Sleman Jadi Kabupaten dengan Sumbangan Ekonomi Terbesar bagi DIY

Kabupaten Sleman menjadi kabupaten dengan sumbangan ekonomi terbesar di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 2024.

Sleman memberikan kontribusi terbesar yaitu 32,87%. Disusul Kota Yogyakarta di urutan kedua dengan sumbangan 25,67%, lalu Bantul di urutan ketiga dengan sumbangan 18,71%, Gunungkidul di urutan ketiga dengan sumbangan 13,99%, dan Kulon Progo di urutan terakhir dengan sumbangan 8,75%.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman optimis pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2024 masih akan berada di level 5&, dengan kisaran 5,09%-5,50%.

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), di tahun sebelumnya (2023),  tren pertumbuhan ekonomi di kabupaten ini mencapai 5,09%. Sementara, pada 2024 ini, hingga triwulan II tercatat tumbuh sebesar 5,09%.

Adanya Proyek Strategis Nasional (PSN) berupa pembangunan jalan tol diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayah Sleman. Di samping itu, pariwisata pun masih menjadi sektor andalan di kabupaten dengan slogan “Sembada” ini.

“Wisatawan yang datang, menginap, dan berbelanja diharapkan dapat menggerakkan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sleman,” kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sleman, Haris Martapa, Kamis (5/12/2024).

Andil antarsektor ekonomi di Sleman

Ada banyak sektor yang menyumbang andil signifikan bagi perekonomian Sleman, meliputi industri pengolahan, konstruksi, penyediaan akomodasi makan minum/sektor pariwisata, dan pertanian. Pada 2023, keempat sektor itu memberi kontribusi kisaran 8%-12%.

“Pertanian meskipun andilnya di bawah 10%, namun merupakan sektor yang menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Sleman,” terang Haris.

Pemkab Sleman juga berkomitmen meningkatkan kapasitas UMKM dan pelaku industri melalui berbagai pelatihan,fasilitasi permodalan lewat dana penguatan modal, hingga memberikan fasilitasi pemasaran dan penguatan kelembagaan.

Bidang konstruksi pun tak luput dari perhatian. Pemkab Sleman telah menyiapkan langkah pembangunan infrastruktur yang mendukung perekonomian, seperti revitalisasi pasar tradisional, serta pemeliharaan jalan dan jembatan untuk memperlancar aktivitas perekonomian.

Belum lagi di sektor pariwisata, fokus pengembangan desa wisata dan ekonomi kreatif yang dapat mendatangkan wisatawan juga mendapat perhatian serius.

“Kami targetkan ekonomi di Sleman tahun 2025 mendatang tetap tumbuh pada kisaran angka 5,1%-5,6%,” tutur Haris

“Berbagai program kegiatan pada empat sektor unggulan itu diharapkan bisa menjadi penggerak,” tambahnya.

Gerakan beli sayur petani

Lebih lanjut Haris mengungkapkan, tantangan perekonomian pada 2024 memang cukup kompleks, terutama karena kondisi deflasi yang terjadi selama lima bulan berturut-turut di DIY.

Deflasi yang berkepanjangan menyebabkan dampak negatif bagi pelaku usaha karena produknya tidak terjual. Imbasnya, aktivitas ekonomi akan melambat.

Pemkab Sleman telah melakukan sejumlah program untuk mengantisipasi dampak turunnya perekonomian pasca deflasi beruntun. Salah satunya dengan menerbitkan Instruksi Bupati Sleman No. 20 Tahun 2024 tentang Pola Tanam Cabai dalam Rangka Pengendalian Inflasi Daerah.

Instruksi ini dilaksanakan sebagai upaya mewujudkan ketersediaan komoditas cabai secara berkelanjutan dengan melakukan tanam cabai di luar musim (off season).

Bupati Sleman juga telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 0633 Tahun 2024 tentang Gerakan Membeli Sayuran Petani (Gemati). Lewat edaran tersebut, pegawai di lingkungan Pemkab Sleman diimbau untuk berbelanja paket sayuran hasil budidaya petani.

Hasilnya, selama jangka waktu 12 hari dari 17-28 Oktober 2024, telah terjual sebanyak 2.106 paket sayuran. Dengan nilai harga sayuran Rp20.000 per paket, tercatat terjadi perputaran uang lebih dari Rp42 juta.

“Dengan semakin banyak sayuran petani yang dibeli oleh pegawai, dapat menggerakkan perekonomian dan meningkatkan pendapatan petani,” jelas Haris.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

Memanusiakan Difabel bersama Relawan PRYAKKUM dengan Mewujudkan Lingkungan yang Inklusif

Sejumlah relawan dari Pusat Rehabilitasi Yayasan Kristen untuk Kesehatan Umum (PRYAKKUM), Jogja menggelar Aksi Kolaborasi untuk Inklusi Disabilitas atau Aksibilitas. Suatu kampanye untuk menyuarakan isu difabel. Bersama 34 peserta yang hadir, saya diajak berkeliling ke empat pos yakni laboratorium sosial, knowledge management, jejaring, dan sumber daya manusia.

Ketua penyelenggara acara Aksibilitas, Eufra (21) mengatakan kegiatan Aksibilitas 2024 menjadi salah satu bentuk sosialisasi yang dilakukan oleh PRYAKKUM untuk membangun kesadaran masyarakat soal isu difabel.

“Tujuan kegiatan ini juga mencari volunteer dan memberikan kesempatan mereka untuk mengeksplorasi lebih banyak,” kata Eufra.

Eufra bilang seharusnya ada 50 orang yang mendaftar, tapi karena hujan lebat yang mengguyur Jogja sejak pukul 13.00 WIB membuat sebagian peserta batal hadir. Sementara acara dimulai pada Jumat (6/12/2024) pukul 15.00 WIB.

Sebelum berkeliling, panitia membagi peserta menjadi beberapa kelompok. Saya sendiri masuk di pos terakhir. Di sana, saya berkenalan dengan beberapa teman-teman mahasiswa Universitas Atma Jaya.

Upaya PRYAKKUM memperjuangkan hak difabel

Setelah kelompok dibagi, kami berjalan menuju masing-masing pos. Di pos pertama, panitia dari PRYAKKUM menjelaskan apa itu laboratorium sosial? Sebab, tak banyak yang tahu kalau PRYAKKUM adalah laboratorium sosial yang kegiatannya meneliti seputar hak difabel.

Memanusiakan Difabel bersama Relawan PRYAKKUM. MOJOK.CO
Salah satu relawan PRYAKKUM, Ola, mengisi materi di Aksibilitas. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

“PRYAKKUM ini sebagai pusat informasinya. Jadi ketika teman-teman mau magang atau mau meneliti soal isu difabel yang mungkin isunya jarang banget terangkat, mereka bisa menghubungi resource center,” ujar Eufra.

Selain itu, PRYAKKUM juga melakukan percobaan, mengukur, serta melatih teman-teman difabel agar siap bekerja dan terjun di masyarakat.

Melalui kegiatan Aksibilitas, Eufra jadi sadar, tak banyak masyarakat yang mengetahui isu soal difabel. Misalnya saja ada peserta yang antusias melihat proses pembuatan kaki palsu. Ada pula peserta yang baru tahu, bahwa harga alat bantu bagi difabel terbilang mahal bagi mereka.

“Terus ada juga yang tadi aku lihat, mereka belum sama sekali mengetahui jenis-jenis difabel,” ucap Eufra.

Selama 10 menit berbincang di pos pertama, kami melanjutkan kegiatan ke pos selanjutnya, yakni knowledge management. Salah satu pembahasan yang menjadi highlight adalah isu soal kesehatan mental bagi difabel.

“Kalian tahu nggak sih kalau teman-teman yang mengalami gangguan psikologis, pikiran, perilaku, emosi, contohnya seperti depresi itu termasuk disabilitas mental?” tanya Angga, salah satu konselor PRYAKKUM kepada peserta.

Angga menjelaskan jenis-jenis disabilitas terbagi menjadi empat, yakni disabilitas fisik, disabilitas intelektual, disabilitas mental, hingga disabilitas sensorik.

Menariknya, survei kesehatan oleh Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) menyatakan 1 dari 3 remaja di Indonesia memiliki masalah kesehatan mental. Misalnya stress, depresi, schizophrenia, sleep disorder, bipolar disorder, personality disorder, dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, Angga punya mantra yang bisa diterapkan peserta agar sehat secara jiwa, yakni memberikan afirmasi positif kepada diri sendiri. Setiap bangun tidur atau pergi keluar rumah misalnya, Angga akan mengucapkan kalimat ini:

“Saya mau dan mampu menerima diri saya, mau menerima orang lain, berani menghadapi tantangan, berpikir logis dan positif, dan bahagia,” ucap Angga sembari mempraktikkannya dengan gerakan.

Memanusiakan teman-teman difabel

Angga adalah salah satu pool of expert dari PRYAKKUM. Pool of expert sendiri memiliki peran utama menjadi narasumber atau fasilitator, konsultan, responden, maupun konselor.

Tugas itu, kata dia, penting untuk memberikan informasi kepada masyarakat agar tidak keliru atau lebih paham mengenai hak-hak difabel. Misalnya, tidak ada lagi istilah orang cacat atau orang gila. Yang ada adalah penyandang disabilitas atau orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Dengan begitu, sosialisasi yang dilakukan bisa dengan pendekatan yang humanis. Bahwa difabel bukan untuk dikasihani. Mereka hanya perlu kebutuhan khusus untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Vincent (21) salah satu peserta Aksibilitas menyadari bahwa ada hak difabel yang belum terpenuhi. Misalnya, keterbatasan akses untuk mereka pergi ke tempat umum. Terkadang dia pun bingung untuk membantu orang-orang di sekitarnya.

“Saya kan jarang berinteraksi dengan mereka, kurang pengetahuan umum juga soal isu disabilitas, jadi saya ingin ikut acara ini supaya mengenal teman-teman difabel lebih jauh,” ucapnya.

PRYAKKUM: Siapapun bisa memperjuangkan hak difabel

Sebagai pusat penelitian, PRYAKKUM harus mengsosialisasikan seputar hasil penelitiannya atau tentang hak difabel. Oleh karena itu, mereka harus berjejaring untuk membangun dan memelihara hubungan baik dengan berbagai pihak yang relevan.

Kegiatan berjejaring ini penting untuk mendukung resource center, baik secara finansial maupun non-finansial. Sejak 1982 berdiri, resource center menjalin jejaring dengan berbagai mitra.

Resource center memiliki organisasi yang dipimpin dan dijalankan oleh difabel seperti Disabled People’s Organization (DPO). Lalu organisasi berbasis masyarakat yang tidak mencari keuntungan, serta organisasi non-pemerintah yang bekerja secara independen dari pemerintah, dan masih banyak lagi.

Fingerprint
Salah satu peserta melakukan fingerptint untuk menyuarakan isu difabel. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Ketua penyelenggara acara Aksibilitas, Eufra menjelaskan setelah Aksibilitas ini digelar dia berharap banyak peserta yang mau menjadi volunteer. Berbagai bidang pun, kata Eufra sangat dibutuhkan.

“Latar belakang anak-anak magang di sini juga berbeda-beda. Ada mahasiswa Ilmu Komunikasi misalnya yang membantu dalam hal pembuatan konten, lalu anak-anak IT yang membuat website, dan sebagainya,” kata dia.

Eufra menegaskan tugas manusia adalah membantu sesama, jadi tidak ada perbedaan usia, background pendidikan, keluarga, atau kondisi fisik dan mental sekalipun untuk menyuarakan hak difabel.

“Peserta juga melakukan fingerprint sebagai suatu aksi bahwa kolaborasi tidak hanya dilakukan 1-2 orang, tapi semua orang dari berbagai warna dan latar belakang yang berbeda punya satu tujuan di Aksibilitas,” ujarnya.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

Segala Hal yang Perlu Diketahui dari Quantum Computing vs Kriptografi Tradisional

Harga Bitcoin hari ini menjadi salah satu tolok ukur utama di dunia kripto. Namun, di balik fluktuasi nilainya, ada ancaman besar yang mengintai: kemajuan teknologi komputasi kuantum. Komputasi kuantum dianggap mampu mendobrak sistem keamanan tradisional yang saat ini digunakan dalam dunia kriptografi, termasuk yang melindungi transaksi Bitcoin dan mata uang kripto lainnya.

Pertanyaannya, bagaimana komputasi kuantum dapat memengaruhi kriptografi tradisional dan apa yang bisa dilakukan untuk menghadapinya? Mari kita bahas!

Apa Itu Komputasi Kuantum?

Komputasi kuantum adalah bentuk komputasi yang menggunakan prinsip fisika kuantum untuk memproses informasi. Tidak seperti komputer klasik yang menggunakan bit (0 dan 1), komputer kuantum menggunakan qubit yang dapat berada dalam kondisi 0, 1, atau keduanya secara bersamaan (superposisi). Kemampuan tersebut memungkinkan komputer kuantum menyelesaikan masalah yang sangat kompleks jauh lebih cepat daripada komputer tradisional.

Komputasi kuantum menawarkan kecepatan yang luar biasa dalam hal penghitungan. Ini sangat berguna dalam berbagai bidang seperti pengembangan obat, pemodelan cuaca, dan optimasi sistem. Di sisi lain, kecepatan ini juga menjadi ancaman serius bagi sistem keamanan berbasis kriptografi tradisional.

Kriptografi tradisional adalah metode pengamanan data menggunakan algoritme matematika yang rumit. Sistem ini digunakan untuk mengenkripsi data agar hanya bisa diakses oleh pihak yang memiliki kunci dekripsi yang tepat. Contoh algoritme kriptografi yang populer saat ini adalah RSA dan Elliptic Curve Cryptography (ECC).

Dalam dunia cryptocurrency, kriptografi digunakan untuk memastikan keamanan transaksi dan melindungi dompet digital. Misalnya, alamat Bitcoin Anda adalah hasil dari proses hashing kriptografi yang sangat sulit untuk dipecahkan dengan teknologi saat ini.

Ancaman Komputasi Kuantum terhadap Kriptografi Tradisional

Sistem kriptografi tradisional dirancang untuk menghadapi ancaman dari komputer klasik. Namun, kemunculan komputer kuantum nantinya akan membuat algoritma menghadapi risiko besar. Berikut adalah beberapa cara komputasi kuantum dapat mengancam kriptografi tradisional:

1. Pemecahan Algoritme RSA

RSA, salah satu algoritma yang paling banyak digunakan untuk enkripsi data sangat bergantung pada kesulitan memfaktorkan bilangan besar. Komputer kuantum dengan algoritma seperti Shor’s Algorithm dapat memfaktorkan bilangan besar dalam waktu singkat yang membuat RSA menjadi tidak aman.

2. Mengalahkan ECC

Elliptic Curve Cryptography (ECC) adalah algoritma yang digunakan dalam sistem keamanan Bitcoin. Algoritma ini mengandalkan masalah matematika yang disebut “logaritma diskret elips”. Komputer kuantum mampu menyelesaikan masalah ini dengan sangat cepat yang berarti kunci pribadi pengguna dapat dengan mudah diretas.

3. Kerentanan Sistem Blockchain

Blockchain yang merupakan tulang punggung Bitcoin dan mata uang kripto lainnya. Meskipun hashing seperti SHA-256 dianggap lebih tahan terhadap serangan kuantum, komputer kuantum tetap memiliki potensi untuk mengurangi keamanannya di masa depan.

Bagaimana Dunia Kriptografi Beradaptasi?

Meskipun ancaman dari komputer kuantum nyata tetapi para ilmuwan dan pengembang teknologi telah mulai bekerja pada solusi untuk melindungi sistem kriptografi dari serangan kuantum. Ini disebut kriptografi pascakuantum (post-quantum cryptography). Berikut adalah beberapa pendekatan yang sedang dikembangkan:

1. Algoritma Pascakuantum

Algoritma baru dirancang untuk tahan terhadap kemampuan komputasi kuantum. Contohnya termasuk Lattice-based Cryptography yang menggunakan struktur matematika kompleks untuk melindungi data.

2. Quantum Key Distribution (QKD)

QKD memanfaatkan sifat mekanika kuantum untuk mendistribusikan kunci enkripsi dengan cara yang aman. Jika ada pihak ketiga mencoba mengintersep kunci maka sistem akan mendeteksinya.

3. Upgrade Sistem Blockchain

Pengembang blockchain juga sedang mengembangkan metode untuk meningkatkan keamanan blockchain agar tetap aman dari ancaman kuantum. Ini termasuk mengganti algoritma hashing dengan versi yang lebih kuat.

Apa yang Harus Dilakukan Pengguna Kripto?

Bagi Anda yang memiliki atau tertarik pada mata uang kripto seperti Bitcoin maka penting untuk memahami ancaman ini dan langkah-langkah yang bisa diambil untuk melindungi aset Anda:

Ikuti Perkembangan Teknologi

Selalu perbarui informasi Anda tentang kemajuan teknologi kuantum dan bagaimana hal itu mempengaruhi kriptografi.

Gunakan Platform Aman

Pilih bursa dan dompet digital yang terus beradaptasi dengan perkembangan keamanan terbaru.

Pantau Harga Bitcoin Hari Ini

Tetap waspada terhadap fluktuasi nilai Bitcoin, karena dampak dari ancaman kuantum dapat memengaruhi pasar.

Komputasi kuantum mungkin akan menjadi inovasi revolusioner yang membawa potensi besar dalam berbagai bidang, tetapi juga mengancam keamanan kriptografi tradisional yang menjadi dasar dunia digital saat ini. Ancaman ini terutama signifikan bagi dunia cryptocurrency, termasuk Bitcoin.

Namun, solusi seperti kriptografi pascakuantum dan peningkatan sistem blockchain sedang dikembangkan untuk melindungi masa depan teknologi ini. Sebagai pengguna atau calon investor, Anda harus tetap waspada dan terus memperbarui pengetahuan Anda tentang keamanan kripto.

Ingin tahu lebih lanjut tentang perkembangan dunia kripto? Kunjungi Tokocrypto hari ini untuk mendapatkan informasi terbaru dan memulai investasi Anda dengan aman! (Adv)

Minat Baca Warga Moyudan Sleman Jauh Lebih Tinggi dari Depok yang Jadi Pusat Perguruan Tinggi

Kapanewon Moyudan menjadi daerah dengan minat baca paling tinggi di Kabupaten Sleman. Jauh mengungguli Kapanewon Depok yang merupakan basis perguruan tinggi.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman baru saja merilis hasil pengukuran terbaru Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) Kabupaten Sleman tahun 2024.

Rilis tersebut berlangsung di Aula Lantai 3, Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Rabu (4/12/2024) lalu.

Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman, Abu Bakar, menjelaskan bahwa pengukuran TGM alias minat baca di Sleman turut menggandeng pihak akademisi, yakni tim survei UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Survei minat baca di Sleman berlangsung sejak Agustus 2024, menyasar 17 kapanewon dan 2.951 responden dari berbagai latar belakang, baik usia, jenis kelamin, pendidikan, dan tingkat penghasilan.

“Ini kami menggandeng tim dari pihak akademisi untuk menjamin objektivitas hasil survei agar lebih baik, lebih valid, oleh mereka yang memang lebih kompeten di bidangnya,” jelas Abu dalam keterangan tertulisnya.

“Survei ini telah dilaksanakan di seluruh kapanewon di Kabupaten Sleman, sehingga insyaallah telah mewakili secara riil Kabupaten Sleman,” imbunya.

Minat baca di Sleman tergolong tinggi

Hasil survei menunjukkan, tingkat kegemaran membaca alias minat baca masyarakat Sleman tergolong tinggi, dengan nilai rata-rata 2,57 poin. Hanya memang jumlah buku yang dibaca masyarakat masih tergolong rendah, yaitu 2,4 poin.

Sementara frekuensi membaca masyarakat Sleman sudah tergolong baik, dengan perolehan poin sebesar 2,7. Hal ini menunjukkan bahwa sudah ada kebiasaan membaca dan dorongan untuk mencari tahu informasi lebih lanjut dalam diri masyarakat Sleman.

Minat baca di Moyudan Sleman jadi yang tertinggi

Hasil survei tersebut memang terbilang unik. Minat baca di Moyudan tercatat sebagai yang tertinggi di Sleman. Total nilainya adalah 2,65 poin.

Sementara Depok yang menjadi basis perguruan tinggi di Sleman justru menjadi yang paling rendah, yakni dengan total nilai 2,44.

Adapun rincian nilai pengukuran TGM masing-masing kapanewon yakni sebagai berikut:
1. Turi 2,6
2. Tempel 2,48
3. Sleman 2,52
4. Seyegan 2,63
5. Prambanan 2,48
6. Pakem 2,48
7. Ngemplak 2,54
8. Ngaglik 2,54
9. Moyudan 2,65
10. Mlati 2,55
11. Minggir 2,63
12. Kalasan 2,51
13. Godean 2,63
14. Gamping 2,53
15. Depok 2,44
16. Cangkringan 2,54
17. Berbah 2,6.

Kok bisa Depok kalah dari Moyudan Sleman?

Menarik untuk didiskusikan, kok bisa Depok sebagai basis perguruan tinggi di Sleman justru tercatat sebagai daerah dengan minat baca paling rendah (kalah dari Moyudan)?

Untuk diketahui, merujuk data Kemendikbud Ristek per 2023, Kapanewon Depok menjadi basis dari 25 perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. Depok juga menjadi basis dari kampus-kampus top seperti Universitas Gadjah Mada (UGM) hingga Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta.

Menariknya lagi, Depok juga menjadi daerah dengan jumlah Taman Bacaan Masyarakat (TBM) terbanyak di Sleman selain Ngemplak. Merujuk data Forum TBM Sleman pada 2019, Depok tercatat memiliki lima TBM. Sementara Moyudan hanya memiliki satu TBM.

Lantas, kenapa minat baca di Depok justru jadi yang paling rendah?

Indikator dan faktor

Sebelum ke sana, perlu diketahui perihal indikator yang dinilai dalam survei TGM. Indikator yang dimaksud meliputi, frekuensi membaca, durasi membaca, jumlah yang dibaca, frekuensi akses internet, dan durasi akses internet.

Salah satu anggota Tim Survei UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Marwiyah, mengatakan bahwa hasil survei TGM di Sleman dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik internal maupun eksternal.

Salah satunya adalah rasa ingin tahu masyarakat terhadap informasi. Namun, masyarakat kini lebih banyak mencari informasi melalui internet dan media elektronik.

Keberadaan TBM dan perguruan tinggi pun tidak lantas menjamin masyarakat suatu daerah secara umum dan otomatis memiliki minat baca tinggi.

Sebab, fakta yang perlu dicatat, perguruan-perguruan tinggi di Yogyakarta, termasuk di Depok, Sleman, mayoritas diisi oleh pendatang. Sementara masyarakat asli masih sedikit yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Alhasil, menjadi masuk akal jika hasil survei menunjukkan minat baca di Depok kalah jauh dari Moyudan, Sleman. Tentu jika responden diambil dari masyarakat asli, bukan termasuk pendatang.

Warga asli yang terpinggirkan

Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), Fathul Wahid, pernah menyinggung hal ini dalam kolomnya berjudul “Sembilan Persen” yang tayang di Kolom Analisis Kedaulatan Rakyat pada 23 Feburari 2024 dan ditayangkan ulang di laman resmi UII.

“Sembilan Persen” diambil Fathul dari data Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY): bahwa dari 100% lulusan SMA di Yogyakarta, hanya 9% saja yang berkesempatan lanjut ke perguruan tinggi.

Fathul tak menemukan data spesifik mengenai faktor apa yang menyebabkan banyak lulusan SMA/SMK/sederajat di Yogyakarta—yang merupakan warga asli—tidak lanjut ke perguruan tinggi. Hanya saja, dia menduga, ekonomi jadi kendalanya.

Sebab, mereka yang tidak lanjut kuliah itu pada akhirnya memilih bekerja hingga berwirausaha.

“Kita bisa bayangkan dampak jangka panjang jika masalah ini tidak diatasi. Termasuk di antaranya adalah kemungkinan warga asli terpinggirkan dalam kompetisi untuk mendapatkan beragama akses, termasuk dalam bidang ekonomi dan politik,” papar Fathul.

“Salah satu dampaknya lanjutannya adalah ketimpangan sosial antara warga asli dan warga pendatang. Ini menakutkan,” sambungnya.

Oleh karena itu, Fathul menekankan pentingnya mencari jalan keluar permanen secara kolektif antara Pemda dan perguruan tinggi. Contohnya seperti yang dilakukan Pemda DIY dan UII sendiri.

Pemda DIY, melalui Dikpora DIY, telah meluncurkan beasiswa berkelanjutan untuk pemuda DIY usia 18-24 tahun. Pada 2024 ini, ada 150 paket beasiswa yang bisa diakses dengan besaran Rp10 juta per tahun.

Sementara UII (pada 2024), mengenalkan skema beasiswa afirmasi pembebasan uang kuliah untuk warga asli yang tidak mampu.

Acuan untuk membuat kebijakan

Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum Setda Sleman, Anton Sujarwo, mewakili Bupati Sleman menyatakan bahwa survei tersebut merupakan bentuk komitmen Pemkab Sleman dalam memperoleh data dan informasi yang relevan.

Data-data hasil survei nantinya akan dijadikan sebagai dasar pengambilan kebijakan dalam program peningkatan literasi masyarakat.

“Dengan demikian, kegiatan ini akan memperkuat komitmen kita bersama untuk meningkatkan kolaborasi dan sinergi mewujudkan perkembangan kegemaran membaca di Kabupaten Sleman,” ucapnya mengutip titipan sambutan Bupati Sleman untuk acara rilis hasil pengukuran TGM.

Sebab, lanjut Anton, kegemaran membaca dapat menjadi faktor pendukung dalam upaya membangun masyarakat yang cerdas, kritis, dan berdaya saing. Oleh karena itu, survei ini untuk mengetahui sejauh mana masyarakat memanfaatkan waktu untuk membaca sekaligus mengidentifikasi tantangan yang dihadapi.

“Survei ini juga menjadi acuan penting dalam merumuskan kebijakan strategis untuk meningkatkan literasi,” tutup Anton.

Kebijakan strategis yang Anton maksud, semoga juga berkenaan dengan bagaimana mengatasi persoalan yang Fathul Wahid paparkan: banyak pemuda asli DIY yang tidak lanjut kuliah.

Karena begitu juga lah yang terjadi di Sleman. Data 2022 menunjukkan, dari 20.000 lulusan SMA/SMK/sederajat di Sleman, tidak lebih dari 10.000 yang lanjut ke perguruan tinggi.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

Pengalaman Menyaksikan Langsung Party-nya Orang Palembang

Di sebuah daerah, di perbatasan Kota Palembang dan Kabupaten Banyuasin, saya menyaksikan sendiri party-nya orang Palembang. Absurd!

Aroma citrus menyembur dari balik jaket kulit yang dipakai Reza. Rambut klimisnya sama lurus dengan skinny jeans hitam, membalut kakinya yang ramping. Rapi keseluruhan tanpa kusut sedikit saja. Malam minggu itu dia siap bertandang ke sebuah hajatan di sebuah daerah di Palembang.

Belum separuh tubuhnya keluar dari pintu mobil, dia berteriak memanggil saya yang masih tergeletak di sekretariat UKM kampus kami. Dia memaksa saya untuk ikut.

Empat ajakan sebelumnya sudah saya tolak. Ini kali kelima dia ingin saya menyaksikan sendiri bagaimana party-nya orang Palembang. Malam itu sekret memang lebih sepi dari biasanya. Daripada melewati malam yang bosan, ikut Reza mungkin ide bagus.

Party favorit masyarakat Sumatera

Reza mendapatkan info perhelatan akbar itu dari status Facebook. Musik jedag-jedug akan memeriahkan sebuah acara pernikahan. Siapa yang menikah? Tentu Reza tidak tahu. Selama unit musik ini menyampaikan kabar kedatangannya, masyarakat akan berduyun menagih hiburan.

Genre EDM dengan remix lagu-lagu populer memang jadi favorit masyarakat Sumatera kebanyakan, salah satunya Palembang. Skena ini sudah terbentuk sejak lama dan melebarkan penikmatnya hingga lintas usia. Remaja, dewasa, orang tua, hingga anak-anak tak jarang terlihat di lantai dansa. Seperti koplo dan biduannya di Jawa, Sumatera punya house music dan female disk jockey atau sering disingkat FDJ.

Persiapan matang sebelum berpesta

Pukul 20:00 WIB kami membelah Jl. Kolonel H. Barlian yang padat. Waktu itu jalur LRT yang membentang dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin hingga ke kompleks olahraga Jakabaring sedang dibangun. Reza tak mampu menutupi raut gelisahnya. Ingin segera sampai ke lokasi karena khawatir jika melewatkan acara puncak.

Kegelisahan itu juga dipengaruhi oleh whisky KW berbotol gepeng yang sedikit dia tenggak sebelum berangkat. Reza memang selalu mempersiapkan segala sesuatunya untuk malam seperti ini. Stamina yang fit, tampilan yang rapi, mobil bersih plus bensin yang penuh, dan pil yang dia telan sesampainya kami di lokasi parkir hajatan. Hajatan itu ada di daerah perbatasan Kota Palembang dan Kabupaten Banyuasin.

Basa-basi dia menawarkan pil merah jambu bergambar Mickey Mouse itu pada saya. Basa-basi saja karena dia sudah tahu bahwa saya akan menolak. Lagipula niat Reza mengajak saya karena ia butuh orang dengan kesadaran penuh. Tentu untuk menjaganya dari hal-hal yang tidak diinginkan. Entah itu potensi konflik dengan pengunjung lain, atau dari dirinya sendiri yang tidak bisa dikontrol. Bahaya kalau terlalu “tinggi”.

Obat yang akrab disebut inex atau pil koplo ini adalah kandungan senyawa kimia bernama metilendioksimetamfetamin. Euforia dan rasa percaya diri tinggi akan dirasakan si pemakai dalam 3-4 jam setelah mengkonsumsinya.

Di jam-jam itu, detak jantung dan pernapasannya melesat, hingga mengatupkan rahangnya dan menggertakan gigi. Terasa kesemutan dan nyeri otot di bagian tertentu. Makanya, minyak angin atau Freshcare jadi starterpack wajib. Ini dibutuhkan untuk mengoles leher mereka yang akan bergeleng sepanjang malam.

Wangi citrus Reza sudah bercampur Freshcare bahkan sejak kami berjalan menuju kerumunan. Musik sudah menghentak dengan tempo dan volume tinggi.

Dunia gemerlap sekaligus gelap

Acara itu dihelat di halaman berukuran 1/3 lapangan sepak bola. Tepat di sebelah rumah pemilik hajat yang pagi tadi menggelar akad dan resepsi. Sebuah lahan datar di lingkungan permukiman, tidak jauh dari rumah-rumah warga lainnya. Selain tenda, kursi, dan dan panggung yang biasa kita temukan di sebuah perayaan pernikahan, terlihat juga lapak alkohol berjejer di sekitaran lokasi.

Benar saja. Golongan usia remaja, dewasa, orang tua, hingga anak-anak mengisi daftar ratusan pengunjung. Beberapa dari mereka hanya menyaksikan dari sudut. Yang lainnya sudah oleh hanyut oleh irama house music. Tidak bisa diganggu.

MC yang sesekali mengiringi vokal dan memandu acara sebetulnya cukup mengganggu. Kalau nonton dangdut koplo dan menemukan penabuh simbal yang kerap nyeletuk di tengah lagu dan memberi pesan-pesan lucu, nah peran MC di hajatan Palembang kurang lebih sama. Namun dengan porsi nyeletuk yang lebih sering dengan candaan yang garing.

Kalau mengetik kata kunci “DJ Palembang” di kolom pencarian TikTok, kalian akan menyaksikan pemandangan yang kurang lebih ada di depan mata saya malam itu. Bass mengentak dari speaker full-range yang berbaris di sebelah panggung. Pendar lampu spotlight yang berputar ke segala penjuru. Juga ratusan kepala yang tidak berhenti bergerak mengikuti tempo lagu. Entah cuma digerakan oleh musik atau zat kimia yang mungkin mereka konsumsi.

Pesta jadi salah satu media penyebaran narkoba?

Saya bukan pemakai inex dan semacamnya. Tapi dari teman-teman macam Reza saya mampu membedakan. Mana orang yang bergoyang karena musik plus alkohol atau narkoba, dan mana yang bergoyang cuma karena musik. Tidak dalam pengaruh apa pun. Alias polosan.

Mulut Reza mulai tak bisa berhenti berbicara karena efek pil. Kami sibuk membincangkan seorang anak-anak yang jaraknya tidak jauh dari kami. Seorang bocah umur sekitar 12-14 tahun. Dengan posisinya duduk di kursi, badan tegak sambil bergeleng, wajah memerah, dan rahangnya mengeras. Tidak salah lagi, sudah pasti mengonsumsi narkoba.

Saya heran, entah dari mana barang itu didapatkan anak SD atau SMP. Tapi seketika sadar bahwa tanah yang saya pijak adalah Palembang. Saya jadi teringat kisah dari sebuah desa di kabupaten lain.

Di sana, hidup warga amat bergantung dengan sabu-sabu. Kristal putih itu sudah melekat ke sendi-sendi kehidupan masyarakatnya. Tidak ada hari tanpa “menggoreng” metamfetamin. Bapak dan anaknya yang masih sekolah sudah terbiasa join barang haram ini sehari-hari. Sebuah kisah epik plus gaya parenting yang unik. Jadi wajar kalau sekadar pil warna-warni bergambar kartun mudah didistribusikan ke berbagai golongan usia.

Tapi saya pikir, datang ke sini bukan untuk jadi polisi moral buat bocah yang sedang asyik itu, kok. Biarkan mereka menikmati musik dengan kesadarannya yang lepas landas. Bersama anak-anak ini, saya cuma perlu optimis menyambut Indonesia Emas 2045.

Masyarakat Palembang dan hiburannya yang dipaksa berpisah

Akhirnya, polisi membuat gebrakan. Tepatnya di Agustus 2023. Kapolrestabes Palembang mengeluarkan surat larangan memainkan house music di semua hajatan.

Skena musik satu ini dapat mengganggu ketenteraman dan ketertiban masyarakat. Katanya. “Larangan memainkan musik remix ini upaya untuk menekan peredaran narkoba di wilayah Sumsel,” lanjut Pak Kapolres lagi.

Bagi yang melanggar aturan akan dipidana kurungan 3 bulan dan denda sebesar 5 juta rupiah. Wow. Apakah sudah saatnya kita ucapkan “Bravo Kepolisian Indonesia”? Tentu saja belum. Tidak usah.

Nyatanya, penyebaran narkoba, khususnya ekstasi di Palembang belum mampu ditekan sepenuhnya. Melarang musik remix di hajatan demi menekan peredaran narkoba sama saja dengan mengambil segenggam salju dari gunung es yang hanya muncul di permukaan.

Terus, apa solusi yang tepat? Ya ndak tahu. Harusnya sih polisi dan BNN paling paham soal ini. Dalam upaya memberantas peredaran narkoba, mereka punya sumber daya paling mumpuni. Namun, menuding musik sebagai faktor utama distribusi narkoba adalah bentuk kemalasan berpikir.

Pengalaman seru di Palembang yang cukup dirasakan sekali

Di sini, seluruh lapisan masyarakat melebur. Menanggalkan semua masalah hidupnya di rumah. Tidak ada tekanan kerja dari kantor. Lupakan hasil panen yang kurang memuaskan. Jangan ingat gebetan yang tak kunjung memberi kepastian.

Sudah dua jam berlalu. Orang-orang datang dan pergi, kerumunan masih padat. Efek obat pada Reza sudah bekerja penuh.

Sepertinya dia sudah lupa bahwa ada saya yang menemaninya. Saya yang cuma menenggak whisky palsu berusaha menikmati suasana juga. Memerhatikan visual dari panggung dan efek psikedelik dari lampu-lampu yang berputar. Perempuan di balik alat DJ juga terlihat piawai me-remix lagu. Entah dia remix sendiri di panggung itu atau cuma memainkan lagu yang sudah diracik sebelumnya.

Ketika saya ikut menyanyikan satu lagu hits Indonesia berjudul “Separuh Aku” dari Noah, terjadi sedikit gesekan dari penonton. Beruntung, konflik itu tidak mengganggu jalannya pesta. Langsung cepat ditangani centeng lokal. Keributan macam ini memang sering terjadi di banyak hajatan. Tidak sedikit yang keos sampai harus menyetop jalannya hajatan.

Tapi Reza masih belum peduli dengan sekitarnya. Hingga pukul 23:30 dia terlihat sedikit kepayahan. Nafasnya tersengal, lebih cepat dari sebelumnya. Tanda-tanda kalau efek si kecil merah jambu itu akan turun.

Tapi Reza sudah cakap dalam urusan seperti ini. Yang ia butuhkan cuma menjauh dari kerumunan, sebab emosinya akan sulit dikontrol.

Saya menuntunnya berjalan ke mobil lalu mengambil alih stir. Dalam perjalanan, kondisi Reza sudah membaik. Pengaruh pil hampir sepenuhnya berhenti. Kami tertawa sepanjang jalan membahas bocah “tinggi” tadi. Dan sudah saya sampaikan ke Reza, tidak ingin menyaksikan pemandangan itu lagi.

Penulis: Razi Andika

Editor: Yamadipati Seno

Masyarakat Wajib Hormati Penetapan Hasil Pilkada

Jakarta – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 telah berlangsung dengan lancar, dan kini saatnya bagi seluruh masyarakat untuk menghormati keputusan tersebut sebagai bagian dari komitmen tiap warga negara terhadap prinsip demokrasi yang sehat. Menyikapi hal ini, sejumlah tokoh mengingatkan untuk menjaga kedamaian di Tengah perbedaan pilihan demi kemajuan bangsa.

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, KH. Imron Mutamakkin, mengatakan pihaknya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh penyelenggara pemilu baik KPU, Bawaslu dan jajarannya hingga tingkat TPS yang telah menyelenggarakan Pilkada Serentak 2024 dengan sukses tanpa ekses

“Kami keluarga besar Nahdhatul Ulama menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak mulai dari penyelenggara pemilu hingga aparat keamanan termasuk Forkopimda khususnya kepada TNI/Polri yang terus menjaga sehingga pilkada bisa berjalan sukses, aman, dan damai,” ungkap KH Imron.

Menurutnya, hasil pilkada merupakan proses yang telah melalui berbagai tahapan yang sah secara hukum, maka harus disadari bahwa Pilkada adalah refleksi dari suara rakyat yang hasilnya patut dihormati.

“Setelah hasil ditetapkan, tidak ada lagi ruang untuk perselisihan yang bisa merusak stabilitas sosial. Masyarakat harus menghormati keputusan ini, karena hanya dengan demikian kita dapat memastikan bahwa demokrasi berjalan dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Polda Kalteng, Irjen Pol Drs. Djoko Poerwanto mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan situasi yang damai dengan menghormati penetapan hasil Pilkada. Pihaknya juga mengapresiasi atas lancarnya proses pemungutan suara yang berjalan dengan baik tanpa ada hambatan.

“Saya ucapkan terima kasih atas kerja sama seluruh pihak terutama personel pengamanan dari TNI Polri, sehingga proses pemungutan suara berjalan dengan lancar dan aman,” tuturnya.

Lebih dalam, Djoko juga menghimbau kepada seluruh pihak untuk menghormati hasil dari proses demokrasi yang telah dilaksanakan.

“Mari kita bersama-sama untuk bijak menerima informasi dan berusaha menghilangkan post truth atau informasi yang belum jelas kebenarannya. Apapun hasilnya kita tunggu keputusan dan penetapan Pilkada dari pihak penyelenggara KPU,” imbaunya.

Seruan serupa datang dari Ketua KPU Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Hadi Prayitno. Hadi mengajak masyarakat Situbondo untuk menghormati penetapan hasil Pilkada Serentak 2024.

“Kami telah melakukan tahapan Pilkada sesuai dengan yang diatur dalam regulasi. Maka dari itu, semua pihak harus menghormati dan menerima hasil dari Pilkada,” tegas Hadi.

Dengan mengedepankan kedamaian dan saling menghormati, bisa ditunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa yang mampu menjaga kerukunan meskipun berbeda pilihan. Menjaga stabilitas politik adalah tanggung jawab bersama sebagai warga negara yang cinta damai dan demokratis.

Ormas Ajak Semua Elemen Masyarakat Kembali Bersatu Pasca Pilkada 2024

Oleh : Herman Aditya )*

Pasca Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, saatnya memasuki fase penting dalam perjalanan demokrasi di Indonesia. Pilkada yang berlangsung di berbagai wilayah telah usai, dan hasilnya kini menjadi bagian dari sejarah. Meskipun setiap Pilkada selalu membawa dinamika yang cukup intens, namun saatnya kini bagi kita semua untuk menatap masa depan yang lebih baik, lebih damai, dan lebih bersatu. Dalam konteks inilah, Ormas memiliki peran yang sangat strategis, yaitu mengajak masyarakat dan semua pihak untuk kembali bersatu demi membangun Indonesia yang lebih maju.

Ormas memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak persatuan dan kesatuan pasca-Pilkada. Sebagai organisasi yang ada di tengah masyarakat, ormas memiliki kedekatan dan pengaruh yang besar terhadap setiap lapisan masyarakat, baik itu kelompok pemuda, tokoh agama, atau warga biasa. Oleh karena itu, ormas memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga keharmonisan sosial dengan mengedepankan semangat kebersamaan pasca pesta demokrasi.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM), Riyan Betra Delza, mengatakan setelah pelaksanaan Pilkada 2024, diharapkan semua pihak agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Hal tersebut penting agar kondusivitas ditengah masyarakat tetap aman dan terjaga.

Penting untuk disadari bahwa meskipun Pilkada telah selesai, perbedaan pilihan politik yang muncul selama proses pemilu tidak boleh menjadi pemecah belah. Setiap individu berhak memiliki pilihan politik sesuai dengan keyakinannya, dan perbedaan tersebut harus dihormati. Ormas berperan untuk mengingatkan masyarakat bahwa perbedaan politik adalah hal yang wajar dalam demokrasi, dan bukan alasan untuk saling bermusuhan atau menciptakan polarisasi. Dengan sikap saling menghormati dan mengedepankan kepentingan bersama, masyarakat dapat bergerak maju dengan lebih solid.

Selain itu, ormas juga dapat menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah. Pasca Pilkada, banyak tantangan yang harus dihadapi oleh daerah-daerah, mulai dari perbaikan infrastruktur, peningkatan layanan publik, hingga pengembangan ekonomi lokal. Ormas dapat berperan sebagai mediator yang menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah daerah dan sebaliknya, membantu memastikan bahwa kebijakan yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat. Dalam konteks ini, ormas juga dapat mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya kolaborasi dengan pemerintah untuk mencapai tujuan bersama, serta memberikan dukungan dalam implementasi kebijakan yang ada.

Sementara itu, Ketua Ormas Adat Laskar Manguni Indonesia (LMI), Pdt Hanny Pantouw, mengatakan pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban (kamtibmas) pasca Pilkada serentak 2024. Kemudian pihaknya juga mengingatkan bahwa tanggung jawab keamanan bukan hanya semata tanggung jawab TNI dan Polri, tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

Ormas juga memiliki peran penting dalam menyebarkan pesan perdamaian dan toleransi di tengah masyarakat. Pasca Pilkada, emosi dan ketegangan yang muncul akibat perbedaan pilihan politik seringkali mengarah pada polarisasi sosial. Oleh karena itu, ormas bisa menjadi agen perdamaian yang menyuarakan pentingnya hidup rukun dalam perbedaan. Melalui berbagai seminar, diskusi, atau kampanye positif yang diadakan oleh ormas, masyarakat dapat diajak untuk memahami pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan dan kebersamaan sebagai dasar kuat untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Lebih jauh lagi, ormas juga bisa berperan dalam memperkuat rasa nasionalisme. Dalam setiap fase kehidupan berbangsa dan bernegara, rasa cinta tanah air dan persatuan harus terus dijaga dan dipupuk. Ormas bisa menjadi wadah untuk menumbuhkan kembali rasa kebersamaan yang berbasis pada rasa cinta terhadap Indonesia. Dengan menekankan pentingnya menjaga keutuhan bangsa, ormas turut mendukung proses pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Selain itu, ormas dapat membantu mengatasi tantangan yang mungkin timbul pasca Pilkada, seperti hoaks atau informasi yang menyesatkan. Di era digital saat ini, penyebaran informasi yang salah atau bias dapat dengan mudah mempengaruhi opini publik dan memperburuk kondisi sosial. Oleh karena itu, ormas perlu mengambil peran aktif dalam memberantas hoaks dengan memberikan informasi yang akurat dan edukatif kepada masyarakat. Dengan meningkatkan literasi media, ormas turut memastikan bahwa masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang menyesatkan, yang justru bisa memperburuk polarisasi.

Hal senada juga dikatakan oleh Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat, KH. Rahmat Syafi’i, yang mengatakan pihaknya mengimbau masyarakat untuk menjaga kedamaian dan kembali kepada saling guyub pasca pelaksanaan Pilkada. Meskipun terdapat perbedaan pilihan dan dukungan terhadap pasangan calon, kita harus menghormati dan menunggu keputusan yang resmi dari pihak yag berwenang, sambil kita memperbaiki kembali hubungan antara sesama kita.

Secara keseluruhan, ormas memiliki peran yang sangat penting dalam mengajak masyarakat dan semua pihak untuk kembali bersatu setelah Pilkada 2024. Melalui peran aktifnya dalam menjaga persatuan, mengedukasi masyarakat, dan mempromosikan kolaborasi dengan pemerintah, ormas dapat menciptakan masyarakat yang lebih harmonis dan siap membangun masa depan yang lebih baik. Dalam kerangka kebersamaan dan persatuan, kita akan dapat mengatasi berbagai tantangan yang ada dan menciptakan Indonesia yang lebih maju dan sejahtera bagi seluruh lapisan masyarakat.

)* Penulis adalah pengamat politik dalam negeri

Pemerintah Tingkatkan Kerja Sama ASEAN Perangi Perjudian Online Lintas Negara

JAKARTA – Perjudian online lintas negara telah menjadi perhatian serius di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Untuk mengatasinya, negara-negara ASEAN sepakat memperkuat kerja sama lintas negara dalam menanggulangi kejahatan transnasional ini.

Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Budi Gunawan, menjelaskan, Desk Pemberantasan Judi Online telah menetapkan tiga langkah prioritas, salah satunya adalah memperkuat koordinasi hukum lintas negara.

“Desk gabungan juga akan terus melakukan penegakan hukum dan penelusuran aliran keuangan judi online. Kita akan upayakan koordinasi hukum lintas negara dengan menyasar aktivitas pencucian uang untuk memudahkan penindakan,” ujar Budi Gunawan.

Selain itu, Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Wahyu Widada, menyatakan bahwa langkah penelusuran aset (asset tracing) akan menjadi fokus utama dalam pemberantasan judi online.

Baru-baru ini, Dittipidsiber Bareskrim Polri menangkap salah satu buronan dalam kasus perjudian online internasional.

“Pelaku judi online yang kita kejar berhasil ditangkap di Filipina oleh otoritas setempat. Hari ini akan di-handing over ke Indonesia,” kata Wahyu Widada.

Buronan yang dimaksud adalah HS alias A, adapun A adalah pengelola situs judi online W88.

Situs tersebut beroperasi di Filipina dengan perputaran uang pada periode 2024 sebesar Rp 1 triliun.

Wahyu mengungkapkan peran HS dalam jaringan situs judi online W88 adalah menyediakan rekening deposit dan rekening withdraw untuk para pemain.

Untuk memperkuat pemberantasan, Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadiv Hubinter) Polri, Inspektur Jenderal Krishna Murti, mengungkapkan bahwa Polri telah menjalin kerja sama strategis dengan Interpol.

“Polri telah menjalin kerja sama strategis dengan Interpol melalui pertemuan teknis Senior Officer Meeting Transnational Crime yang berlangsung di Laos,” jelas Krishna Murti.

Ia menambahkan, pembahasan kerja sama ini mencakup pertukaran informasi untuk mengidentifikasi, melacak, dan menindak pelaku judi online yang beroperasi di Indonesia.

Krishna juga menyebut bahwa kerja sama Polri tidak hanya terbatas pada Interpol, tetapi juga melibatkan kepolisian negara tetangga di Asia Tenggara.

“Kami bekerja sama dengan negara-negara tetangga untuk menindak tegas jaringan internasional perjudian online ini,” tegasnya.

Dengan kolaborasi lintas negara, pemerintah berharap dapat menekan aktivitas perjudian online, sekaligus menciptakan kawasan ASEAN yang lebih aman dan bebas dari ancaman kejahatan lintas negara. [*]

Judi Online sebagai Ancaman Moral dan Sosial di Komunitas Lokal

Oleh: Sadewa Lingga Hutama )*

Judi online kini menjadi salah satu masalah yang terus berkembang, mengancam tidak hanya perekonomian tetapi juga moral dan sosial di kalangan masyarakat, terutama generasi muda. Praktik ini menjadi ancaman yang nyata bagi stabilitas sosial dan kesatuan bangsa, mengingat dampaknya yang merusak nilai-nilai moral dan menyebabkan kerusakan dalam kehidupan keluarga serta komunitas.

Dalam hal ini, pemerintah Indonesia, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, telah menunjukkan komitmen yang kuat untuk menangani masalah judi online, menyadari bahwa perjudian online bukan hanya sekadar persoalan ekonomi tetapi juga masalah mendalam yang berkaitan dengan karakter bangsa.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Abdul Mu’ti, turut menyoroti maraknya fenomena judi online, khususnya di kalangan pelajar. Menurutnya, judi online tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga berdampak serius terhadap kesehatan mental para pelajar. Ketergantungan pada perjudian dapat mengganggu perkembangan psikologis mereka, merusak fokus belajar, dan menyebabkan peningkatan kecemasan serta stres.

Dampak dari judi online tersebut, menurutnya, dapat menyebabkan gangguan hubungan sosial yang lebih luas, menciptakan pola pikir yang salah tentang cara memperoleh uang dan merusak nilai-nilai positif yang seharusnya dimiliki oleh generasi penerus bangsa. Dengan data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) 2024 yang menyebutkan bahwa sekitar 440.000 pelajar Indonesia terpapar judi online, masalah ini menjadi semakin mendesak untuk segera diatasi.

Presiden Prabowo Subianto, dalam berbagai kesempatan, menegaskan bahwa judi online merusak bukan hanya perekonomian, tetapi juga moralitas dan peradaban bangsa. Pemerintah, dengan dukungan berbagai pihak, telah memulai berbagai langkah untuk menanggulangi dampak buruk yang ditimbulkan oleh perjudian ini, baik secara langsung maupun tidak langsung. Salah satunya adalah melalui peluncuran program Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang dirancang untuk membentuk karakter anak bangsa.

Program Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat ini mencakup kebiasaan-kebiasaan sederhana namun fundamental seperti bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat, dan belajar yang dapat membentengi generasi muda dari pengaruh negatif, termasuk judi online.

Tidak hanya dalam ranah pendidikan, pemerintah juga mengambil langkah konkret untuk memerangi judi online melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkomdigi). Direktur informasi dan komunikasi pembangunan manusia dan kebudayaan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Bambang Dwi Anggono, melalui PIC Pengelolaan Komunikasi Bidang Pendidikan dan Kebudayaan, Lukman Taufiq menyampaikan bahwa judi online merupakan ancaman serius bagi generasi muda.

Melalui inisiatif yang melibatkan pemblokiran lebih dari 5,2 juta konten judi online sejak 2017, Kemkomdigi turut berperan aktif dalam memerangi akses ilegal yang merusak ini. Kemkomdigi juga membentuk kanal-kanal pelaporan seperti aduankonten.id dan cekrening.id yang memungkinkan masyarakat untuk melaporkan konten atau aktivitas yang mencurigakan. Langkah-langkah ini, meski belum sepenuhnya menghilangkan praktik judi online, menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menciptakan ruang digital yang sehat dan aman.

Namun, pencegahan judi online tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Kolaborasi antara berbagai elemen masyarakat, lembaga pendidikan, dan media sangat diperlukan untuk mengatasi masalah ini. Lukman menekankan bahwa penting bagi masyarakat untuk terlibat dalam upaya ini, terutama dengan meningkatkan literasi digital.

Dengan begitu, masyarakat, khususnya generasi muda, dapat lebih bijak dalam menggunakan teknologi dan menghindari jebakan-jebakan yang ada, termasuk judi online. Tanpa adanya pemahaman yang kuat tentang bahaya judi online, sulit bagi masyarakat untuk melindungi diri mereka dari ancaman ini.

Selain itu, dampak sosial dari judi online juga sangat besar. Ketergantungan pada judi bisa mendorong individu untuk mengambil langkah-langkah ekstrem, seperti meminjam uang secara ilegal melalui pinjaman online (Pinjol), yang akhirnya memperburuk kondisi finansial mereka dan meningkatkan risiko kemiskinan. Hal ini sering kali memicu pertengkaran dalam keluarga, menghancurkan hubungan yang seharusnya penuh kasih sayang dan saling mendukung.

Konflik-konflik yang sering kali dipicu oleh masalah keuangan, mengarah pada kerusakan sosial yang lebih luas, bahkan pada tingkat kriminalitas. Sebagai contoh, kebutuhan untuk membayar utang atau mengejar keuntungan dari judi sering kali mendorong individu untuk melakukan tindakan kriminal, seperti pencurian dan penipuan.

Di sisi ekonomi, uang yang seharusnya digunakan untuk kegiatan produktif malah beredar dalam aktivitas ilegal seperti judi online. Hal ini merugikan perekonomian secara lebih luas, karena uang yang berputar dalam ekonomi yang sah tidak dapat berkembang, sementara sektor ekonomi yang seharusnya lebih mendukung pertumbuhan nasional justru terganggu.

Menghadapi masalah yang begitu kompleks ini, pemerintah Indonesia perlu terus melanjutkan dan memperkuat langkah-langkah yang telah diambil. Penegakan hukum yang lebih tegas terhadap penyelenggara judi online, termasuk memutus jaringan keuangan yang mendukungnya, serta pemblokiran akses terhadap situs judi online harus diperkuat.

Pemerintah juga harus bekerja sama dengan bank dan aplikasi keuangan untuk menutup rekening yang digunakan untuk transaksi judi, serta memastikan bahwa langkah-langkah pencegahan ini terlaksana secara efektif.

Pemerintah, dengan segala upaya yang dilakukan, harus mendapat dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat untuk menanggulangi ancaman serius judi online dan menciptakan Indonesia yang lebih sejahtera dan bebas dari dampak negatif judi online.

)* Penulis adalah contributor Forum Indonesia Emas

Pemerintah Berhasil Tunjukkan Konsistensi Penghormatan Hak Asasi Manusia

JAKARTA — Pemerintahan Prabowo-Gibran berhasil menunjukkan konsistensi dalam penghormatan hak asasi manusia (HAM) melalui berbagai kebijakan strategis dan terobosan yang terus diterapkan.

Langkah tersebut tercermin dalam pembentukan Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM), yang merupakan inisiatif pertama dalam sejarah pemerintahan Indonesia untuk lebih serius dalam menangani isu HAM secara lebih sistematis dan terstruktur.

Siane Indriani, anggota Komnas HAM 2012-2017, menjelaskan bahwa pembentukan kementerian khusus HAM ini merupakan bukti keseriusan Presiden Prabowo dalam mewujudkan program pemenuhan hak asasi manusia di Indonesia.

“Untuk pertama kalinya dalam sejarah, pemerintahan Presiden Prabowo membentuk Kementerian Hak Asasi Manusia secara khusus,” katanya.

“Ini merupakan langkah konkret dari Presiden untuk menunjukkan keseriusannya dalam mengimplementasikan penegakan dan perlindungan HAM,” ujar Siane.

Ia menambahkan bahwa sejumlah program yang diluncurkan dalam pemerintahan Prabowo juga memprioritaskan pemenuhan hak ekonomi dan sosial (Ekosob),

Beberapa diantaranya seperti program pembangunan 3 juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah, kenaikan upah minimum regional (UMR), serta kenaikan tunjangan guru.

Dalam pertemuan dengan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) pada 28 November 2024, Menteri HAM Natalius Pigai menegaskan komitmennya untuk terus menjunjung tinggi HAM di Indonesia.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung program pemerintah yang berlandaskan pada keadilan dan kesetaraan.

“Penghormatan terhadap HAM adalah pilar penting yang memperkuat persatuan bangsa. Semua pihak, tanpa kecuali, memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan bahwa hak setiap individu dihormati dan dilindungi,” tegas Pigai.

Pigai juga menyebutkan bahwa kementeriannya tengah merumuskan kebijakan strategis untuk memperkuat perlindungan HAM.

“Kebijakan ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi berbagai pihak dalam menjalankan kewajiban mereka terhadap HAM,” tambahnya.

Ia juga mengapresiasi peran media dalam membangun kesadaran publik mengenai pentingnya HAM.

“Media siber memiliki pengaruh besar dalam membentuk opini publik. Saya berharap JMSI terus memainkan peran positifnya dalam menjaga nilai-nilai kemanusiaan dan menyuarakan keadilan,” ujar Pigai.

Teguh Santosa, Ketua Umum JMSI, menyambut baik arahan tersebut dan menegaskan bahwa media memiliki peran strategis dalam mendukung penghormatan HAM.

“JMSI percaya bahwa media memiliki peran penting dalam mengedukasi masyarakat terkait pentingnya HAM,” kata Teguh.

Audiensi tersebut juga menandai momentum kolaborasi yang erat antara JMSI dan Kementerian HAM untuk memperkuat penghormatan terhadap HAM di Indonesia.