan energi nasional, tidak hanya selama Nataru, tetapi juga di masa mendatang.

)* Pemerhati energi terbarukan di Perusahaan Mining Indonesia Karya

Pemerintah Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Pastikan Keamanan dan Kelancaran Nataru 2024/2025

Oleh: Ivan Adrian )*
Pemerintah terus berupaya untuk memastikan keamanan dan kelancaran perayaan Natal 2024 serta Tahun Baru 2025. Sebagai negara dengan beragam budaya, agama, dan tradisi, Indonesia memiliki tantangan tersendiri dalam menjaga ketertiban dan keselamatan saat perayaan besar seperti Natal dan Tahun Baru (Nataru). Untuk itu, pemerintah mendorong kolaborasi lintas sektor yang melibatkan berbagai pihak, baik dari instansi pemerintah, aparat keamanan, sektor swasta, hingga masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Kolaborasi lintas sektor ini sangat penting untuk mengantisipasi potensi masalah yang mungkin timbul selama libur panjang tersebut. Sebagai contoh, pihak kepolisian, TNI, serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berperan aktif dalam menjaga ketertiban dan mencegah adanya gangguan keamanan. Polisi akan memperkuat pengamanan di titik-titik rawan seperti pusat perbelanjaan, tempat ibadah, dan objek wisata. Sementara itu, TNI akan siap memberikan bantuan dalam hal pengamanan di wilayah-wilayah yang membutuhkan, terutama di daerah-daerah yang rawan bencana alam atau gangguan keamanan.

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan jajaran lintas kementerian hingga aparat penegak hukum untuk menyiapkan dengan sebaik-baiknya penyelenggaraan perayaan Nataru. Presiden yakin jajarannya akan mampu menyelenggarakan semua persiapan dengan sebaik-baiknya. Presiden juga ingin seluruh jajarannya meyakinkan masyarakat akan bisa menghadapi tahun baru dengan dengan aman, dengan tertib dan lancar.

Selain itu, pemerintah juga menggandeng perusahaan transportasi dan logistik, untuk memastikan kelancaran arus mudik dan distribusi barang selama periode liburan. Kerja sama ini sangat penting, mengingat tingginya mobilitas masyarakat yang ingin merayakan Natal dan Tahun Baru bersama keluarga.

Perusahaan-perusahaan transportasi seperti PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT Angkasa Pura Indonesia, serta penyedia transportasi daring, bekerja sama untuk mengatur jadwal keberangkatan dan ketersediaan tempat duduk atau fasilitas transportasi lainnya agar tidak terjadi penumpukan penumpang yang dapat berpotensi menimbulkan kerumunan dan masalah keselamatan.

EVP of Corporate Secretary KAI, Raden Agus Dwinanto Budiadji, mengatakan KAI menjadikan keamanan sebagai salah satu fokus dalam rangka menyambut masa angkut periode Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. Raden juga menjelaskan dalam beberapa waktu ini pihaknya terus melakukan pengecekan sebagai bagian dari ramp check di sejumlah titik rail kereta yang meliput Cikampek hingga Cirebon sehingga diprediksi bakal menghambat perjalanan.

Tidak hanya itu, sektor kesehatan juga tidak luput dari perhatian. Pemerintah mendorong kolaborasi antara Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan di daerah untuk memastikan fasilitas kesehatan siap melayani kebutuhan masyarakat selama periode Natal dan Tahun Baru. Rumah sakit, puskesmas, serta klinik-klinik kesehatan akan disiagakan, termasuk fasilitas-fasilitas untuk menangani keadaan darurat atau kecelakaan yang mungkin terjadi selama perayaan. Tak kalah penting, pemerintah juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan yang bergizi, berolahraga, dan mematuhi protokol kesehatan jika diperlukan.

Penting untuk dicatat bahwa upaya untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif selama Nataru tidak hanya bergantung pada pemerintah dan aparat, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat. Kolaborasi ini mencakup peran serta masyarakat dalam mematuhi berbagai peraturan dan arahan yang diberikan oleh pemerintah dan aparat keamanan. Masyarakat diimbau untuk lebih disiplin dalam mematuhi aturan lalu lintas, menghindari perilaku berisiko, serta menjaga ketertiban di tempat umum. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tetap menjaga keamanan pribadi dan keluarga, terutama saat berkunjung ke tempat-tempat keramaian.

Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Marsekal Madya TNI Kusworo, mengatakan Basarnas mempertebal pengamanan perjalanan masyarakat untuk periode libur Nataru di seluruh wilayah Indonesia, yang secara spesifik dilakukan di Pulau Jawa. Pihaknya akan mengoperasikan secara penuh seluruh sumber daya yang dimiliki dengan jumlah total sebanyak 81 unit kapal, enam unit armada helikopter, dan bahkan melibatkan sebanyak 21 ribu petugas yang terdiri dari personel Basarnas dan unsur potensi SAR terlatih lainnya di seluruh Indonesia.

Selain itu, untuk mendukung kelancaran kegiatan ekonomi selama Nataru, pemerintah juga memfasilitasi para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) agar dapat memasarkan produk mereka dengan baik. Hal ini mencakup upaya untuk menciptakan ruang-ruang bagi UKM agar dapat mengakses pasar yang lebih luas melalui berbagai platform digital atau melalui pasar tradisional yang disiapkan oleh pemerintah. Keberadaan produk lokal juga menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang ingin merayakan Nataru dengan membeli barang-barang khas daerah.

Upaya pemerintah untuk mendorong kolaborasi lintas sektor guna memastikan keamanan dan kelancaran Natal 2024 serta Tahun Baru 2025 mencerminkan komitmen untuk menciptakan suasana yang damai dan menyenangkan bagi seluruh lapisan masyarakat. Dengan melibatkan banyak pihak dan memaksimalkan kerja sama antar sektor, diharapkan perayaan akhir tahun ini dapat berjalan lancar tanpa adanya gangguan yang berarti. Pemerintah, sektor swasta, serta masyarakat harus bersatu padu untuk mewujudkan suasana yang penuh kebahagiaan, keamanan, dan kenyamanan bagi seluruh rakyat Indonesia.

)* Penulis adalah kontributor tigadetik.id

Kenaikan PPN 1% Untuk Pemerataan Ekonomi Indonesia

Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Bidang Koordinator Ekonomi dan Keuangan, DR. IR. H. Adies Kadir, SH, MHum, menegaskan kebijakan kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) hanya 1% merupakan implementasi dari amanah undang-undang yang bertujuan untuk kesejahteraan rakyat. Yang perlu digarisbawahi, kenaikan PPN ini tidak berlaku untuk semua jenis barang dan jasa.

“Kebijakan ini baik untuk pemerataan pembangunan dan untuk menguatkan ekonomi kita seperti cita-cita Pak Presiden (Prabowo Subianto). Kelompok konsumen barang mewah, yang sebagian besar berasal dari kalangan atas, memiliki daya beli yang sangat tinggi. Dengan demikian, mereka yang paling mampu berkontribusi lebih besar terhadap negara,” ujar Adies.

Penting untuk dipahami bahwa kenaikan hanya 1% ini diberlakukan pada barang-barang mewah yang umumnya dikonsumsi oleh masyarakat kalangan atas. Sementara itu, barang-barang kebutuhan pokok, layanan sosial, pendidikan, kesehatan, produk UMKM, dan sektor pertanian tetap dikecualikan dari kenaikan ini.

“Kenaikan PPN pada barang mewah ini bisa diibaratkan sebagai pajak konsumsi bagi orang kaya. Kelompok ini membayar lebih karena mereka mendapatkan fasilitas dan akses yang lebih banyak. Hasil dari pajak yang mereka bayar nantinya akan digunakan untuk mendanai program-program sosial yang bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.” Imbuh Adies yang juga menjabat sebagai Ketua Umum DPP Ormas MKGR.

Pendapatan tambahan dari penyesuaian PPN ini akan dialokasikan untuk berbagai program pembangunan, termasuk infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, dan program bantuan sosial yang ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Hal ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam mewujudkan pemerataan ekonomi yang lebih baik.

Kebijakan ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam menciptakan sistem perpajakan yang lebih adil dan merata, di mana mereka yang memiliki kemampuan ekonomi lebih tinggi dapat berkontribusi lebih besar untuk pembangunan nasional. Dengan pendekatan ini, diharapkan dapat tercipta dampak positif pada perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

“Dana itu bisa disalurkan untuk pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan dan program bantuan sosial lainnya yang mendukung kelompok masyarakat berpendapatan rendah. Kemudian, dana yang terkumpul nantinya bisa digunakan untuk program sosial yang meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia secara keseluruhan,” pungkas Adies.

Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto telah mengambil langkah strategis untuk memperkuat perekonomian nasional melalui penyesuaian tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) hanya 1%, yakni dari 11% menjadi 12%. Kebijakan ini dirancang khusus untuk menciptakan pemerataan ekonomi yang lebih baik di Indonesia. [*]

Kenaikan PPN 1% Perkuat Penerimaan Negara dan Pulihkan Ekonomi

Oleh: Feronika Jasin)*

Pemerintah Indonesia telah menetapkan kebijakan untuk menaikkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebanyak 1%. Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap penerimaan negara sekaligus mendukung pemulihan ekonomi nasional yang tertekan akibat pandemi COVID-19. Langkah ini menjadi bagian dari upaya reformasi perpajakan untuk menciptakan struktur pajak yang lebih adil, optimal, dan berkelanjutan.

Ketua Badan Anggaran DPR, Said Abdullah mengatakan bahwa kenaikan tarif PPN dari 11% menjadi 12% merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP), yang juga merupakan keputusan bersama antara seluruh fraksi di DPR dan pemerintah. Ia menambahkan bahwa kebijakan tersebut bertujuan menciptakan sistem perpajakan yang lebih adil, efisien, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Kebijakan ini memiliki dasar hukum yang kuat, mengingat UU HPP dirancang untuk menyelaraskan peraturan perpajakan agar lebih responsif terhadap kebutuhan ekonomi modern. Salah satu poin penting dari undang-undang tersebut adalah menciptakan sistem perpajakan yang lebih adil, yakni memastikan kontribusi pajak tidak hanya datang dari kalangan tertentu tetapi merata sesuai dengan kemampuan wajib pajak. Dalam konteks kenaikan tarif PPN, pemerintah tetap mempertahankan pengecualian dan fasilitas tarif rendah untuk barang dan jasa yang dianggap vital bagi kebutuhan masyarakat. Langkah ini bertujuan melindungi daya beli kelompok berpenghasilan rendah, sehingga keadilan sosial tetap terjaga.

Dalam konteks anggaran negara, peningkatan tarif PPN diproyeksikan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap penerimaan pajak. Pemerintah menyebutkan bahwa pajak merupakan salah satu sumber utama pembiayaan belanja negara, termasuk untuk program-program pemulihan ekonomi dan pembangunan infrastruktur. Dengan meningkatnya penerimaan negara dari sektor pajak, pemerintah memiliki ruang fiskal yang lebih luas untuk melanjutkan berbagai program strategis, seperti pembangunan fasilitas kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur transportasi.

Pernyataan Analis Kebijakan Ekonomi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Ajib Hamdani, bahwa kenaikan tarif PPN dapat menambah penerimaan negara hingga Rp 80 triliun, menyoroti dimensi fiskal dari kebijakan ini. Peningkatan tarif PPN dari 11% menjadi 12% merupakan langkah yang dinilai strategis untuk memperkuat anggaran negara, terutama dalam mendukung berbagai kebutuhan pembangunan dan pemulihan ekonomi.

Penambahan potensi penerimaan sebesar Rp 80 triliun tentu menjadi angka yang signifikan dalam konteks pembiayaan negara. Dengan anggaran sebesar itu, pemerintah dapat memiliki ruang fiskal yang lebih besar untuk melaksanakan berbagai program prioritas, seperti pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan kesehatan, pendidikan, dan penyediaan bantuan sosial. Penerimaan pajak yang lebih besar juga dapat membantu menekan ketergantungan terhadap utang luar negeri, sehingga posisi fiskal negara menjadi lebih stabil.

Kebijakan ini juga dipandang sebagai respons terhadap rendahnya rasio pajak (tax ratio) Indonesia dibandingkan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara. Dengan menaikkan tarif PPN, pemerintah berupaya memperbaiki kinerja perpajakan agar lebih sejalan dengan standar internasional. Rasio pajak yang lebih tinggi diharapkan mampu memperkuat posisi fiskal Indonesia dan meningkatkan daya saing ekonomi secara global.

Namun, keputusan ini bukan tanpa tantangan. Banyak pihak khawatir bahwa kenaikan tarif PPN akan berdampak pada daya beli masyarakat, terutama bagi kelompok berpenghasilan rendah. Sebagai langkah mitigasi, pemerintah menyatakan bahwa kebijakan ini dirancang dengan tetap mempertimbangkan aspek keadilan sosial. Barang dan jasa tertentu, seperti bahan pokok, jasa pendidikan, dan jasa kesehatan, tetap mendapatkan fasilitas pengecualian atau tarif PPN yang lebih rendah. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah beban pajak yang berlebihan pada masyarakat kecil.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, Dwi Astuti, menjelaskan bahwa hasil dari kebijakan penyesuaian tarif PPN selama ini dikembalikan kepada rakyat dalam berbagai bentuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Ia menyebutkan bahwa manfaat langsung yang diberikan pemerintah dari pajak yang dikumpulkan mencakup program seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT), Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, Program Indonesia Pintar (PIP), dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Selain itu, manfaat lainnya juga berupa subsidi listrik, subsidi LPG 3 kg, subsidi BBM, dan subsidi pupuk.

Dari sisi perekonomian, kenaikan tarif PPN diharapkan mampu mendorong stabilitas fiskal yang menjadi fondasi penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Dengan penerimaan negara yang lebih kuat, pemerintah dapat menjaga keberlanjutan program stimulus ekonomi yang telah berjalan sejak awal pandemi. Selain itu, kebijakan ini diharapkan dapat memberikan sinyal positif kepada investor bahwa Indonesia serius dalam mengelola anggaran secara bertanggung jawab.

Untuk memastikan keberhasilan kebijakan ini, pemerintah juga berkomitmen memperbaiki administrasi perpajakan, termasuk memanfaatkan teknologi digital. Dengan sistem perpajakan yang lebih efisien dan transparan, diharapkan kepatuhan wajib pajak dapat meningkat, sehingga potensi penerimaan negara dapat dioptimalkan.

Secara keseluruhan, kenaikan tarif PPN menjadi langkah strategis yang tidak hanya bertujuan untuk memperkuat penerimaan negara, tetapi juga mendukung proses pemulihan ekonomi nasional. Meskipun terdapat potensi dampak terhadap konsumsi masyarakat, pemerintah berupaya meminimalkan risiko tersebut melalui kebijakan yang berimbang. Dengan implementasi yang tepat, kebijakan ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi pembangunan ekonomi yang lebih kokoh dan berkelanjutan di masa depan.

)* Penulis merupakan analisis Akaria Indonesia

Presiden Prabowo Lanjutkan Pembangunan IKN dengan Dukungan Berbagai Pihak

Samarinda – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) akan tetap dilanjutkan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Keberlanjutan pembangunan IKN mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, yang meyakini bahwa IKN memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional dan membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa fokus utama pembangunan IKN akan diarahkan pada penyelesaian pusat pemerintahan.

“Pembangunan pusat pemerintahan ini meliputi fasilitas eksekutif, legislatif, dan yudikatif,” kata AHY.

AHY juga menyatakan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan Otorita IKN (OIKN) untuk merapikan dan menyempurnakan perencanaan pembangunan ini. Meski begitu, ia mengakui adanya tantangan besar terkait keterbatasan anggaran, yang mendorong pemerintah untuk menarik investor lokal maupun asing guna mendanai proyek-proyek infrastruktur IKN.

Salah satu dukungan penting datang dari Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin). AHY berharap Kadin bisa berperan aktif sebagai mitra strategis pemerintah, menjembatani sektor swasta, termasuk pengusaha besar dan UMKM, untuk berkontribusi dalam pembangunan IKN.

Pemerintah Indonesia juga menegaskan tekadnya untuk menciptakan suasana investasi yang aman dan menguntungkan. Presiden Prabowo Subianto berfokus pada stabilitas investasi untuk memastikan kelancaran pembangunan IKN.

“Investasi di IKN tetap aman, Presiden Prabowo telah memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan kawasan inti pemerintahan,” ujar Presiden ke-7 Joko Widodo, yang memastikan kelanjutan proyek ini meskipun ada pergantian kepemimpinan.

Salah satu langkah penting adalah penyelesaian infrastruktur dasar, seperti jalan, sistem air bersih, dan pasokan listrik, yang akan selesai pada akhir tahun ini. Sementara itu, pembangunan infrastruktur di luar kawasan inti akan dimulai awal tahun depan, memberi sinyal positif bagi para investor.

Pemerintah juga memberikan jaminan hukum yang jelas bagi investor. Hal tersebut ditegaskan Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN Agung Wicaksono

“Hak-hak investor akan dijamin dengan regulasi yang jelas, termasuk Hak Guna Bangunan (HGB) selama 80 tahun yang dapat diperpanjang,” kata Agung Wicaksono,

Selain itu, kemudahan perizinan dan berbagai insentif menarik telah disiapkan untuk menciptakan ekosistem investasi yang kondusif.

Sebelumnya, Ketua Lembaga Adat Paser, Hasanuddin, menyebutkan bahwa pemberdayaan yang dilakukan OIKN memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal.

“Pendapatan usaha lokal mengalami peningkatan dua kali lipat dari sebelumnya, yang memperlihatkan potensi IKN dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat,” tuturnya.

Pembangunan IKN ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal. Melalui koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, proyek ini diyakini akan memperkuat perekonomian serta menciptakan perubahan struktural yang signifikan. []

Manfaat Pembangunan IKN dalam Mendorong Pemerataan Ekonomi

Oleh: Vino Hasan Tanip )*

Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur menjadi salah satu agenda besar pemerintah yang terus diperjuangkan meski menghadapi berbagai tantangan. Sebagai proyek strategis nasional, IKN tidak hanya berfungsi sebagai pusat pemerintahan baru, tetapi juga menjadi katalisator bagi pemerataan pembangunan dan ekonomi di seluruh Indonesia.

Komitmen untuk menjaga keberlanjutan pembangunan IKN terus ditegaskan oleh para pemangku kepentingan. Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono, menyatakan bahwa pembangunan IKN beserta investasi yang menyertainya tidak akan mandek. Hal ini sejalan dengan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto yang menjadikan keberlanjutan pembangunan IKN sebagai prioritas nasional. Optimisme tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah serius dalam mengatasi ketimpangan ekonomi antarwilayah melalui pengembangan IKN.

Salah satu isu mendasar yang coba dipecahkan melalui pembangunan IKN adalah ketimpangan pembangunan antara Pulau Jawa dan wilayah lainnya di Indonesia. Dengan memindahkan pusat pemerintahan dari Jakarta ke Kalimantan Timur, pemerintah berupaya menciptakan pusat pertumbuhan baru yang dapat mendorong aktivitas ekonomi lebih merata di luar Pulau Jawa.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa upaya mempercepat pembangunan IKN terus dilakukan. Salah satu langkah strategisnya adalah pengajuan tambahan anggaran sebesar Rp8,1 triliun dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun 2025. Pengalokasian dana ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memastikan pembangunan IKN berjalan sesuai rencana. Lebih jauh, upaya ini dirancang untuk menciptakan efek domino positif, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga peningkatan akses masyarakat terhadap infrastruktur berkualitas.

Selain itu, pembangunan IKN sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat pemerataan ekonomi. Dalam jangka panjang, IKN diharapkan mampu menjadi pendorong utama bagi terwujudnya transformasi ekonomi yang lebih inklusif, di mana setiap daerah memiliki akses yang setara terhadap peluang dan kemajuan.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti, memaparkan bahwa progres 109 paket pembangunan di IKN telah mencapai 61,7 persen dengan nilai anggaran Rp89 triliun. Proyek-proyek ini mencakup pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan, air bersih, dan energi yang menjadi fondasi utama bagi pengembangan kawasan IKN ke depan. Khusus untuk batch pertama, progresnya bahkan telah mencapai 95,8 persen, mencerminkan semangat pemerintah dalam merealisasikan rencana besar ini.

Dalam implementasinya, pembangunan IKN dirancang melalui lima tahapan hingga tahun 2045 dengan total anggaran Rp466 triliun. Pendekatan bertahap ini tidak hanya memungkinkan pengelolaan anggaran yang lebih efektif, tetapi juga memastikan bahwa dampak pembangunan dapat dirasakan secara bertahap oleh masyarakat. Langkah ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk mengelola proyek strategis ini secara berkelanjutan tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat sekitar.

Pembangunan IKN juga memiliki potensi besar untuk menarik investasi domestik maupun internasional. Kehadiran IKN sebagai pusat pemerintahan baru diharapkan dapat menciptakan peluang usaha yang lebih luas, baik di sektor konstruksi, jasa, maupun teknologi. Pemerintah terus mendorong partisipasi sektor swasta dalam pembangunan IKN melalui skema Public-Private Partnership (PPP) yang memberikan fleksibilitas bagi investor untuk berkontribusi.

Pengembangan IKN juga akan membawa manfaat langsung bagi masyarakat setempat, terutama di Kalimantan Timur. Peningkatan kebutuhan tenaga kerja untuk berbagai proyek pembangunan telah membuka lapangan kerja baru, yang secara langsung mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Selain itu, akses masyarakat terhadap infrastruktur modern di kawasan ini akan meningkatkan kualitas hidup secara signifikan.

Dengan pembangunan IKN, pemerintah mengirimkan pesan yang jelas: pembangunan tidak lagi terkonsentrasi di Pulau Jawa. Pembangunan IKN adalah simbol dari komitmen untuk memperbaiki ketimpangan regional yang telah lama menjadi permasalahan mendasar di Indonesia. Dalam jangka panjang, keberadaan IKN sebagai pusat pemerintahan baru akan memperkuat integrasi antarwilayah, menciptakan pusat-pusat pertumbuhan baru, dan mengakselerasi kemajuan ekonomi nasional secara keseluruhan.

Meskipun perjalanan pembangunan ini masih panjang, upaya kolektif dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan proyek ini. Sebagai bangsa, kita memiliki tanggung jawab bersama untuk mendukung realisasi IKN sebagai bagian dari visi Indonesia yang lebih adil, sejahtera, dan berkelanjutan.

Pembangunan IKN bukan sekadar proyek infrastruktur. Ini adalah langkah besar menuju pemerataan ekonomi yang lebih baik bagi seluruh rakyat Indonesia. Dalam upaya ini, mari kita dukung penuh pemerintah untuk melanjutkan pembangunan IKN sesuai rencana. Dengan semangat gotong royong, kita dapat memastikan bahwa proyek ini tidak hanya berhasil, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi generasi mendatang.

IKN adalah harapan baru bagi Indonesia, sebuah peluang emas untuk menciptakan perubahan yang nyata. Mari bersama kita optimis bahwa IKN akan menjadi katalisator menuju masa depan Indonesia yang lebih cerah, adil, dan berkelanjutan.

)* Anggota Komunitas Pemuda Cinta Tanah Air asal Kalimantan

Peduli Cagar Budaya, EXP Visual Produksi Film Dokumenter

BANDAR LAMPUNG – 

EXP Visual menggelar nonton bareng Film Dokumenter berjudul Anak Muda Jaga Cagar Budaya, Jumat malam (20/12/2024) mendatang di Cagar Budaya Rumah Asisten Wedana Metro.

Rachmanda dari EXP Visual menjelaskan bahwa produksi film dokumenter ini sendiri didukung oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah VII yang membawahi Propinsi Lampung dan Bengkulu.

“Film dokumenter ini sendiri merekam perjalananan revitalisasi cagar budaya di Kota Metro selama tiga tahun terakhir dan peran anak-anak muda didalam proses tersebut,termasuk pengerjaan dokumenter ini sendiri juga seluruhnya dilakukan oleh anak-anak muda di Metro”jelasnya.
Revitalisasi cagar-cagar budaya di Kota Metro sendiri menurutnya berjalan berkat kerja bersama semua pihak. Hal ini sekaligus menunjukan bahwa paradigma baru pemanfaatan cagar budaya di Kota Metro telah mmembawa manfaat tidak hanya terhadap aspek pelestarian tapi juga aspek ekonomi bagi masyarakat.

“Pemerintah, masyarakat, dunia usaha, BUMN semua memiliki kontribusi terhadap pengembangan cagar-cagar budaya yang sebelumnya terbengkalai yang kini telah berubah menjadi ruang publik,”tambahnya.
Ia juga mengatakan bahwa pemutaran film documenter berdurasi 30 menit ini sendiri berkonsep layar tancap dan terbuka untuk masyarakat.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melalui Kabid Kebudayaan Siti Rogayati Seprita menambahkan bahwa harapannya film ini dapat memperkaya bahan pembelajaran bagi kurikulum lokal sejarah dan cagar budaya.
“Kota Metro sendiri telah memiliki kurikulum muatan lokal sejarah dan cagar budaya yang diperuntukan bagi sekolah-sekolah dibawah lingkup Pemerintah Kota Metro,”ujarnya.
Ia menambahkan bawa selain kurikulum lokal sejarah dan cagar budaya kini juga telah tumbuh program walking tour yang diikuti oleh para siswa.
“Lewat program Walking tour dan kunjungan ke cagar-cagar budaya yang ada di harapkan siswa dan masyarakat akan semakin mengenal dan pada gilirannya ikut menjaga cagar budaya yang ada,”tambahnya.
Terbaru Disdikbud juga telah membuat galeri sejarah di Rumah Asisten Wedana untuk mendukung program walking tour yang telah berjalan.