Sekolah Rakyat Diperkuat 1.018 Modul Digital Hasil Kerjasama UPI

Jakarta – Pemerintah memperkuat kualitas pembelajaran Sekolah Rakyat melalui kolaborasi dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Sebanyak 1.018 modul pembelajaran yang mencakup 177 mata pelajaran telah diserahkan UPI kepada Kementerian Sosial untuk mendukung proses belajar peserta didik Sekolah Rakyat di berbagai jenjang pendidikan.

Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial, Robben Rico, mengatakan penyediaan bahan pembelajaran menjadi bagian penting dalam mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Menurutnya, program tersebut membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, kementerian dan lembaga, tenaga pendidik, serta pemangku kepentingan lainnya.

“Sekolah membutuhkan murid. Murid membutuhkan sekolah. Sekolah membutuhkan guru. Dan semuanya membutuhkan bahan pembelajaran atau modul ajar,” ujar Robben.

Ia menegaskan modul yang telah disusun tidak berhenti setelah diserahkan, melainkan akan terus dievaluasi berdasarkan pelaksanaan pembelajaran dan kebutuhan peserta didik di lapangan.

“Modul ini bukan produk yang kemudian selesai. Setelah digunakan, kita evaluasi, kita lihat apa yang masih kurang dan kemudian kita sempurnakan,” tegasnya.

Robben juga menjelaskan pendidikan di Sekolah Rakyat tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian akademik. Pembentukan karakter serta pendampingan mental, spiritual, dan psikososial menjadi bagian penting dalam proses pendidikan peserta didik.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Keuangan UPI, Prof. Dr. Rudy Susilana, mengatakan penyusunan modul merupakan bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung kebutuhan pendidikan Sekolah Rakyat. Proses tersebut melibatkan akademisi UPI, unsur Sekolah Rakyat, dan pihak terkait lainnya.

“Penyusunan modul ini bukan sekadar pekerjaan akademik, tetapi merupakan bagian dari upaya bersama untuk membangun pendidikan bagi anak-anak Sekolah Rakyat,” ujar Rudy.

Dari total 1.018 modul, sebanyak 322 modul dari 63 mata pelajaran disusun pada 2025, sementara 696 modul dari 114 mata pelajaran dikembangkan pada 2026. Berdasarkan jenjang pendidikan, modul tersebut mencakup 73 mata pelajaran SD, 44 mata pelajaran SMP, dan 60 mata pelajaran SMA.

Seluruh bahan ajar tersebut akan dimanfaatkan melalui Learning Management System (LMS), sehingga dapat diakses secara digital oleh guru dan peserta didik. Pemanfaatan sistem digital diharapkan memperluas akses terhadap sumber belajar sekaligus mendukung efektivitas pembelajaran.

Melalui kolaborasi Kemensos dan UPI, pemerintah berharap Sekolah Rakyat memiliki bahan ajar yang semakin relevan dan adaptif terhadap kebutuhan peserta didik.

Kurikulum Digital Diperkuat, Sekolah Rakyat Masuki Era Kelas Pintar

Jakarta – Sekolah Rakyat memasuki babak baru penguatan pembelajaran berbasis digital. Kementerian Sosial (Kemensos) menerima 1.018 modul pembelajaran hasil kolaborasi dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang mencakup 177 mata pelajaran untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Seluruh bahan ajar tersebut akan dimanfaatkan melalui Learning Management System (LMS) agar dapat diakses secara digital oleh guru dan peserta didik.

Penguatan materi digital ini menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pembelajaran Sekolah Rakyat yang tidak hanya mengandalkan metode konvensional. Dari total modul tersebut, sebanyak 322 modul dari 63 mata pelajaran disusun pada 2025, sedangkan 696 modul dari 114 mata pelajaran dikembangkan pada 2026. Berdasarkan jenjang, materi mencakup 73 mata pelajaran SD, 44 mata pelajaran SMP, dan 60 mata pelajaran SMA.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Keuangan UPI, Prof. Dr. Rudy Susilana, mengatakan pengembangan bahan ajar tersebut merupakan bentuk kontribusi perguruan tinggi terhadap penyelenggaraan pendidikan bagi peserta didik Sekolah Rakyat.

“Penyusunan modul ini bukan sekadar pekerjaan akademik, tetapi merupakan bagian dari upaya bersama untuk membangun pendidikan bagi anak-anak Sekolah Rakyat,” ujarnya.

Menurut Rudy, penyusunan modul melibatkan akademisi UPI, unsur Sekolah Rakyat, serta pihak terkait lainnya. Kolaborasi tersebut diarahkan agar kepakaran perguruan tinggi dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan pembelajaran di lapangan.

Sekretaris Jenderal Kemensos, Robben Rico mengatakan keberadaan bahan ajar menjadi salah satu kebutuhan utama dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Ia menyebut sekolah, murid, dan guru membutuhkan dukungan modul pembelajaran yang memadai.

“Sekolah membutuhkan murid. Murid membutuhkan sekolah. Sekolah membutuhkan guru. Dan semuanya membutuhkan bahan pembelajaran atau modul ajar,” katanya.

Robben juga menekankan modul tersebut tidak berhenti sebagai produk setelah diserahkan. Materi akan dievaluasi berdasarkan pelaksanaan pembelajaran dan kebutuhan peserta didik, kemudian disempurnakan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Biro Perencanaan Kemensos Cecep Sulaeman mengatakan pemanfaatan teknologi digital diharapkan meningkatkan efisiensi sekaligus memperluas akses terhadap bahan pembelajaran. Dengan LMS, materi dapat digunakan secara lebih fleksibel oleh guru maupun siswa.

Penguatan kurikulum digital tersebut menunjukkan bahwa Sekolah Rakyat mulai diarahkan tidak sekadar sebagai program perluasan akses pendidikan, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Kehadiran ribuan modul digital menjadi fondasi untuk membangun kelas yang lebih terstruktur, mudah diperbarui, dan responsif terhadap kebutuhan peserta didik.

Pemerintah Perkuat Debottlenecking untuk Dorong Investasi Ekonomi Nasional

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat kebijakan debottlenecking sebagai langkah strategis untuk mendorong investasi ekonomi nasional. Upaya tersebut dilakukan dengan mempercepat penyelesaian berbagai hambatan yang dihadapi perusahaan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan Satgas _Debottlenecking_ telah menyelesaikan 124 dari 170 aduan perusahaan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat penyelesaian berbagai kendala yang menghambat kegiatan usaha dan investasi.

“Bagi pemerintah untuk mendorong perusahaan-perusahaan supaya berjalan dengan baik, pemerintah sudah punya Satgas Debottlenecking. Ada 170 aduan dan sudah diselesaikan 124 (aduan),” kata Airlangga.

Airlangga menjelaskan, perusahaan yang menghadapi berbagai persoalan dapat menyampaikan aduan kepada Satgas Debottlenecking agar pemerintah segera memberikan solusi melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga terkait.

“Jadi kalau ada perusahaan-perusahaan yang menghadapi persoalan, silakan masuk ke Satgas (Debottlenecking) karena ini beberapa _solving the_ problem-nya langsung dilakukan oleh pemerintah,” terangnya.

Selain mendorong kelancaran kegiatan usaha, pemerintah juga melihat pasar modal sebagai salah satu gambaran kondisi perekonomian nasional. Penguatan kinerja emiten dan iklim investasi menjadi faktor penting dalam mencerminkan ketahanan sekaligus prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Pemerintah tentu melihat pasar modal ini sebagai window (jendela) dari perekonomian nasional,” kata Airlangga.

Dari sisi dunia usaha, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani menilai langkah debottlenecking penting untuk menyelesaikan berbagai persoalan di sektor hulu industri. Menurutnya, penyelesaian persoalan di sektor tersebut diperlukan karena turut berkaitan dengan keberlangsungan usaha dan pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Makanya debottlenecking ini kita fokus banget, karena banyak PHK itu terjadi karena hulunya tidak bisa diselesaikan,” kata Shinta.

Langkah pemerintah melalui Satgas Debottlenecking menunjukkan komitmen dalam memberikan solusi cepat terhadap berbagai persoalan yang dihadapi dunia usaha sekaligus memperkuat iklim investasi nasional. Upaya tersebut dinilai positif dalam menciptakan kepastian dan kemudahan berusaha. Ke depan, langkah debottlenecking diharapkan terus diperkuat agar semakin banyak hambatan investasi dapat diselesaikan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Debottlenecking Ekonomi Dipercepat, Pemerintah Kawal Kepastian Usaha

Jakarta – Pemerintah terus mempercepat penguraian berbagai hambatan ekonomi dan investasi guna menciptakan iklim usaha yang semakin kondusif, efisien, dan memberikan kepastian bagi pelaku usaha.

Upaya ini sejalan dengan penguatan debottlenecking sebagai instrumen untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pemerintah memiliki komitmen kuat untuk menjaga ketahanan ekonomi sekaligus memperkuat iklim investasi.

“Perekonomian Indonesia masih mampu tumbuh sebesar 5,45% pada Semester I-2026 di tengah berbagai gejolak global,” ujar Airlangga.

Airlangga juga menyampaikan bahwa penyelesaian hambatan investasi terus menjadi perhatian Pemerintah.

Lanjut Airlangga, pemerintah mengandalkan mekanisme debottlenecking guna menangani hambatan investasi secara spesifik dan bertahap.

“Dengan debottlenecking, kita menyelesaikan persoalan satu per satu dan korporasi per korporasi. Harapannya ini bisa mendorong investasi yang lebih lancar,” ujar Airlangga.

Melalui skema penanganan tersebut, pemerintah mencatat sebanyak 170 aduan pelaku usaha telah masuk hingga 30 Juli 2026. Sebanyak 124 aduan di antaranya berhasil diselesaikan, mencakup persoalan perizinan, perpajakan, kepabeanan, tata ruang, logistik, hingga pasokan energi.

Airlangga juga menekankan pentingnya sinergi antara regulator dan dunia usaha melalui konsep Indonesia Incorporated.

“Kita perlu Indonesia Inc., yaitu kerja sama seluruh pemangku kepentingan untuk menghadapi hal-hal yang kita hadapi bersama. Ini tidak bisa hanya diselesaikan oleh pengusaha, tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah, tidak juga oleh akademisi dan masyarakat sipil, tetapi kita harus bekerja bersama-sama,” ujarnya

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani mendorong industri untuk fokus pada penyelesaian berbagai hambatan atau debottlenecking di hulu guna mencegah terjadinya lebih banyak pemutusan hubungan kerja (PHK).

Upaya debottlenecking menjadi penting karena berbagai persoalan di hulu industri yang menjadi penyebab utama PHK dapat diselesaikan.

“Makanya debottlenecking ini kita fokus banget, karena banyak PHK itu terjadi karena hulunya tidak bisa diselesaikan,” kata Shinta.

Kebijakan tersebut menunjukkan konsistensi pemerintah dalam membangun ekosistem usaha yang responsif terhadap kebutuhan dunia usaha.

Dengan percepatan penyelesaian hambatan, serta koordinasi pusat dan daerah, pemerintah optimistis kepastian usaha semakin terjaga. Langkah ini diharapkan mendorong investasi, memperkuat kapasitas produksi, menciptakan lapangan kerja, dan menopang pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Berantas Korupsi Pendidikan, Pemerintah Selamatkan Masa Depan Generasi Bangsa

Oleh : Naya Santika*

Pemerintah terus memperkuat komitmen untuk mewujudkan sektor pendidikan yang berkualitas, transparan, dan berintegritas sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Pendidikan ditempatkan sebagai fondasi penting untuk membuka kesempatan yang luas bagi generasi muda, meningkatkan kompetensi, serta membentuk karakter yang unggul. Melalui penguatan tata kelola, pengawasan, digitalisasi, dan kolaborasi berbagai pihak, pemerintah terus mendorong terciptanya ekosistem pendidikan yang semakin profesional, akuntabel, dan mampu mendukung terwujudnya Indonesia maju.

Penguatan tata kelola pendidikan menjadi semakin penting seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan pendidikan yang berkualitas dan mudah diakses. Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan setiap proses akademik dan administratif berjalan berdasarkan aturan yang jelas. Penerimaan mahasiswa, pengelolaan anggaran, pelayanan akademik, hingga pengadaan barang dan jasa perlu dilaksanakan secara transparan agar kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan semakin kuat.

Kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi dalam penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri di Universitas Jenderal Soedirman dapat menjadi momentum untuk memperkuat sistem tersebut. Setiap proses penerimaan mahasiswa perlu dilaksanakan berdasarkan ketentuan yang transparan, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Kesempatan memperoleh pendidikan tinggi harus terus dijaga agar diberikan berdasarkan kemampuan, prestasi, serta mekanisme yang telah ditetapkan.

Dalam konteks tersebut, perhatian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap integritas sektor pendidikan menunjukkan pentingnya pengawasan secara berkelanjutan. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menilai persoalan integritas pendidikan berkaitan erat dengan masa depan bangsa. Penegakan hukum dan langkah pencegahan dapat berjalan beriringan untuk memastikan lembaga pendidikan tetap menjadi ruang yang menjunjung tinggi nilai akademik, profesionalisme, dan integritas.

Momentum penguatan integritas pendidikan juga sejalan dengan agenda pemerintah dalam membangun sumber daya manusia unggul. Pemerintah bersama lembaga pendidikan memiliki ruang yang luas untuk terus meningkatkan transparansi dalam berbagai layanan. Pemanfaatan teknologi informasi menjadi salah satu instrumen penting untuk menciptakan sistem administrasi yang lebih efisien, terdokumentasi, dan mudah dipantau oleh pemangku kepentingan.

Digitalisasi pendidikan dapat memperkuat pelayanan sekaligus meningkatkan akuntabilitas. Sistem penerimaan mahasiswa berbasis digital, pembayaran non-tunai, pengelolaan data akademik terintegrasi, serta sistem informasi keuangan dapat membantu menciptakan proses yang lebih terukur. Dengan dukungan teknologi, proses administrasi dapat dilakukan secara lebih cepat dan masyarakat memperoleh akses informasi yang semakin baik.

Anggota Komisi X DPR Habib Syarief Muhammad juga menekankan pentingnya menjaga perguruan tinggi sebagai ruang yang menjunjung integritas. Pandangan tersebut sejalan dengan posisi kampus sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan pembentukan karakter. Perguruan tinggi tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan dengan kemampuan akademik yang tinggi, tetapi juga membentuk generasi yang memiliki etika, tanggung jawab, disiplin, serta kepedulian terhadap kepentingan masyarakat dan bangsa.

Karena itu, penguatan pendidikan berintegritas perlu dilakukan melalui pendekatan yang menyeluruh. Pengawasan internal harus terus ditingkatkan, sementara mekanisme evaluasi dan audit perlu dilaksanakan secara berkala. Institusi pendidikan juga perlu memastikan bahwa setiap prosedur memiliki standar operasional yang jelas sehingga seluruh pihak memahami hak, kewajiban, dan tanggung jawab masing-masing.

Pendidikan antikorupsi juga dapat menjadi bagian penting dalam membangun budaya integritas sejak dini. Nilai kejujuran, tanggung jawab, kerja keras, dan keberanian mengambil keputusan secara benar perlu ditanamkan melalui kegiatan pembelajaran maupun kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah dan kampus. Keteladanan guru, dosen, tenaga kependidikan, serta pimpinan institusi akan menjadi faktor penting dalam membentuk karakter generasi muda.

Peran masyarakat tidak kalah penting. Orang tua, mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan masyarakat luas dapat menjadi bagian dari ekosistem pengawasan pendidikan. Keterbukaan informasi dan saluran pengaduan yang mudah diakses dapat memperkuat partisipasi publik sekaligus membantu lembaga pendidikan melakukan perbaikan secara cepat apabila ditemukan hal-hal yang perlu dievaluasi.

Pemerintah juga perlu memastikan bahwa setiap evaluasi terhadap penyelenggaraan pendidikan menghasilkan perbaikan sistem yang konkret. Penegakan aturan harus berjalan profesional, sementara pembenahan administrasi dan pengawasan terus dilakukan agar tata kelola semakin baik. Dengan demikian, setiap proses evaluasi dapat menjadi kesempatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang pendidikan.

Langkah tersebut sejalan dengan kebutuhan Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam menghadapi persaingan global. Pendidikan yang dikelola secara profesional akan memberikan ruang lebih besar bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, berinovasi, dan berprestasi. Semakin kuat integritas lembaga pendidikan, semakin besar pula kepercayaan masyarakat terhadap sistem pendidikan nasional.

Pada akhirnya, membangun pendidikan yang bersih dan berintegritas merupakan investasi jangka panjang bagi Indonesia. Tata kelola yang transparan, pemanfaatan teknologi, pengawasan yang kuat, pendidikan karakter, serta kolaborasi pemerintah dan masyarakat dapat menjadi fondasi bagi terciptanya ekosistem pendidikan yang semakin berkualitas.

Ketika kesempatan pendidikan dijaga melalui sistem yang adil dan akuntabel, generasi muda memiliki ruang yang lebih luas untuk membuktikan kemampuan melalui prestasi dan kerja keras. Pendidikan yang berkualitas dan berintegritas akan melahirkan sumber daya manusia yang kompeten, berkarakter, dan siap memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa. Dengan komitmen bersama, reformasi tata kelola pendidikan dapat terus diperkuat sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia yang maju, berdaya saing, dan berintegritas.

*Penulis adalah pegiat anti korupsi

Tokoh Papua Bersatu Tolak Kekerasan di Jila, Kedamaian Warga Jadi Prioritas

MIMIKA – Tokoh adat dan tokoh agama Papua menyuarakan penolakan tegas terhadap aksi kekerasan yang terjadi di Kampung Pasir Putih, Distrik Jila, Kabupaten Mimika. Mereka menilai keselamatan masyarakat sipil harus ditempatkan sebagai prioritas utama dan tidak boleh dikorbankan dalam konflik maupun kepentingan kelompok mana pun.

Sikap tersebut disampaikan menyusul laporan aksi kekerasan dan penyanderaan terhadap sejumlah warga sipil di wilayah Jila. Para tokoh menyerukan agar segala bentuk tindakan yang menimbulkan rasa takut, ancaman, dan penderitaan bagi masyarakat segera dihentikan.

Kepala Suku Kampung Yokobak sekaligus Kepala Distrik Nogi, Bimber Yigibalom, menegaskan bahwa masyarakat membutuhkan suasana aman untuk menjalankan kehidupan sehari-hari dan membangun daerahnya.

“Tidak ada tempat bagi kekerasan terhadap masyarakat sipil. Kita harus menjaga Papua agar tetap damai sehingga masyarakat dapat hidup dan membangun masa depan dengan aman,” kata Bimber.

Menurut dia, masyarakat perlu memperkuat kebersamaan dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta aparat TNI dan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Ia juga mengimbau warga agar tidak mudah terpengaruh oleh ajakan yang dapat menjerumuskan pada tindakan melanggar hukum.

Sementara itu, Kepala Suku Kampung Konikme sekaligus Ketua Jemaat Gereja Baptis Konikme, Marthinus Wonda, menyerukan penghentian kekerasan dan pembebasan warga sipil yang dilaporkan menjadi korban penyanderaan.

“Jalan damai harus selalu menjadi pilihan. Nilai kasih dan kemanusiaan mengajarkan kita untuk melindungi kehidupan, bukan menciptakan penderitaan,” ujarnya.

Senada, Kepala Suku Kampung Palunggame sekaligus Ketua Lembaga Masyarakat Adat Distrik Yiginua, Teka Kogoya, mengajak seluruh masyarakat untuk bersatu menolak teror dan kekerasan. Ia menegaskan bahwa keamanan merupakan modal penting bagi kemajuan masyarakat Papua.

“Kedamaian adalah kebutuhan bersama. Dengan situasi yang aman, pembangunan dapat berjalan, anak-anak dapat belajar dengan tenang, dan masyarakat dapat bekerja untuk meningkatkan kesejahteraan,” kata Teka.

Seruan para tokoh tersebut mencerminkan harapan kuat masyarakat Papua untuk membangun kehidupan yang damai dan sejahtera. Kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, tokoh adat, tokoh agama, dan aparat keamanan dinilai menjadi kekuatan penting untuk melindungi warga sipil serta menjaga stabilitas keamanan.

Penolakan terhadap kekerasan sekaligus menjadi pesan bahwa masa depan Papua harus dibangun melalui persatuan, dialog, dan kerja sama demi terciptanya kehidupan yang aman dan penuh harapan.

Tokoh Adat dan Agama Kecam Aksi Kekerasan OPM di Jila, Serukan Papua Damai

MIMIKA – Sejumlah tokoh adat dan tokoh agama di Papua mengecam keras aksi kekerasan yang diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) terhadap masyarakat sipil di Kampung Pasir Putih, Distrik Jila, Kabupaten Mimika. Peristiwa tersebut dinilai sebagai tindakan yang bertentangan dengan nilai kemanusiaan serta mengancam upaya bersama dalam menjaga perdamaian dan stabilitas keamanan di Tanah Papua.

Bimber Yigibalom, Kepala Suku Kampung Yokobak sekaligus Kepala Distrik Nogi, menegaskan bahwa kekerasan, teror, dan intimidasi terhadap masyarakat sipil tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun. Ia menyampaikan keprihatinan dan kecaman atas dugaan tindakan kekerasan terhadap sembilan perempuan di wilayah tersebut.

“Kami mengecam segala bentuk kekerasan terhadap masyarakat sipil. Papua membutuhkan kedamaian, bukan tindakan yang menimbulkan ketakutan dan penderitaan bagi masyarakat,” ujar Bimber.

Ia mengajak masyarakat untuk tidak terlibat dalam aktivitas yang melanggar hukum dan menolak segala bentuk aksi kekerasan. Menurutnya, kerja sama antara masyarakat, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, serta aparat TNI-Polri merupakan langkah penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

Seruan serupa disampaikan Marthinus Wonda, Kepala Suku Kampung Konikme sekaligus Ketua Jemaat Gereja Baptis Konikme. Menyikapi penyanderaan terhadap warga sipil, ia meminta kelompok bersenjata segera membebaskan para korban dan menghentikan tindakan kekerasan.

“Keselamatan warga harus menjadi prioritas. Setiap persoalan seharusnya diselesaikan melalui jalan damai, dengan menjunjung kasih, kemanusiaan, dan nilai-nilai keagamaan,” kata Marthinus.

Sementara itu, Teka Kogoya, Kepala Suku Kampung Palunggame dan Ketua Lembaga Masyarakat Adat Distrik Yiginua, menegaskan bahwa masyarakat Papua tidak boleh menjadi korban kepentingan dan konflik kekerasan. Ia menyerukan seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat persatuan serta mendukung terciptanya keamanan di wilayah Papua.

“Kita harus bersama-sama menjaga kampung dan daerah kita. Kedamaian akan membuka ruang bagi masyarakat untuk bekerja, belajar, dan membangun masa depan yang lebih baik,” ujar Teka.

Kecaman para tokoh tersebut menunjukkan semakin kuatnya aspirasi masyarakat untuk menolak kekerasan dan mendukung penyelesaian persoalan melalui cara-cara damai. Dukungan terhadap pemerintah daerah dan aparat keamanan juga dipandang sebagai bagian dari upaya bersama melindungi masyarakat serta menjaga stabilitas keamanan.

Dengan persatuan dan kolaborasi seluruh elemen, Papua diharapkan terus bergerak menuju kehidupan yang lebih aman, damai, dan sejahtera.

Budi Arie Minta Maaf Polemik Percepatan Pemilu, Stabilitas Politik Jadi Prioritas

JAKARTA – Ketua Umum DPP Projo Budi Arie Setiadi menyampaikan permintaan maaf setelah pernyataannya mengenai kemungkinan percepatan Pemilu 2029 memicu kegaduhan dan beragam spekulasi politik. Budi Arie menegaskan pernyataan tersebut merupakan analisis pribadi.

Polemik bermula dari beredarnya potongan video pertemuan internal yang memperlihatkan Budi Arie membicarakan kemungkinan pemilu digelar lebih cepat dari jadwal 2029.

Setelah pernyataan tersebut berkembang luas di ruang publik, Budi Arie memberikan klarifikasi sekaligus meminta maaf kepada pihak-pihak yang merasa tidak nyaman.

“Sehubungan dengan viralnya pernyataan dan analisis saya dalam sebuah pertemuan di Jakarta baru-baru ini yang menimbulkan spekulasi dan berbagai salah penafsiran, saya Budi Arie Setiadi memohon maaf kepada pihak-pihak yang kurang berkenan dan nyaman dengan pernyataan saya tersebut,” kata Budi Arie, Rabu (26/8).

Ia kemudian menegaskan bahwa pandangan tersebut sepenuhnya merupakan pendapat pribadi.

“Pernyataan dan analisis tersebut merupakan pernyataan dan analisis pribadi saya,” ujarnya.

Budi Arie juga membantah adanya keterkaitan antara pernyataannya dengan Jokowi, yang terlihat berada di lokasi saat pembicaraan berlangsung.

“Pernyataan tersebut tidak ada hubungan dan kait-mengkait dengan Bapak Joko Widodo,” tegasnya.

Ia menyatakan siap bertanggung jawab atas ucapan yang telah disampaikan dan menerima konsekuensi yang timbul.

“Saya siap bertanggung jawab dan menerima segala konsekuensi karena analisis dan pernyataan saya tersebut,” kata Budi Arie.

Di akhir klarifikasinya, ia mengajak seluruh pihak kembali menjaga persatuan dan tidak memperpanjang spekulasi politik.

“Terima kasih, jaga terus persatuan Indonesia,” pungkasnya.

Sementara itu, politikus Partai Gerindra sekaligus anggota DPRD Kota Semarang, Herlambang Prabowo, menilai pernyataan mengenai percepatan pemilu tidak pantas dilontarkan secara sembarangan oleh figur politik nasional.

Menurutnya, ucapan semacam itu berpotensi berkembang menjadi isu liar dan menimbulkan persepsi negatif terhadap stabilitas pemerintahan.

“Budi Arie bukan tokoh sekelas Ketua RT dan Ketua RW, dia bicara mestinya sudah paham bahwa ada implikasi di situ,” ujar Herlambang.

Ia juga meminta agar Budi Arie bertanggung jawab atas pernyataannya dan segera meluruskan apabila memang mengakui adanya kekeliruan.

“Karena kata-kata provokatif seperti ini, kalau dibiarkan dilontarkan, menjadi liar di masyarakat, digoreng ke sana-kemari, tentunya akan membuat keadaan pemerintahan yang tidak baik,” katanya.

Klarifikasi dan permintaan maaf Budi Arie dinilai penting untuk menghentikan spekulasi yang tidak perlu. Di tengah kebutuhan menjaga stabilitas politik dan ekonomi, pernyataan tokoh publik dinilai perlu disampaikan secara terukur agar tidak memicu kegaduhan baru di ruang publik.

Budi Arie Luruskan Polemik Percepatan Dinamika Politik, Ajak Masyarakat Jaga Stabilitas

Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi memberikan klarifikasi terkait pernyataannya mengenai kemungkinan terjadinya percepatan dinamika politik sebelum Pemilu 2029 yang beredar luas di media sosial dan memicu berbagai spekulasi. Budi Arie menegaskan pernyataan tersebut merupakan analisis pribadi dan tidak berkaitan dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Klarifikasi disampaikan setelah pernyataannya menimbulkan beragam penafsiran mengenai arah politik nasional. Budi Arie juga menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang merasa kurang nyaman dengan pernyataan tersebut.

“Sehubungan dengan viralnya pernyataan dan analisa saya dalam sebuah pertemuan di Jakarta baru-baru ini yang menimbulkan spekulasi dan berbagai salah penafsiran, saya Budi Arie Setiadi memohon maaf kepada pihak-pihak yang kurang berkenan dan nyaman dengan pernyataan saya tersebut,” ujar Budi Arie.

Ia menegaskan pernyataan mengenai kemungkinan percepatan dinamika politik sebelum 2029 merupakan pandangan pribadi. “Pernyataan dan analisa tersebut merupakan pernyataan dan analisa pribadi saya,” tegasnya.

Budi Arie juga meluruskan isu yang mengaitkan pernyataannya dengan Joko Widodo. “Pernyataan tersebut tidak ada hubungan dan kait-mengaitnya dengan Bapak Joko Widodo,” lanjutnya.

Budi Arie menyatakan siap bertanggung jawab atas pernyataan tersebut dan menerima segala konsekuensi yang muncul. Ia juga mengajak masyarakat menjaga persatuan nasional.

“Saya siap bertanggung jawab dan menerima segala konsekuensi karena analisa dan pernyataan saya tersebut. Terima kasih, jaga terus persatuan Indonesia,” pungkas Budi Arie.

Pernyataan tersebut mendapat perhatian dari Ketua DPC Partai Gerindra Kebumen Solatun. Ia menilai polemik tersebut telah menimbulkan kegaduhan publik dan menyinggung perasaan sejumlah kader Gerindra di Kebumen.

“Pernyataan seperti itu menimbulkan kegaduhan. Apalagi kalau dikaitkan dengan dinamika politik dan Pemilu 2029. Banyak kader Gerindra di Kebumen merasa tersinggung dengan pernyataan tersebut,” ujar Solatun.

Meski demikian, Solatun mengimbau kader Gerindra dan masyarakat tidak terpancing oleh polemik yang berkembang. Menurutnya, dinamika politik merupakan bagian dari demokrasi, tetapi harus tetap dijalankan dengan mengedepankan ketenangan dan menjaga stabilitas nasional.

“Kami di daerah tetap mengedepankan ketenangan dan soliditas. Jangan sampai pernyataan yang belum jelas konteksnya justru membuat kader resah atau menimbulkan persepsi yang macam-macam,” katanya.

Solatun menegaskan Gerindra Kebumen akan tetap fokus menjalankan agenda organisasi dan bekerja untuk masyarakat. Ia berharap seluruh pihak mengutamakan persatuan serta tidak membiarkan perbedaan pandangan politik mengganggu stabilitas bangsa.

“Yang terpenting sekarang adalah menjaga persatuan, soliditas kader, dan bekerja untuk masyarakat. Soal dinamika politik ke depan, biarlah berkembang sesuai mekanisme dan ketentuan yang ada,” pungkas Solatun.

Budi Arie Klarifikasi Soal Dinamika Politik dan Ajak Masyarakat Jaga Stabilitas

JAKARTA – Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi memberikan klarifikasi terkait pernyataannya mengenai kemungkinan percepatan dinamika politik sebelum Pemilu 2029. Pernyataan yang beredar di media sosial tersebut sempat menimbulkan berbagai spekulasi mengenai arah politik nasional.

Budi Arie menegaskan pernyataan tersebut merupakan analisis pribadi yang disampaikan dalam sebuah pertemuan di Jakarta. Ia juga memastikan pandangan tersebut tidak berkaitan dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

“Sehubungan dengan viralnya pernyataan dan analisa saya dalam sebuah pertemuan di Jakarta baru-baru ini yang menimbulkan spekulasi dan berbagai salah penafsiran, saya Budi Arie Setiadi memohon maaf kepada pihak-pihak yang kurang berkenan dan nyaman dengan pernyataan saya tersebut,” ujar Budi Arie Setiadi.

Ia menegaskan klarifikasi tersebut diperlukan agar masyarakat tidak menarik kesimpulan yang keliru. Menurutnya, analisis mengenai kemungkinan perubahan dinamika politik menjelang 2029 sepenuhnya merupakan pandangan personal.

“Pernyataan dan analisa tersebut merupakan pernyataan dan analisa pribadi saya,” tegas Budi Arie Setiadi.

Budi Arie sekaligus meluruskan anggapan yang mengaitkan pernyataannya dengan Joko Widodo. Penegasan ini diharapkan dapat meredam spekulasi yang berkembang di ruang publik.

“Pernyataan tersebut tidak ada hubungan dan kait-mengaitnya dengan Bapak Joko Widodo,” lanjut Budi Arie Setiadi.

Selain memberikan klarifikasi, Budi Arie menyatakan siap bertanggung jawab atas pernyataannya. Ia mengajak masyarakat tetap menjaga persatuan dan tidak membiarkan dinamika politik mengganggu stabilitas nasional.

“Saya siap bertanggung jawab dan menerima segala konsekuensi karena analisa dan pernyataan saya tersebut. Terima kasih, jaga terus persatuan Indonesia,” pungkas Budi Arie Setiadi.

Ajakan menjaga ketenangan juga disampaikan Ketua DPC Partai Gerindra Kebumen Solatun. Ia menyebut pernyataan tersebut sempat menimbulkan kegaduhan dan mendapat respons dari sejumlah kader Gerindra.

“Pernyataan seperti itu menimbulkan kegaduhan. Apalagi kalau dikaitkan dengan dinamika politik dan Pemilu 2029. Banyak kader Gerindra di Kebumen merasa tersinggung dengan pernyataan tersebut,” ujar Solatun.

Meski demikian, Solatun mengimbau kader dan masyarakat tidak terpancing polemik. Dinamika politik dinilai sebagai bagian dari demokrasi yang perlu disikapi secara dewasa, tenang, dan tetap mengedepankan stabilitas.

“Kami di daerah tetap mengedepankan ketenangan dan soliditas. Jangan sampai pernyataan yang belum jelas konteksnya justru membuat kader resah atau menimbulkan persepsi yang macam-macam,” katanya.

Solatun menegaskan seluruh pihak sebaiknya fokus menjaga persatuan serta menjalankan aktivitas sesuai aturan yang berlaku.

“Yang terpenting sekarang adalah menjaga persatuan, soliditas kader, dan bekerja untuk masyarakat. Soal dinamika politik ke depan, biarlah berkembang sesuai mekanisme dan ketentuan yang ada,” pungkas Solatun.

Klarifikasi dan ajakan tersebut menjadi pengingat bahwa dinamika politik dapat berlangsung secara demokratis tanpa mengganggu ketenangan masyarakat. Persatuan dan stabilitas nasional tetap menjadi kepentingan bersama. (*)